Menu

Mode Gelap
Pemda Buru dan Pemilik Lahan Sepakat Akhiri Konflik Warga Peduli Kesehatan Warga Pedalaman, Satgas Banau Jemput Bola Tindaklanjuti Arahan Presiden Prabowo, Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi Crane Proyek Kereta Cepat Roboh, Sedikitnya 22 Orang Tewas Sisa Kuota Internet Hangus, Dua Warga Wadul MK Kisah Inspiratif: Penjual Es Kelapa Daftarkan 24 Keluarga untuk Haji

Warta Parlement

Ahok Tegur Legislator PDIP Gegara Diam soal Kenaikan Gaji Anggota DPR

badge-check


					Ahok Tegur Legislator PDIP Gegara Diam soal Kenaikan Gaji Anggota DPR Perbesar

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP,) Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok mengatakan telah melontarkan autokritik tajam terhadap kinerja anggota DPR, termasuk yang berasal dari PDIP.

Sebab, para anggota dewan dinilai belum optimal dalam menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat.

Ahok menyatakan, sebagai Ketua DPP PDIP, dia melakukan autokritik internal agar kader PDIP yang duduk di parlemen lebih vokal dan tidak pasif.

“Termasuk PDI Perjuangan, saya sampaikan sebagai Ketua, kita autokritik. Anda ini anggota parlementer, parle itu ngomong. Kenapa anda semua diem tidak ngomong? Anda mesti ngomong dong,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (20/8).

Ahok mengaku tidak mempermasalahkan jika anggota DPR digaji tinggi, bahkan mencapai Rp1 miliar per bulan, selama ada keterbukaan kepada rakyat terkait penggunaan anggaran negara tersebut.

“Kalau saya anggota dewan mau gaji Rp1 miliar sebulan, saya oke. Tapi kamu buka dong anggaran kamu semua. Kementerian semua anggaran dibuka, biar kita tahu setiap sen pajak yang kita bayar dipakai ke mana aja,” ungkap  Ahok.

Transparansi Jadi Kunci

Menurutnya, transparansi adalah kunci agar masyarakat memahami pengelolaan keuangan negara. Tanpa keterbukaan, wacana kenaikan gaji justru akan menimbulkan ketidakpercayaan publik.

Eks Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan, setiap orang yang bekerja berhak mendapatkan gaji besar jika melakukan tugas secara profesional. Namun, hal ini harus dibarengi dengan kinerja yang sesuai dengan tanggung jawab.

Dia menyebut, sebagai lembaga legislatif, DPR RI memiliki peran vital dalam mengawasi penggunaan pajak rakyat.

Selain soal isu kenaikan gaji pokok DPR RI, Ahok juga menyoroti potensi pemborosan berbagai tunjangan pejabat, termasuk tunjangan rumah dan biaya renovasi yang dinilai bisa lebih besar dari gaji pokok.

“Saya bilang menteri mau gaji Rp16 miliar setahun juga boleh. Tapi nggak ada tunjangan rumah. Jangan-jangan tunjangan rumah lu lebih dari Rp20 miliar setahun gara-gara perbaikan, servis, bongkar, rehab,” ujar Ahok.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KUHP dan KUHAP Baru Dijamin Tidak Akan Pidana Sewenang-wenang terhadap Pengkritik Pemerintah

12 Januari 2026 - 05:11 WITA

Revisi KUHAP Atur Pemeriksaan Tersangka Wajib Diawasi CCTV Rekaman

28 Desember 2025 - 09:09 WITA

Senator Stefa Bersama Pemda dan Bulog Menggelar GPM di Sulut

21 Desember 2025 - 10:56 WITA

DPD RI-Dewan Federasi Rusia Perkuat Diplomasi Parlemen

3 Desember 2025 - 11:51 WITA

Komisi III Luruskan Lagi Isu Penyadapan-Penyitaan Jelang Pengesahan RKUHAP

19 November 2025 - 10:20 WITA

Trending di Warta Parlement