Menu

Mode Gelap
Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik 12 Pasang Atlet TNI AU Siap Berjuang, Kobarkan Semangat Prestasi di Piala Panglima TNI 2026 Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok Sherina Munaf Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu

Warta Polri

Menko Yusril Bahas Peran Penting Polri dalam Pembangunan Negara Hukum

badge-check


					Menko Yusril Bahas Peran Penting Polri dalam Pembangunan Negara Hukum Perbesar

Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, berbicara soal peran penting Polri dalam menyukseskan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Yusril mengatakan Polri merupakan garda terdepan dalam urusan hukum.

Hal itu disampaikan Yusril dalam Rakernis Divisi Hukum (Divkum) Polri di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (16/4/2026). Dia mulanya menyebutkan Polri berada pada persimpangan fungsi pemerintahan, pelayanan publik, dan penegakan hukum.

Menurut dia, Polri bertugas menjaga ketertiban sosial, menjamin rasa aman, dan perlindungan hak warga negara. Selain itu, katanya, Polri berperan dalam sistem pidana.

“Sinkronisasi dengan Asta Cita harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak sekadar mengamankan program pemerintah, melainkan memastikan Polri bergerak sejalan dengan strategi pembangunan negara hukum,” kata Yusril.

Yusril mengatakan Polri memegang kunci efektivitas hukum. Divisi Hukum Polri harus menjadi jantung perbaikan institusi.

“Divisi Hukum adalah dapur konseptual yang menentukan apakah perubahan besar dalam hukum pidana nasional akan benar-benar terinternalisasi ke dalam peraturan, prosedur, pendidikan, bantuan hukum, dan praktik kelembagaan Polri,” ucap Yusril.

Watak dasar Polri menurut UUD 1945 adalah pelayan negara hukum, bukan semata-mata perangkat untuk memaksakan kehendak negara,” imbuhnya.

Yusril menyebutkan reformasi hukum pidana nasional adalah agenda lintas lembaga. Menurut dia, Polri sebagai mitra kunci yang diharapkan bisa menerjemahkan kebijakan tersebut dalam praktik yang tertib, adil, dan manusiawi.

“Polri sebagai pintu masuk utama sistem peradilan pidana, mampu memahami dan melaksanakan semangat hukum yang baru itu,” ujarnya.

Yusril juga menekankan reformasi Polri merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Dia menyebutkan kekuatan bangsa bergantung pada ketegasan hukum dan keadilan.

“Presiden menyatakan, ‘Saya selalu tekankan, keberhasilan suatu bangsa terletak pada kemampuannya menegakkan kekuasaan hukum. Harus ada kepastian hukum yang melahirkan keadilan’. Hal ini menunjukkan pentingnya reformasi Polri yang pada akhirnya harus bermuara pada penguatan negara hukum, bukan hanya pada penataan organisasi,” pungkas Yusril.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan

1 September 2026 - 05:21 WITA

Bareskrim Polri Jerat Bos Kasino di Batam dengan Pasal TPPU

29 Agustus 2026 - 05:41 WITA

Polri Ajak Masyarakat Cermat Sikapi Informasi di Ruang Digital

25 Agustus 2026 - 07:21 WITA

Mengenal Sosok Kombes Pol Jerrold Kumontoy, Danup Penurunan Bendera Merah Putih HUT RI ke-81 di Istana

21 Agustus 2026 - 05:34 WITA

BNN Sergap Kapal MV Ocean Porter Pengangkut 2,6 Ton Narkoba

19 Agustus 2026 - 05:11 WITA

Trending di Warta Polri