Menu

Mode Gelap
Heboh Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK Setelah Nobar Piala Dunia Aksi Pemulung Ikut Tambal Jalan Rusak di Padang, Warga Mengaku Sudah Dua Wali Kota Tanpa Perbaikan Masyarakat Padati Jalan, Gelaran Festival Budaya Teguhkan Ajeg Budaya Polri Tahan 2 Tersangka Kasus Korupsi Pembiayaan Pengadaan Batu Bara JARR Milik Haji Isam Akui Beli CPO Sitaan Kejaksaan Agung DPR Gerah PNS Dapat Pensiun Seumur Hidup, Kerja Enggak Seberapa

Serba Serbi

Petani Disabilitas di Bulukumba Raup Puluhan Juta dari Selada Hidroponik

badge-check


					Petani Disabilitas di Bulukumba Raup Puluhan Juta dari Selada Hidroponik Perbesar

Program pertanian inklusif bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, mampu membawa petani ke dalam rantai pasok industri.

Melalui program PELITA (Pemberdayaan Lintas Abilitas), kelompok petani disabilitas di wilayah tersebut kini mampu menjadi pemasok tetap sayuran hidroponik untuk kafe, restoran, dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di sejumlah daerah Sulawesi Selatan.

Program yang diinisiasi Manava Foundation itu dijalankan di Dusun Bonto Bulaeng, Bulukumba.

Dalam beberapa bulan terakhir, kelompok petani binaan program tersebut berhasil membukukan pendapatan hingga lebih dari Rp 60 juta dari hasil panen selada hidroponik.

Program Manager PELITA Iqbal Naufal mengatakan, program tersebut dirancang untuk menjawab berbagai tantangan yang selama ini dihadapi penyandang disabilitas di sektor pertanian, mulai dari keterbatasan alat yang ramah disabilitas hingga akses pasar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2022, terdapat 305.217 penyandang disabilitas yang bekerja di sektor pertanian di Indonesia. Namun, sebagian besar masih menghadapi kendala berupa keterbatasan modal, pelatihan, dan kepastian pasar.

Melalui sistem hidroponik inklusif, proses budidaya dirancang lebih ringan dan fleksibel agar dapat disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing petani.

Program itu juga tidak hanya berfokus pada budidaya, tetapi mencakup pendampingan pascapanen, pengendalian kualitas produk, hingga akses pemasaran ke sektor hotel, restoran, dan kafe (HORECA).

“PELITA mengajak petani difabel mengubah kebiasaan yang sebelumnya bertani secara konvensional ke pertanian modern melalui sistem hidroponik,” ujar Iqbal dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).

Pada 2025, kelompok petani PELITA berhasil menanam 22.693 benih selada hidroponik dengan tingkat keberhasilan tumbuh mencapai 81 persen.

Program tersebut menghasilkan lebih dari 1.154 kilogram selada hidroponik. Pendapatan kelompok petani juga meningkat dari Rp 7,2 juta pada Juni menjadi Rp 54 juta pada November 2025.

Salah satu petani binaan program PELITA, Ihwan, mengaku kini telah memiliki penghasilan rutin dari hasil bertani hidroponik.

“Dulu saya belum punya penghasilan tetap sendiri. Sekarang Alhamdulillah saya sudah bisa mendapatkan penghasilan setiap bulan dari hasil bertani,” kata Ihwan.

Selain menjadi sumber ekonomi baru, greenhouse PELITA juga berkembang menjadi ruang pembelajaran pertanian inklusif.

Lokasi tersebut mulai menerima kunjungan mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum untuk mempelajari sistem hidroponik secara langsung. Produk hasil panen petani binaan juga telah dipamerkan dalam sejumlah kegiatan UMKM dan forum NGO di Jakarta.

Pada 2026, Manava Foundation berencana memperluas kapasitas produksi di Bulukumba serta memperkuat jaringan pemasaran ke sektor HORECA dan korporasi berbasis environmental, social, and governance (ESG).

Model pertanian inklusif itu juga akan direplikasi ke daerah lain di Indonesia.

CEO Manava Collective Marisa Thara Wardhani mengatakan, program tersebut menunjukkan bahwa dampak sosial dapat berjalan beriringan dengan peningkatan ekonomi masyarakat.

“Kami percaya model seperti ini tidak hanya menciptakan akses ekonomi bagi kelompok yang selama ini belum memiliki kesetaraan akses dan kesempatan, tetapi juga dapat membantu perusahaan membangun supply chain yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujar Marisa.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

JARR Milik Haji Isam Akui Beli CPO Sitaan Kejaksaan Agung

20 Juli 2026 - 06:27 WITA

Kurangi Ketergantungan Gawai, KKN Unhas Edukasi Siswa SD Permainan Tradisional di Bone

19 Juli 2026 - 06:10 WITA

Pembangunan Tahap II IKN Terus Berjalan, Otorita IKN Lakukan Evaluasi Berkala

17 Juli 2026 - 06:02 WITA

Wimbledon Jadi Bekal Berharga Petenis Muda Indonesia Ethan Jake Frans

14 Juli 2026 - 06:44 WITA

Tak Banyak yang Tahu, 5 Kuliner Indonesia Ini Lahir dari Kemiskinan

13 Juli 2026 - 06:37 WITA

Trending di Serba Serbi