Menu

Mode Gelap
Hashim: Indonesia Dapat 150 Juta Barel Minyak APH Diminta Segera Mengusut Tuntas Terkait Dugaan Penerbitan Memo Siluman untuk Kontrak Kuota Angkutan Batubara Paus Leo XIV Kunjungi Guinea Khatulistiwa, Serukan Perdamaian Dunia Delapan ASN Kemenaker terbukti peras 20 perusahaan izin TKA Rp130 M MPR: Komitmen bersama dibutuhkan demi wujudkan semangat Kartini Residivis Bandar Narkoba di Pangkalpinang Ditangkap, Polisi Sita 2 Kg Sabu

Warta Nusantara

Presiden Prabowo Targetkan Bangun 3 Juta Rumah Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

badge-check


					Presiden Prabowo Targetkan Bangun 3 Juta Rumah Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah Perbesar

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen pemerintahannya untuk membangun 3 juta rumah layak huni bagi masyarakat, terutama yang berpenghasilan rendah. Program ini disebutnya sebagai salah satu cita-cita besar untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui penyediaan hunian yang terjangkau dan bermartabat.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan saat Presiden meresmikan akad massal 26 ribu Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) sekaligus menyerahkan kunci rumah secara simbolis di Pesona Kahuripan 10, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin (29/9).

Acara serah terima kunci diwarnai suasana haru dan penuh kegembiraan. Para penerima manfaat—mulai dari petani, pedagang kecil, buruh pabrik, hingga pengemudi ojek online—tak kuasa menahan air mata bahagia saat akhirnya bisa memiliki rumah sendiri.

Presiden Prabowo yang hadir langsung di tengah masyarakat mengaku ikut merasakan kebahagiaan tersebut. Ia menyebut capaian 26 ribu unit rumah ini justru melampaui target awal yang dicanangkan.

“Alhamdulillah akhirnya saya hadir dan walaupun tidak sesuai dengan janji. Janjinya 25 ribu, ternyata yang dihasilkan 26 ribu,” ujar Prabowo, disambut tepuk tangan meriah para hadirin.

Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi bukti nyata adanya perubahan mentalitas di kalangan pejabat dan penyelenggara program. Menurutnya, birokrasi kini lebih mengutamakan hasil ketimbang sekadar janji.

“Biasanya janji setinggi langit, hasilnya tak sampai. Nah, kali ini dibalik, janji 25 ribu hasilnya lebih dari yang dijanjikan. Berarti sudah ada tanda-tanda perubahan, tanda-tanda transformasi, terutama transformasi mental, pikiran dari para pejabat, para pemimpin,” tegasnya.

Presiden juga mengumumkan penambahan kuota rumah subsidi dari 220 ribu unit menjadi 350 ribu unit, dengan bunga tetap sebesar 5 persen. Kebijakan ini diharapkan semakin memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah layak huni.

“Ini langkah konkret pemerintah untuk memastikan rakyat kecil tidak hanya bermimpi, tetapi benar-benar bisa memiliki rumah yang nyaman dan terjangkau,” kata Prabowo.

Program pembangunan 3 juta rumah menjadi bagian dari visi besar Presiden Prabowo dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain sebagai kebutuhan dasar, rumah juga dianggap sebagai simbol kesejahteraan dan martabat keluarga.

Dengan capaian awal yang melampaui target, pemerintah optimistis agenda pembangunan perumahan rakyat dapat terus berlanjut secara konsisten di seluruh wilayah Indonesia.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hashim: Indonesia Dapat 150 Juta Barel Minyak

23 April 2026 - 13:30 WITA

Hasil Pemeriksaan BPK 2025: Soroti Menko Pangan-Menteri Kesehatan

22 April 2026 - 11:36 WITA

Teleponan dengan PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Urea ke Australia

22 April 2026 - 07:53 WITA

Media Asing Sorot Temuan Sumur Gas Raksasa RI

22 April 2026 - 07:23 WITA

KLH Kejar Denda 1.369 Perusahaan Biang Kerok Bencana

21 April 2026 - 05:56 WITA

Trending di Warta Nusantara