TNI menyiagakan 66.510 personel untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan kebakaran huran dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia.
Data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Sabtu (22/8), karhutla tersebar di berbagai titik atau hotspot di Indonesia, dengan rincian Sumatra 97 titik, Kalimantan 210 titik, Jawa 72 titik, Nusa Tenggara 112 titik, Sulawesi 22 titik, serta Papua dan Maluku 680 titik.

“Dari kekuatan 66.510 personel yang disiagakan tersebut, sebanyak 16.740 personel dikerahkan untuk menangani karhutla di sejumlah wilayah, hari Jumat (21/8),” tutur Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Muhammad Nas dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2026).
Nas mengatakan, pengerahan personel dilakukan sesuai kebutuhan dan perkembangan situasi di lapangan.
“Dengan mengutamakan kecepatan respons, efektivitas penanganan serta upaya mencegah kebakaran meluas,” kata Nas.
Dalam pelaksanaannya, TNI bersinergi dengan Polri, pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran, Manggala Agni, serta unsur terkait lainnya.
Sinergi tersebut dilakukan melalui kegiatan pemantauan, patroli, pemadaman, pendinginan, dan langkah-langkah pencegahan, termasuk melibatkan masyarakat dalam menjaga wilayah dari potensi terjadinya karhutla.
“Dengan kekuatan personel yang siap digerakkan dan dukungan sarana prasarana yang tersedia, TNI memastikan penanganan karhutla dapat dilaksanakan secara cepat dan terpadu sesuai perkembangan situasi di lapangan,” kata Kapuspen TNI.
****









