Menu

Mode Gelap
Dari Ruang Kelas SMPN 111 Jakarta, Cita-Cita Besar Menggema di Hadapan Presiden Prabowo Nilai ekonomi jamu tembus Rp1,2 triliun, BPOM dorong inovasi herbal Kejagung Geledah Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana IOM serukan penguatan koordinasi lintas batas tekan wabah Ebola Timnas Basket U18 Putri Indonesia kalahkan Singapura KPK Sita Dolar dan Emas dalam OTT Kepala Imigrasi Jakarta Barat

Warta Polri

Menko Yusril Bahas Peran Penting Polri dalam Pembangunan Negara Hukum

badge-check


					Menko Yusril Bahas Peran Penting Polri dalam Pembangunan Negara Hukum Perbesar

Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, berbicara soal peran penting Polri dalam menyukseskan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Yusril mengatakan Polri merupakan garda terdepan dalam urusan hukum.

Hal itu disampaikan Yusril dalam Rakernis Divisi Hukum (Divkum) Polri di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (16/4/2026). Dia mulanya menyebutkan Polri berada pada persimpangan fungsi pemerintahan, pelayanan publik, dan penegakan hukum.

Menurut dia, Polri bertugas menjaga ketertiban sosial, menjamin rasa aman, dan perlindungan hak warga negara. Selain itu, katanya, Polri berperan dalam sistem pidana.

“Sinkronisasi dengan Asta Cita harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak sekadar mengamankan program pemerintah, melainkan memastikan Polri bergerak sejalan dengan strategi pembangunan negara hukum,” kata Yusril.

Yusril mengatakan Polri memegang kunci efektivitas hukum. Divisi Hukum Polri harus menjadi jantung perbaikan institusi.

“Divisi Hukum adalah dapur konseptual yang menentukan apakah perubahan besar dalam hukum pidana nasional akan benar-benar terinternalisasi ke dalam peraturan, prosedur, pendidikan, bantuan hukum, dan praktik kelembagaan Polri,” ucap Yusril.

Watak dasar Polri menurut UUD 1945 adalah pelayan negara hukum, bukan semata-mata perangkat untuk memaksakan kehendak negara,” imbuhnya.

Yusril menyebutkan reformasi hukum pidana nasional adalah agenda lintas lembaga. Menurut dia, Polri sebagai mitra kunci yang diharapkan bisa menerjemahkan kebijakan tersebut dalam praktik yang tertib, adil, dan manusiawi.

“Polri sebagai pintu masuk utama sistem peradilan pidana, mampu memahami dan melaksanakan semangat hukum yang baru itu,” ujarnya.

Yusril juga menekankan reformasi Polri merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Dia menyebutkan kekuatan bangsa bergantung pada ketegasan hukum dan keadilan.

“Presiden menyatakan, ‘Saya selalu tekankan, keberhasilan suatu bangsa terletak pada kemampuannya menegakkan kekuasaan hukum. Harus ada kepastian hukum yang melahirkan keadilan’. Hal ini menunjukkan pentingnya reformasi Polri yang pada akhirnya harus bermuara pada penguatan negara hukum, bukan hanya pada penataan organisasi,” pungkas Yusril.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kakorlantas: Idul Adha jadi momentum tingkatkan keikhlasan dan pengabdian

29 Mei 2026 - 06:32 WITA

Polisi Proses Laporan Anak Penulis Depok ke Hercules soal Penyekapan

23 Mei 2026 - 08:56 WITA

Tiga Personel Polda Sulut Raih Medali Perunggu di Kapolri Cup 2026

22 Mei 2026 - 07:08 WITA

Musim Haji 2026, Polri Gagalkan Keberangkatan Ilegal

20 Mei 2026 - 02:46 WITA

Polri Ungkap Peran 320 WNA dalam Kasus Judol di Jakarta

11 Mei 2026 - 06:06 WITA

Trending di Warta Polri