Menu

Mode Gelap
Ketua DPD Puji Diplomasi Prabowo di Rusia: FTA Dongkrak Ekonomi Daerah Selamatkan Masa Depan Anak, Densus 88 Bangun Mekanisme Pemulihan dan Pendampingan Terpadu di Sumsel IdeaFest 2026 Usung Tema Rehumanize di Era AI, Ajak Manusia Lebih Bijak Gunakan Teknologi Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik 12 Pasang Atlet TNI AU Siap Berjuang, Kobarkan Semangat Prestasi di Piala Panglima TNI 2026 Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu

Warta Daerah

Stimulan Bedah Rumah Bebani Warga Miskin

badge-check


					Stimulan Bedah Rumah Bebani Warga Miskin Perbesar

Komisi IV DPRD Tabanan meminta pemerintah daerah mengubah pola program bedah rumah dengan sistem stimulan. Karena dinilai stimulan belakangan ini malah membebani masyarakat miskin alias kurang mampu.

Permintaan itu mencuat dalam Rapat Kerja (Raker) internal pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tabanan Tahun Anggaran 2025 di DPRD Tabanan, Rabu (25/3/2026).

Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana menegaskan, sistem stimulan yang saat ini diterapkan melalui Dinas PUPRPKP perlu dievaluasi total. Pasalnya, di lapangan bantuan yang diberikan hanya berupa bahan bangunan, sementara biaya tenaga kerja harus ditanggung penerima.

“Ini sangat memberatkan. Bahkan ada warga sampai menjaminkan sertifikat rumah ke bank untuk bayar tukang, dan akhirnya terancam kehilangan rumah,” tegasnya.

Selain itu, dewan juga menemukan bantuan yang diberikan belum sepenuhnya layak karena tidak mencakup komponen penting seperti pintu dan jendela. “Jadi kondisi membuat hasil program bedah rumah tidak maksimal,” jelasnya.

Atas temuan itu, Komisi IV mendorong agar pola program dikembalikan seperti sebelumnya saat ditangani Dinas Sosial, di mana pemerintah menyediakan bantuan secara utuh, baik material maupun tenaga kerja, sehingga rumah dapat selesai dan layak huni tanpa membebani penerima.

Meski memberi catatan keras pada program bedah rumah, Komisi IV tetap mengapresiasi capaian kinerja Pemkab Tabanan sepanjang 2025. Raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) secara berturut-turut serta penghargaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas inovasi pelayanan menjadi indikator positif.

Program Bunga Desa (Bupati Berkantor di Desa) juga dinilai sebagai inovasi yang berhasil mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. “Prestasi ini menjadi modal penting bagi pembangunan Tabanan ke depan,” ujar Wastana.

Selain sektor perumahan, dewan turut menyoroti layanan kesehatan yang belum optimal, khususnya pada Puskesmas rawat inap 24 jam dan UGD 12 jam akibat keterbatasan tenaga medis dan sarana prasarana. Dampaknya, beban pelayanan di RSUD Tabanan meningkat dan berkontribusi pada persoalan keuangan rumah sakit.

Di sisi lain, Komisi IV juga mengingatkan adanya tekanan terhadap APBD akibat pembiayaan pegawai P3K dan P3K paruh waktu. “Jadi Pemerintah daerah ditengah melakukan efisiensi anggaran dengan tetap memprioritaskan pelayanan dasar bagi masyarakat,” pintanya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu

3 September 2026 - 05:21 WITA

Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya

31 Agustus 2026 - 09:09 WITA

El Nino Picu Migrasi Ikan, Nelayan Kecil Hadapi Beban Ongkos Melaut

29 Agustus 2026 - 05:42 WITA

Jalan ke Kawasan Baduy Lebak Rusak, Tokoh Adat Harap Segera Diperbaiki

28 Agustus 2026 - 04:53 WITA

Update Gempa NTT: 91 Orang Meninggal, 1.286 Luka dan 161.084 Mengungsi

24 Agustus 2026 - 05:48 WITA

Trending di Warta Daerah