Masyarakat adat Dayak Kenyah di Kabupaten Mahakam Ulu menggelar ritual adat Mecak Undat Lepek Majau sebagai ungkapan syukur atas hasil panen padi ladang kering yang telah sejak lama dikerjakan. Tradisi ini menjadi bagian penting dalam siklus pertanian masyarakat yang masih menjaga nilai-nilai kearifan lokal daerah.
Pelaksanaan ritual berlangsung di Kampung Datah Bilang Baru dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Selain prosesi adat, kegiatan juga dimeriahkan dengan beragam olahraga tradisional dan lomba kesenian lokal.

Berbagai perlombaan yang digelar antara lain belogo, begasing, hingga menyumpit. Kegiatan tersebut menarik partisipasi masyarakat dari berbagai kalangan dan menjadi sarana pelestarian budaya daerah.
Tidak hanya sebagai hiburan, perlombaan ini juga memiliki makna filosofis yang berkaitan erat dengan tahapan dalam sistem pertanian tradisional masyarakat Dayak Kenyah. Setiap permainan mencerminkan proses yang dilalui sejak awal hingga akhir masa bercocok tanam.
Kepala Adat Kampung Datah Bilang Baru, Jalung Bit, menjelaskan bahwa olahraga tradisional dan kesenian yang dilombakan memiliki nilai simbolis yang mendalam. Hal tersebut menjadi bagian dari edukasi budaya bagi generasi muda.
“Olahraga tradisional dan kesenian yang dilombakan bukan hanya kegiatan seremonial dan hiburan semata, melainkan melambangkan makna dari masa tahap pertanian,” ujar Bit, Jumat, 17 April 2026.
Ia menambahkan bahwa setiap jenis permainan menggambarkan tahapan pertanian, mulai dari proses menebas lahan, menanam, hingga masa panen. Tradisi ini menjadi cara masyarakat dalam menjaga ingatan kolektif terhadap budaya leluhur.
“Permainan seperti belogo, begasing, menyumpit dan lainnya menggambarkan perjalanan pertanian sejak musim menebas, menanam sampai dengan masa panen,” ucapnya.
****









