Menu

Mode Gelap
Heboh Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK Setelah Nobar Piala Dunia Aksi Pemulung Ikut Tambal Jalan Rusak di Padang, Warga Mengaku Sudah Dua Wali Kota Tanpa Perbaikan Masyarakat Padati Jalan, Gelaran Festival Budaya Teguhkan Ajeg Budaya Polri Tahan 2 Tersangka Kasus Korupsi Pembiayaan Pengadaan Batu Bara JARR Milik Haji Isam Akui Beli CPO Sitaan Kejaksaan Agung DPR Gerah PNS Dapat Pensiun Seumur Hidup, Kerja Enggak Seberapa

Serba Serbi

Petani Desa Bumi Asih genjot produksi padi perkuat ketahanan pangan

badge-check


					Petani Desa Bumi Asih genjot produksi padi perkuat ketahanan pangan Perbesar

Petani asal Desa Bumi Asih Kecamatan Kelumpang Selatan Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, terus menggenjot produksi padi sawah untuk memperkuat ketahanan pangan di “Bumi Saijaan”.

Ketua Kelompok Tani Desa Bumi Asih Kecamatan Kelumpang Selatan, Suli Sarwono, di Batulicin, Selasa, mengatakan pada periode ini jumlah produksi padi yang dihasilkan oleh petani di Bumi Asih ada peningkatan yang signifikan.

“Pada periode 2025 jumlah produksi padi di Bumi Asih sebanyak 625 ton gabah kering panen (GKP), tahun ini meningkat sekitar 2,88 persen, atau sekitar 643,5 ton GKP,” kata Suli.

Ia menerangkan, varietas atau bibit unggul dan pola penanganan penyakit yang tepat menjadi kunci keberhasilan produksi padi, bahkan pada tahun ini curah hujan yang cukup baik sangat mendukung dalam memenuhi kebutuhan air di sawah.

Lahan seluas sawah di Desa Bumi Asih yang mencapai 90 hektare tersebut dikelola oleh Kelompok tani Maju Makmur seluas 25 hektare, kelompok tani Sido Makmur seluas 25 hektare, Karya bakti seluas 18 hektare dan kelompok tani Harapan Baru mengelola lahan seluas 22 hektare.

Rata-rata para petani melakukan tanam padi  dua sampai tiga kali tanam dalam satu tahun, bahkan target tahun ini produksi padi akan digenjot lebih maksimal lagi dengan menambah jumlah tanam hingga empat kali dalam datu tahun.

Jenis benih yang digunakan menggunakan jenis hibrida mapan 05. Sedangkan jenis inprida inpari nutrizink dan inpari 32.

“Teknik budidaya yang dilakukan menggunakan sistem jajar legowo (Jarwo) super dengan perbandingan dua banding satu, tiga banding satu, empat banding satu dan lima banding satu,” terang Suli.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

JARR Milik Haji Isam Akui Beli CPO Sitaan Kejaksaan Agung

20 Juli 2026 - 06:27 WITA

Kurangi Ketergantungan Gawai, KKN Unhas Edukasi Siswa SD Permainan Tradisional di Bone

19 Juli 2026 - 06:10 WITA

Pembangunan Tahap II IKN Terus Berjalan, Otorita IKN Lakukan Evaluasi Berkala

17 Juli 2026 - 06:02 WITA

Wimbledon Jadi Bekal Berharga Petenis Muda Indonesia Ethan Jake Frans

14 Juli 2026 - 06:44 WITA

Tak Banyak yang Tahu, 5 Kuliner Indonesia Ini Lahir dari Kemiskinan

13 Juli 2026 - 06:37 WITA

Trending di Serba Serbi