Menu

Mode Gelap
Heboh Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK Setelah Nobar Piala Dunia Aksi Pemulung Ikut Tambal Jalan Rusak di Padang, Warga Mengaku Sudah Dua Wali Kota Tanpa Perbaikan Masyarakat Padati Jalan, Gelaran Festival Budaya Teguhkan Ajeg Budaya Polri Tahan 2 Tersangka Kasus Korupsi Pembiayaan Pengadaan Batu Bara JARR Milik Haji Isam Akui Beli CPO Sitaan Kejaksaan Agung DPR Gerah PNS Dapat Pensiun Seumur Hidup, Kerja Enggak Seberapa

Serba Serbi

10 Provinsi Indonesia yang Jadi Eksportir Terbesar TKI

badge-check


					10 Provinsi Indonesia yang Jadi Eksportir Terbesar TKI Perbesar

Seiring dinamika globalisasi dan meningkatnya kompleksitas kebutuhan hidup di Indonesia, generasi muda menjadi terdorong untuk mencari peluang penghidupan di luar negeri.

Migrasi internasional menjadi pilihan menarik bagi banyak orang yang menghadapi keterbatasan lapangan kerja dan kenaikan biaya hidup di negara asal, dengan harapan memperoleh pekerjaan yang lebih baik dan pendapatan yang lebih tinggi.

Pekerjaan di negara tujuan migrasi dinilai mampu memberikan imbal hasil ekonomi yang lebih tinggi atau setara dengan ekspektasi mereka.

Bank Dunia (2017) mencatat bahwa pekerja migran Indonesia yang sebelumnya telah bekerja di dalam negeri umumnya mengalami peningkatan penghasilan sebesar empat hingga enam kali lipat setelah bermigrasi ke luar negeri.

Selain itu, fenomena pekerja migran internasional muncul sebagai respons terhadap kebutuhan tenaga kerja di luar negeri, kurangnya peluang di negara asal, dan adanya informasi yang memotivasi perpindahan.

Jawa Barat Penyumbang Migran Terbesar

Menurut data Survey Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2024 milik Badan Pusat Statistik (BPS),

tiga provinsi penyumbang pekerja migran terbesar semuanya berasal dari Pulau Jawa. Ketiga provinsi tersebut adalah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah, dengan total kontribusi sebesar 53,3 %.

Selain ketiga provinsi di Pulau Jawa, Nusa Tenggara Barat juga menjadi provinsi penyumbang pekerja migran terbesar Menurut data Sakernas 2024, sebuah pola yang konsisten sejak 2023.

Dari seluruh pekerja yang pernah bekerja di luar negeri dalam lima tahun terakhir, 53,3 % bertempat tinggal di perkotaan dan 46,7 % bertempat tinggal di pedesaan.

Fenomena ini mencerminkan bahwa motivasi untuk bekerja sebagai pekerja migran Indonesia tidak lagi terbatas pada wilayah tertentu, melainkan telah menyebar secara merata di kalangan masyarakat dari berbagai daerah tempat tinggal, baik yang berasal dari kawasan perkotaan maupun pedesaan.

Malaysia Menjadi Destinasi Utama

Hampir separuh dari pekerja Indonesia yang bekerja di luar negeri pernah bekerja di Malaysia, yaitu sekitar 46,3%, atau sebesar 209.500 jiwa.

Di posisi kedua ada Arab Saudi, dengan 56.600 warga Indonesia yang pernah bekerja di sana atau sekitar 13,0%. Sementara itu, negara tujuan lainnya yang banyak diminati pekerja Indonesia adalah China Taipei (Taiwan) (9,2%), Singapura (8,5%), dan Hong Kong (3,8%)

Tingginya minat pekerja migran Indonesia untuk bekerja di Malaysia justru diiringi oleh berbagai permasalahan. Permasalahan ini meliputi perekrutan yang tidak adil, pelanggaran hak-hak pekerja migran Indonesia, hingga kekerasan fisik di tempat kerja.

Banyaknya Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Malaysia, pada 2022 Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Malaysia menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) mengenai Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Sektor Domestik di Malaysia. Tujuan MoU ini adalah untuk meningkatkan perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia sektor rumah tangga di Malaysia.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

JARR Milik Haji Isam Akui Beli CPO Sitaan Kejaksaan Agung

20 Juli 2026 - 06:27 WITA

Kurangi Ketergantungan Gawai, KKN Unhas Edukasi Siswa SD Permainan Tradisional di Bone

19 Juli 2026 - 06:10 WITA

Pembangunan Tahap II IKN Terus Berjalan, Otorita IKN Lakukan Evaluasi Berkala

17 Juli 2026 - 06:02 WITA

Wimbledon Jadi Bekal Berharga Petenis Muda Indonesia Ethan Jake Frans

14 Juli 2026 - 06:44 WITA

Tak Banyak yang Tahu, 5 Kuliner Indonesia Ini Lahir dari Kemiskinan

13 Juli 2026 - 06:37 WITA

Trending di Serba Serbi