Menu

Mode Gelap
Hashim: Indonesia Dapat 150 Juta Barel Minyak APH Diminta Segera Mengusut Tuntas Terkait Dugaan Penerbitan Memo Siluman untuk Kontrak Kuota Angkutan Batubara Paus Leo XIV Kunjungi Guinea Khatulistiwa, Serukan Perdamaian Dunia Delapan ASN Kemenaker terbukti peras 20 perusahaan izin TKA Rp130 M MPR: Komitmen bersama dibutuhkan demi wujudkan semangat Kartini Residivis Bandar Narkoba di Pangkalpinang Ditangkap, Polisi Sita 2 Kg Sabu

Warta Nusantara

Bupati Edy Raya: 30 Desa di Barsel Rawan Bencana Karhutla

badge-check


					Bupati Edy Raya: 30 Desa di Barsel Rawan Bencana Karhutla Perbesar

Kalteng, infokatulistiwanews.com – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) menegaskan pentingnya langkah mitigasi berbasis komunitas untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya.

Hal itu disampaikan Bupati Barito Selatan Eddy Raya Samsuri dalam Rakor Evaluasi Penanganan Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025, yang digelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (16/10/2025).

Rakor tersebut dipimpin oleh Plt Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Leonard S. Ampung dan diikuti oleh para kepala daerah, Forkopimda, serta instansi teknis lintas kabupaten/kota.

Dalam kesempatan itu, Eddy Raya menyampaikan bahwa sebanyak 30 desa di Barsel masih tergolong rawan karhutla, terutama di wilayah dengan pola pembukaan lahan pertanian tradisional.

“Kami terus berupaya mengedukasi masyarakat agar beralih ke cara bercocok tanam yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya.

Edy juga mengapresiasi langkah BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran Provinsi Kalteng yang telah mengaktifkan Pos Lapangan Masyarakat Peduli Api (Poslap MPA) di enam titik desa dan kelurahan di Barsel.

Inisiatif ini membantu memperkuat kesiapsiagaan warga di lapangan. Pihaknya berharap dukungan seperti ini terus diperluas.

Menurut data BPBD Barito Selatan, sepanjang tahun 2025 tercatat 23 kejadian karhutla dengan total luasan 42,55 hektare, serta 79 titik panas yang terdeteksi melalui satelit BRIN Fire Hotspot. Sebaran tertinggi berada di Kecamatan Gunung Bintang Awai dan Dusun Selatan.

Eddy Raya menambahkan, Pemkab Barsel juga tengah mendorong penguatan transfer teknologi pertanian tanpa bakar, peningkatan peran kelompok tani, serta kolaborasi lintas sektor dalam mengelola lahan secara berkelanjutan.

“Penanganan karhutla bukan hanya tugas pemerintah, tetapi gerakan bersama. Jika masyarakat sadar dan terlibat aktif, maka risiko kebakaran bisa ditekan secara signifikan,” pungkasnya.

Pewarta: Taufik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hashim: Indonesia Dapat 150 Juta Barel Minyak

23 April 2026 - 13:30 WITA

Hasil Pemeriksaan BPK 2025: Soroti Menko Pangan-Menteri Kesehatan

22 April 2026 - 11:36 WITA

Teleponan dengan PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Urea ke Australia

22 April 2026 - 07:53 WITA

Media Asing Sorot Temuan Sumur Gas Raksasa RI

22 April 2026 - 07:23 WITA

KLH Kejar Denda 1.369 Perusahaan Biang Kerok Bencana

21 April 2026 - 05:56 WITA

Trending di Warta Nusantara