Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Teken Perpres Kesehatan, Atur Integrasi Layanan dari Pusat hingga Desa Rossa Sebut Nama Baiknya Dijadikan Ajang Cari Cuan Clickbait Lewat Link Afiliasi Kepergok ke Kedai Kopi, Napi Korupsi Dipindah ke Lapas Nusakambangan Harga BBM Pertamina Naik, Pertamax Turbo Melejit Jadi Rp19.400 Potret Gereja Pertama IKN, Ada Makna di Balik Desain Indahnya Komisi IX DPR RI Dorong Optimalisasi Program Magang untuk Kurangi Pengangguran Sarjana

Warta Daerah

Sekolah Rusak Parah, Pemkab Sampang Siasati KBM Secara Bergantian di SDN Pangelen 1

badge-check


					Sekolah Rusak Parah, Pemkab Sampang Siasati KBM Secara Bergantian di SDN Pangelen 1 Perbesar

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jawa Timur menyiasati keberlangsungan kegiatan belajar mengajar (KBM) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pangelen 1 secara bergantian menyusul rusaknya salah satu ruang kelas di sekolah itu akibat bencana angin kencang.

Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang M Yusuf, Sabtu, menuturkan, ruang kelas yang mengalami kerusakan adalah ruangan untuk siswa kelas 6.

“Kejadiannya pada Jumat (14/4) malam sekitar pukul 22.00 WIB setelah terjadi hujan deras yang disertai angin kencang,” katanya.

Ia menjelaskan, ruang kelas tersebut memang sudah lama dilaporkan rusak oleh pihak sekolah, akan tetapi belum dapat diperbaiki karena Pemkab Sampang belum memiliki anggaran perbaikan.

“Sebelum kejadian ambruknya ruang kelas tersebut, pihak sekolah memang sudah melaporkan kepada kami, bahwa salah satu ruang kelas di SDN 1 Pangelen itu tidak layak digunakan,” katanya.

Disdik Sampang, sambung dia, sempat meninjau secara langsung laporan sekolah dan mengusulkan untuk dilakukan perbaikan kepada pemerintah pusat melalui kementerian terkait.

“Kami juga menyarankan agar ruang kelas tersebut tidak ditempati dan KBM dilakukan secara bergantian, bersama siswa kelas 5,” katanya.

Menurut M Yusuf, SDN Pengelen 1 merupakan satu dari 138 sekolah yang terdata rusak dan telah diusulkan untuk diperbaiki kepada pemerintah pusat.

“Jenis kerusakan dari ratusan sekolah ini beragam. Ada karena lapuk dimakan usia, ada juga yang rusak karena musibah bencana alam,” katanya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kepergok ke Kedai Kopi, Napi Korupsi Dipindah ke Lapas Nusakambangan

18 April 2026 - 07:01 WITA

Dikonfirmasi Dugaan Proyek Tidak Sesuai Spek, Kadiskes Sukamara, Ari Junita Bungkam

17 April 2026 - 05:27 WITA

Hari Seni Sedunia 2026 Jadi Penguat Solidaritas dan Ekonomi Kreatif

17 April 2026 - 05:16 WITA

Disinyalir Terdapat Penyalahgunaan Anggaran TA 2023-2024 di PUPRPRKP Sukamara, APH Didesak Segera Usut Tuntas

16 April 2026 - 08:06 WITA

Satgas PKH Diminta Segera Tindak Tegas Terkait Operasional PT KBP di Barsel yang Diduga Ilegal

16 April 2026 - 05:54 WITA

Trending di Warta Daerah