Menu

Mode Gelap
Dari Ruang Kelas SMPN 111 Jakarta, Cita-Cita Besar Menggema di Hadapan Presiden Prabowo Nilai ekonomi jamu tembus Rp1,2 triliun, BPOM dorong inovasi herbal Kejagung Geledah Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana IOM serukan penguatan koordinasi lintas batas tekan wabah Ebola Timnas Basket U18 Putri Indonesia kalahkan Singapura KPK Sita Dolar dan Emas dalam OTT Kepala Imigrasi Jakarta Barat

Warta Internasional

Sekjen PBB: Konflik Iran Bisa Lepas Kendali, Dunia Terancam Menderita

badge-check


					Sekjen PBB: Konflik Iran Bisa Lepas Kendali, Dunia Terancam Menderita Perbesar

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Kamis (19/3/2026), menyeru Israel dan Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan operasi terhadap Iran karena berisiko lepas kendali, menyebabkan penderitaan besar bagi warga sipil serta berdampak pada perekonomian global.

“Sudah saatnya supremasi hukum mengalahkan hukum kekuatan. Sudah saatnya diplomasi mengalahkan perang,” kata Guterres kepada wartawan di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) para pemimpin Uni Eropa.

Sekjen PBB itu juga mendesak Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz di tengah serangan militer AS dan Israel terhadap negara tersebut.

Guterres juga meminta Iran menghentikan serangan balasan terhadap negara-negara tetangga di kawasan Teluk, dengan alasan bahwa negara-negara tersebut “tidak pernah menjadi pihak dalam konflik ini.”

“Penutupan berkepanjangan Selat Hormuz menyebabkan penderitaan besar bagi banyak orang di seluruh dunia yang tidak ada kaitannya dengan konflik ini,” kata Guterres menegaskan.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran merespons dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Eskalasi di sekitar Iran telah menyebabkan terhentinya secara de facto lalu lintas di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, yang berdampak pada ekspor dan produksi minyak di kawasan.

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dalam pidato pertamanya pada 12 Maret menyatakan bahwa Selat Hormuz harus tetap ditutup, dan menyebutnya sebagai alat tekanan dalam konflik dengan AS dan Israel.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

IOM serukan penguatan koordinasi lintas batas tekan wabah Ebola

3 Juni 2026 - 06:30 WITA

Gema Takbir di Paris, Diaspora Indonesia Rasakan Kehangatan Iduladha Bersama Presiden Prabowo

27 Mei 2026 - 13:37 WITA

Tambang Emas Longsor Kubur Penambang Hidup-Hidup, 28 Tewas

26 Mei 2026 - 03:12 WITA

9 WNI Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Turki Sebelum Pulang ke RI

23 Mei 2026 - 08:58 WITA

Kemlu Kecam Penculikan Relawan & Jurnalis Indonesia oleh Israel

19 Mei 2026 - 02:23 WITA

Trending di Warta Internasional