Menu ✖

Mode Gelap
Polisi Tahan Eks Kadis dan Eks Kabid Kominfo Sulut Terkait Dugaan Korupsi Kerja Sama Media Rp7,5 Miliar Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna: Dua Tahun Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri Tanamkan Cinta Bahari Sejak Dini, KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 Sambut Kunjungan Pelajar di Nunukan Di Universitas Indonesia, Kabaharkam Tegaskan Kepercayaan Publik Jadi Ukuran Keberhasilan Polri China Minta Politikus Filipina Tak Bikin Panas Hubungan Antar Negara Kejati Sultra Tetapkan Karo Ekonomi Tersangka Korupsi Jamuan Rp4,2 Miliar

Warta Polri

Menko Yusril Bahas Peran Penting Polri dalam Pembangunan Negara Hukum

badge-check


					Menko Yusril Bahas Peran Penting Polri dalam Pembangunan Negara Hukum Perbesar

Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, berbicara soal peran penting Polri dalam menyukseskan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Yusril mengatakan Polri merupakan garda terdepan dalam urusan hukum.

Hal itu disampaikan Yusril dalam Rakernis Divisi Hukum (Divkum) Polri di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (16/4/2026). Dia mulanya menyebutkan Polri berada pada persimpangan fungsi pemerintahan, pelayanan publik, dan penegakan hukum.

Menurut dia, Polri bertugas menjaga ketertiban sosial, menjamin rasa aman, dan perlindungan hak warga negara. Selain itu, katanya, Polri berperan dalam sistem pidana.

“Sinkronisasi dengan Asta Cita harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak sekadar mengamankan program pemerintah, melainkan memastikan Polri bergerak sejalan dengan strategi pembangunan negara hukum,” kata Yusril.

Yusril mengatakan Polri memegang kunci efektivitas hukum. Divisi Hukum Polri harus menjadi jantung perbaikan institusi.

“Divisi Hukum adalah dapur konseptual yang menentukan apakah perubahan besar dalam hukum pidana nasional akan benar-benar terinternalisasi ke dalam peraturan, prosedur, pendidikan, bantuan hukum, dan praktik kelembagaan Polri,” ucap Yusril.

Watak dasar Polri menurut UUD 1945 adalah pelayan negara hukum, bukan semata-mata perangkat untuk memaksakan kehendak negara,” imbuhnya.

Yusril menyebutkan reformasi hukum pidana nasional adalah agenda lintas lembaga. Menurut dia, Polri sebagai mitra kunci yang diharapkan bisa menerjemahkan kebijakan tersebut dalam praktik yang tertib, adil, dan manusiawi.

“Polri sebagai pintu masuk utama sistem peradilan pidana, mampu memahami dan melaksanakan semangat hukum yang baru itu,” ujarnya.

Yusril juga menekankan reformasi Polri merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Dia menyebutkan kekuatan bangsa bergantung pada ketegasan hukum dan keadilan.

“Presiden menyatakan, ‘Saya selalu tekankan, keberhasilan suatu bangsa terletak pada kemampuannya menegakkan kekuasaan hukum. Harus ada kepastian hukum yang melahirkan keadilan’. Hal ini menunjukkan pentingnya reformasi Polri yang pada akhirnya harus bermuara pada penguatan negara hukum, bukan hanya pada penataan organisasi,” pungkas Yusril.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Di Universitas Indonesia, Kabaharkam Tegaskan Kepercayaan Publik Jadi Ukuran Keberhasilan Polri

22 Oktober 2026 - 02:58 WITA

Satu Tahun di Afrika Tengah, 140 Personel FPU 7 Raih Penghargaan atas Misi Perdamaian

20 Oktober 2026 - 03:30 WITA

Polri Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesadaran Digital untuk Hindari Penipuan Online

17 Oktober 2026 - 03:43 WITA

Polri Tetapkan 223 Orang dan 9 Perusahaan Sawit Tersangka Karhutla

15 Oktober 2026 - 07:18 WITA

Bareskrim Polri Buru Bandar Besar Narkoba ke Kampung Ambon dan Boncos

13 Oktober 2026 - 04:29 WITA

Trending di Warta Polri