Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Daerah

El Nino Picu Migrasi Ikan, Nelayan Kecil Hadapi Beban Ongkos Melaut

badge-check


					El Nino Picu Migrasi Ikan, Nelayan Kecil Hadapi Beban Ongkos Melaut Perbesar

Pemanasan suhu permukaan laut akibat fenomena El Nino memicu migrasi ikan lebih jauh dari wilayah pesisir. Kondisi ini berdampak langsung pada pembengkakan biaya operasional nelayan tradisional.

Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Dani Setiawan, mendorong pemerintah merancang skema bantuan khusus untuk memitigasi dampak El Nino bagi nelayan skala kecil.

“Menurut saya penting juga, kita dorong juga agar ada skema khusus dari pemerintah untuk mengantisipasi dampak El Nino itu sejauh mana. Pemerintah punya instrumen untuk melakukan itu, dan kalau memang dibutuhkan, ada program-program jangka pendek untuk bantalan sosial, itu menurut saya sesuatu yang sangat dinantikan, atau sangat dibutuhkan oleh nelayan,” kata Dani di Semarang, Kamis (27/8/2026).

Dani menjelaskan anomali cuaca tersebut mengharuskan nelayan skala kecil berlayar keluar dari wilayah tangkapan rutin. Nelayan terpaksa mencari ikan hingga ke perairan yang lebih dalam dan jauh dari pesisir. Situasi tersebut secara langsung memperbesar konsumsi bahan bakar dan meningkatkan risiko keselamatan selama berlayar.

“Sebenarnya sudah ada banyak riset yang menemukan bahwa akibat dari pemanasan permukaan laut, itu menyebabkan migrasi ikan ke tempat yang lebih hangat, daripada daerah pesisir yang panas. Ini punya konsekuensi bagi bertambahnya ongkos melaut, karena ikan-ikan yang tadi ada di fishing ground nelayan, yang tradisional dia harus mencari lebih jauh lagi,” ujar Dani.

Sejauh ini, pemerintah dinilai belum memberikan intervensi langsung untuk mengatasi kesulitan nelayan akibat El Nino. Dani membandingkan situasi tersebut dengan masa pandemi ketika nelayan mendapatkan bantuan khusus akibat keterbatasan melaut.

Menurut dia, langkah adaptasi dan mitigasi yang mendesak saat ini meliputi jaminan keselamatan serta kepastian pasokan bahan bakar minyak dengan harga lebih murah bagi nelayan kecil.

Dampak Ganda El Nino Sebelumnya, Koordinator Nasional Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) Said Abdullah menyoroti dampak ganda fenomena El Nino bagi sektor kelautan. Pemanasan iklim ini membawa sisi positif sekaligus ancaman serius bagi keberlangsungan ekosistem pesisir.

Dari sisi negatif, lonjakan suhu laut secara drastis memicu pemutihan terumbu karang global yang berpotensi merusak fondasi rantai makanan laut. Cuaca pesisir yang tidak menentu juga menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pelayaran nelayan skala kecil.

Namun, di sisi lain, Said menyebutkan El Nino memicu peningkatan fenomena naiknya massa air laut dingin yang kaya nutrisi ke permukaan. Kondisi perairan tersebut justru menciptakan area tangkapan yang sangat subur.

Menghadapi krisis iklim dan anomali tersebut, KRKP melalui platform Koalisi Sistem Pangan Lestari terus mendorong praktik perikanan berkelanjutan melalui penangkapan dan budidaya yang ramah lingkungan.

Selain itu, Said menuturkan nelayan skala kecil perlu dilibatkan secara langsung dalam kebijakan adaptasi iklim nasional sekaligus menerima jaminan perlindungan ekonomi akibat dampak perubahan iklim.

Pemberdayaan kelembagaan masyarakat pesisir juga perlu dilakukan melalui diversifikasi usaha serta adopsi teknologi ramah lingkungan, seperti pendingin bertenaga surya, agar kualitas tangkapan nelayan tetap terjaga.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jalan Rusak Parah, Warga Desa Wolokelo Swadaya Gotong Royong Lakukan Perbaikan

17 Oktober 2026 - 03:45 WITA

APH Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Setda Barito Timur

15 Oktober 2026 - 07:15 WITA

Kebakaran Cagar Alam Gunung Lokon Tomohon Hanguskan 100 Hektare Lahan

14 Oktober 2026 - 10:25 WITA

Protes Tambang Galian C, Warga Puncu Kediri Keluhkan Jalan Rusak dan Sulit Air

13 Oktober 2026 - 04:27 WITA

GAMKI Mengabdi 2026 Layani 120 Lansia di Itawaka, Dorong Deteksi Dini Penyakit

11 Oktober 2026 - 04:56 WITA

Trending di Warta Daerah