Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok Sherina Munaf Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan

Warta Nusantara

Presiden Prabowo Targetkan Bangun 3 Juta Rumah Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

badge-check


					Presiden Prabowo Targetkan Bangun 3 Juta Rumah Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah Perbesar

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen pemerintahannya untuk membangun 3 juta rumah layak huni bagi masyarakat, terutama yang berpenghasilan rendah. Program ini disebutnya sebagai salah satu cita-cita besar untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui penyediaan hunian yang terjangkau dan bermartabat.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan saat Presiden meresmikan akad massal 26 ribu Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) sekaligus menyerahkan kunci rumah secara simbolis di Pesona Kahuripan 10, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin (29/9).

Acara serah terima kunci diwarnai suasana haru dan penuh kegembiraan. Para penerima manfaat—mulai dari petani, pedagang kecil, buruh pabrik, hingga pengemudi ojek online—tak kuasa menahan air mata bahagia saat akhirnya bisa memiliki rumah sendiri.

Presiden Prabowo yang hadir langsung di tengah masyarakat mengaku ikut merasakan kebahagiaan tersebut. Ia menyebut capaian 26 ribu unit rumah ini justru melampaui target awal yang dicanangkan.

“Alhamdulillah akhirnya saya hadir dan walaupun tidak sesuai dengan janji. Janjinya 25 ribu, ternyata yang dihasilkan 26 ribu,” ujar Prabowo, disambut tepuk tangan meriah para hadirin.

Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi bukti nyata adanya perubahan mentalitas di kalangan pejabat dan penyelenggara program. Menurutnya, birokrasi kini lebih mengutamakan hasil ketimbang sekadar janji.

“Biasanya janji setinggi langit, hasilnya tak sampai. Nah, kali ini dibalik, janji 25 ribu hasilnya lebih dari yang dijanjikan. Berarti sudah ada tanda-tanda perubahan, tanda-tanda transformasi, terutama transformasi mental, pikiran dari para pejabat, para pemimpin,” tegasnya.

Presiden juga mengumumkan penambahan kuota rumah subsidi dari 220 ribu unit menjadi 350 ribu unit, dengan bunga tetap sebesar 5 persen. Kebijakan ini diharapkan semakin memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah layak huni.

“Ini langkah konkret pemerintah untuk memastikan rakyat kecil tidak hanya bermimpi, tetapi benar-benar bisa memiliki rumah yang nyaman dan terjangkau,” kata Prabowo.

Program pembangunan 3 juta rumah menjadi bagian dari visi besar Presiden Prabowo dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain sebagai kebutuhan dasar, rumah juga dianggap sebagai simbol kesejahteraan dan martabat keluarga.

Dengan capaian awal yang melampaui target, pemerintah optimistis agenda pembangunan perumahan rakyat dapat terus berlanjut secara konsisten di seluruh wilayah Indonesia.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi

2 September 2026 - 04:33 WITA

Rangkuman Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto 26,27-28 Agustus 2026

29 Agustus 2026 - 11:17 WITA

Presiden Prabowo: Bagaimana Kita Punya Ratusan Helikopter kalau Tak Ada Uang? Korupsi Harus Diperangi

26 Agustus 2026 - 06:00 WITA

Presiden Prabowo Susuri Lahan Terbakar di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Optimal

22 Agustus 2026 - 11:45 WITA

Fatimah Az-Zahra Sosok Kartini Masa Kini

20 Agustus 2026 - 15:02 WITA

Trending di Warta Nusantara