Menu

Mode Gelap
Dari Ruang Kelas SMPN 111 Jakarta, Cita-Cita Besar Menggema di Hadapan Presiden Prabowo Nilai ekonomi jamu tembus Rp1,2 triliun, BPOM dorong inovasi herbal Kejagung Geledah Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana IOM serukan penguatan koordinasi lintas batas tekan wabah Ebola Timnas Basket U18 Putri Indonesia kalahkan Singapura KPK Sita Dolar dan Emas dalam OTT Kepala Imigrasi Jakarta Barat

Warta Utama

Ritual Mecak Undat Datah Bilang Diwarnai Lomba Tradisional dan Kesenian

badge-check


					Ritual Mecak Undat Datah Bilang Diwarnai Lomba Tradisional dan Kesenian Perbesar

Masyarakat adat Dayak Kenyah di Kabupaten Mahakam Ulu menggelar ritual adat Mecak Undat Lepek Majau sebagai ungkapan syukur atas hasil panen padi ladang kering yang telah sejak lama dikerjakan. Tradisi ini menjadi bagian penting dalam siklus pertanian masyarakat yang masih menjaga nilai-nilai kearifan lokal daerah.

Pelaksanaan ritual berlangsung di Kampung Datah Bilang Baru dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Selain prosesi adat, kegiatan juga dimeriahkan dengan beragam olahraga tradisional dan lomba kesenian lokal.

Berbagai perlombaan yang digelar antara lain belogo, begasing, hingga menyumpit. Kegiatan tersebut menarik partisipasi masyarakat dari berbagai kalangan dan menjadi sarana pelestarian budaya daerah.

Tidak hanya sebagai hiburan, perlombaan ini juga memiliki makna filosofis yang berkaitan erat dengan tahapan dalam sistem pertanian tradisional masyarakat Dayak Kenyah. Setiap permainan mencerminkan proses yang dilalui sejak awal hingga akhir masa bercocok tanam.

Kepala Adat Kampung Datah Bilang Baru, Jalung Bit, menjelaskan bahwa olahraga tradisional dan kesenian yang dilombakan memiliki nilai simbolis yang mendalam. Hal tersebut menjadi bagian dari edukasi budaya bagi generasi muda.

“Olahraga tradisional dan kesenian yang dilombakan bukan hanya kegiatan seremonial dan hiburan semata, melainkan melambangkan makna dari masa tahap pertanian,” ujar Bit, Jumat, 17 April 2026.

Ia menambahkan bahwa setiap jenis permainan menggambarkan tahapan pertanian, mulai dari proses menebas lahan, menanam, hingga masa panen. Tradisi ini menjadi cara masyarakat dalam menjaga ingatan kolektif terhadap budaya leluhur.

“Permainan seperti belogo, begasing, menyumpit dan lainnya menggambarkan perjalanan pertanian sejak musim menebas, menanam sampai dengan masa panen,” ucapnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Ruang Kelas SMPN 111 Jakarta, Cita-Cita Besar Menggema di Hadapan Presiden Prabowo

3 Juni 2026 - 06:34 WITA

Alumnus Unair Berkarier Jadi Marine Biologist di Maldives

30 Mei 2026 - 01:39 WITA

Kisah Mauliyan dan Ariandi, Orangutan Kurus yang Bertahan di Tengah Krisis Habitat

29 Mei 2026 - 06:36 WITA

Kakek Mujiran di Lampung Ambil Sisa Getah di Kebun PTPN Berujung Dipenjara

25 Mei 2026 - 06:32 WITA

Perjuangan Suami Merawat Istri yang Mengidap Tuberkulosis Tulang

22 Mei 2026 - 07:14 WITA

Trending di Warta Utama