Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Adhyaksa

Sidang Korupsi SPAM Pesawaran Berlanjut, dengan Terdakwa Mantan Bupati Dendi Ramadhona

badge-check


					Sidang Korupsi SPAM Pesawaran Berlanjut, dengan Terdakwa Mantan Bupati Dendi Ramadhona Perbesar

Pengadilan Negeri Tanjungkarang kembali menggelar sidang korupsi SPAM Pesawaran dengan terdakwa mantan Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona Cs, Rabu (17/6/2026).

Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kabupaten Pesawaran Tahun Anggaran 2022 ini, senilai Rp7,3 miliar.

Hakim Enan Sugiarto memimpin jalannya sidang yang digelar di ruang Garuda PN Tanjungkarang.

Dalam sidang sebelumnya Kepala Unit PDAM Pesawaran Maidi mengungkapkan, distribusi air dari proyek SPAM hingga kini belum berjalan optimal karena masih ditemukan kebocoran pada jaringan pipa.

“Aliran air ke pelanggan belum maksimal. Saat uji coba masih ditemukan kebocoran di jaringan,” ujar Maidi di persidangan, Kamis (22/5/2026).

Menurut dia, sumber air untuk empat desa berasal dari Cangkuang. Dari hasil pelaksanaan proyek, sambungan rumah atau SR yang terpasang belum seluruhnya aktif menjadi pelanggan PDAM.

Maidi menjelaskan, kuota distribusi air yang tersedia hanya mampu melayani 235 sambungan rumah aktif di tiga desa.

Rinciannya, Desa Pasar Baru sebanyak 76 SR, Way Kepayang 54 SR, dan Umbul Batu 105 SR.

Ia juga menyebut sebagian pelanggan lama kemudian dipindahkan ke jaringan pipa baru SPAM.

Untuk sementara, distribusi air dilakukan menggunakan pipa 4 inch dari sumber air Cangkuang.

Dalam persidangan, Maidi mengaku sempat ada keraguan dari pihak PDAM saat proses serah terima pengelolaan jaringan pada 31 Juli 2023. Penyebabnya, kondisi jaringan saat itu masih mengalami kebocoran.

“Masih ada kebocoran, sehingga pimpinan kami sempat membahas rencana menghadiri serah terima itu,” katanya.

Selain kebocoran, distribusi air juga terkendala posisi jaringan dan kontur wilayah pelanggan yang lebih tinggi. Akibatnya, pengaliran air harus dilakukan bergiliran agar tekanan air tetap bisa menjangkau permukiman warga.

“Informasi ke pelanggan, pengaliran dilakukan sekitar 12 jam supaya tekanan air bisa naik ke wilayah yang lebih tinggi,” ujar Maidi.

Ia menambahkan, warga di Desa Kedondong dan Pasar Baru sudah sekitar satu tahun menerima distribusi air secara bergiliran setelah dilakukan migrasi dari jaringan lama ke jaringan baru SPAM.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

19 Oktober 2026 - 02:55 WITA

KPK OTT Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Diduga Suap Pihak BPK Terkait Audit

16 Oktober 2026 - 02:21 WITA

KPK Tangkap 14 Orang di OTT BNPB Terkait Pengadaan Barang & Jasa

14 Oktober 2026 - 07:08 WITA

Eks Kadis PUPR Boven Digoel Jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi Jalan Rp10,64 Miliar

13 Oktober 2026 - 04:32 WITA

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Didakwa Terima Rp346 Miliar

9 Oktober 2026 - 05:55 WITA

Trending di Warta Adhyaksa