Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok Sherina Munaf Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan

Warta Daerah

Sopir Malaysia Kritik Jalan Rusak di Kaltara Bikin Warga Terjebak hingga Sakit

badge-check


					Sopir Malaysia Kritik Jalan Rusak di Kaltara Bikin Warga Terjebak hingga Sakit Perbesar

Video memperlihatkan buruknya kondisi jalan di wilayah Apokayan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, yang berbatasan dengan Malaysia beredar. Sopir yang disebut merupakan warga Malaysia mengeluhkan jalan berlumpur hingga membuat mobil terjebak dan para penumpang kelaparan.

Dilansir Kamis (25/6/2026), pria yang berprofesi sebagai sopir penyuplai sembako dari Malaysia ke Apokayan ini memperlihatkan antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat. Mereka merupakan rombongan kontingen asal Apokayan yang tengah dalam perjalanan menghadiri Konferensi Wilayah (Konwil) IV Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Kaltara.

“Perusahaan Indon kuat tipu lah. Tengoklah anak-anak di sini sudah menangis dan menahan lapar karena seharian menunggu surutnya air. Perusahaan Indon bikin tipu-tipu masyarakat saja. Indon bikin jalan ini tidak pandai Ho, semua kendaraan nyangkut dan tidak bisa lewat,” ucap pria tersebut dengan logat Melayu.

Dia menyebut mobil harus menunggu air surut agar bisa melintasi jalur yang rusak parah. Pria itu juga mempertanyakan keberadaan alat berat di lokasi yang dianggapnya tidak melakukan perbaikan, khususnya di titik yang dikenal warga sebagai Jembatan 35.

Plt Camat Kayan Hulu sekaligus Kepala Badan Perbatasan Kabupaten Malinau (Kaban), Setim Ala, membenarkan insiden warga yang terjebak. Dia juga meluruskan soal alat berat dan status jalan yang dikritik.

“Jalan yang masyarakat lalui selama ini sebenarnya adalah jalan trans nasional yang merupakan tanggung jawab penuh pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten Malinau sudah berupaya memperbaiki semampunya menggunakan alat dari kecamatan,” jelas Setim.

Setim mengatakan alat berat itu merupakan bantuan dari Pemkab Malinau dan bukan untuk mengurus jalan nasional. Dia juga membenarkan soal kontingen yang kelaparan hingga jatuh sakit. Kontingen gabungan dari Kecamatan Kayan Hulu, Kayan Selatan, dan Kayan Hilir awalnya memprediksi perjalanan hanya memakan waktu satu hari.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu

3 September 2026 - 05:21 WITA

Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya

31 Agustus 2026 - 09:09 WITA

El Nino Picu Migrasi Ikan, Nelayan Kecil Hadapi Beban Ongkos Melaut

29 Agustus 2026 - 05:42 WITA

Jalan ke Kawasan Baduy Lebak Rusak, Tokoh Adat Harap Segera Diperbaiki

28 Agustus 2026 - 04:53 WITA

Update Gempa NTT: 91 Orang Meninggal, 1.286 Luka dan 161.084 Mengungsi

24 Agustus 2026 - 05:48 WITA

Trending di Warta Daerah