Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Serba Serbi

Petani Desa Bumi Asih genjot produksi padi perkuat ketahanan pangan

badge-check


					Petani Desa Bumi Asih genjot produksi padi perkuat ketahanan pangan Perbesar

Petani asal Desa Bumi Asih Kecamatan Kelumpang Selatan Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, terus menggenjot produksi padi sawah untuk memperkuat ketahanan pangan di “Bumi Saijaan”.

Ketua Kelompok Tani Desa Bumi Asih Kecamatan Kelumpang Selatan, Suli Sarwono, di Batulicin, Selasa, mengatakan pada periode ini jumlah produksi padi yang dihasilkan oleh petani di Bumi Asih ada peningkatan yang signifikan.

“Pada periode 2025 jumlah produksi padi di Bumi Asih sebanyak 625 ton gabah kering panen (GKP), tahun ini meningkat sekitar 2,88 persen, atau sekitar 643,5 ton GKP,” kata Suli.

Ia menerangkan, varietas atau bibit unggul dan pola penanganan penyakit yang tepat menjadi kunci keberhasilan produksi padi, bahkan pada tahun ini curah hujan yang cukup baik sangat mendukung dalam memenuhi kebutuhan air di sawah.

Lahan seluas sawah di Desa Bumi Asih yang mencapai 90 hektare tersebut dikelola oleh Kelompok tani Maju Makmur seluas 25 hektare, kelompok tani Sido Makmur seluas 25 hektare, Karya bakti seluas 18 hektare dan kelompok tani Harapan Baru mengelola lahan seluas 22 hektare.

Rata-rata para petani melakukan tanam padi  dua sampai tiga kali tanam dalam satu tahun, bahkan target tahun ini produksi padi akan digenjot lebih maksimal lagi dengan menambah jumlah tanam hingga empat kali dalam datu tahun.

Jenis benih yang digunakan menggunakan jenis hibrida mapan 05. Sedangkan jenis inprida inpari nutrizink dan inpari 32.

“Teknik budidaya yang dilakukan menggunakan sistem jajar legowo (Jarwo) super dengan perbandingan dua banding satu, tiga banding satu, empat banding satu dan lima banding satu,” terang Suli.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

18 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Juri Pencak Silat Dunia Apresiasi Atlet Tapak Suci SMP Muhammadiyah 2 Kroya

16 Oktober 2026 - 02:19 WITA

Panen Perdana AMA di Liagu, Petambak Masih Evaluasi Hasil Budidaya

14 Oktober 2026 - 05:47 WITA

Harga Pangan Hari Ini 12 Oktober: Beras Naik, Cabai Melonjak

12 Oktober 2026 - 05:11 WITA

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

10 Oktober 2026 - 04:58 WITA

Trending di Serba Serbi