Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok Sherina Munaf Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan

Warta Daerah

Rustini Muhaimin nilai literasi harus jadi kebiasaan sejak dini

badge-check


					Rustini Muhaimin nilai literasi harus jadi kebiasaan sejak dini Perbesar

Pendiri Jendela Dunia Kita Rustini Muhaimin memandang literasi atau kemampuan menulis dan membaca harus menjadi kebiasaan bagi anak-anak sejak dini.

Selain itu, dia memandang anak-anak yang melek literasi maupun dekat dengan buku akan lebih berani bermimpi, berpikir kritis, serta memiliki rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan zaman.

“Oleh karena itu, saya percaya bahwa literasi harus ditanamkan sejak dini,” ujar istri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin itu, dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut dia menekankan literasi tidak boleh hanya hidup di lingkungan sekolah, tetapi juga harus tumbuh di rumah dan masyarakat.

Dengan demikian, dia mengajak seluruh pihak untuk membuat kegiatan membaca menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi anak-anak.

“Mari jadikan membaca sebagai kebiasaan menyenangkan, bukan kewajiban yang membosankan. Satu buku yang dibaca hari ini bisa membuka jendela dunia bagi masa depan anak-anak kita,” katanya.

Selain kemampuan literasi, dia juga menekankan kemampuan numerasi atau kemampuan terkait matematika dasar perlu diperhatikan.

“Anak-anak juga perlu memiliki semangat numerasi. Kemampuan berhitung, memahami logika, dan memecahkan masalah akan menjadi bekal penting di era modern,” ujarnya.

Adapun dia menyampaikan seluruh pernyataan tersebut saat mengunjungi MI YAPPI Balong, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu

3 September 2026 - 05:21 WITA

Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya

31 Agustus 2026 - 09:09 WITA

El Nino Picu Migrasi Ikan, Nelayan Kecil Hadapi Beban Ongkos Melaut

29 Agustus 2026 - 05:42 WITA

Jalan ke Kawasan Baduy Lebak Rusak, Tokoh Adat Harap Segera Diperbaiki

28 Agustus 2026 - 04:53 WITA

Update Gempa NTT: 91 Orang Meninggal, 1.286 Luka dan 161.084 Mengungsi

24 Agustus 2026 - 05:48 WITA

Trending di Warta Daerah