Menu

Mode Gelap
Sosok Ibrahim Al Abrar, Bocah SD Boyolali Penemu Celah Keamanan Web NASA Eks Pejabat Dinas PUTR Batu Bara Divonis 6 Tahun di Kasus Korupsi Jalan Rp 43 M Kisah April DA7 yang Menginspirasi, Ketekunan Bawa Dirinya dari Jalanan ke Dunia Hiburan Presiden Prabowo: LNG Abadi Masela Jadi Tonggak Kemandirian Energi dan Mesin Baru Kemakmuran Rakyat Ledakan Gudang Amunisi Tewaskan 1 Prajurit dan Enam Lainnya Terluka, TNI AD Bentuk Tim Investigasi 1,2 Juta NIK Warga Miskin Dibobol, Ombudsman Desak Dinsos-Diskomdigi Benahi Sistem Keamanan Digital

Warta Internasional

2 Jet Tempur Tabrakan di Udara Gegara Pilot Selfie, AU Minta Maaf

badge-check


					2 Jet Tempur Tabrakan di Udara Gegara Pilot Selfie, AU Minta Maaf Perbesar

Insiden tabrakan dua jet tempur di udara diduga dipicu aksi swafoto pilot. Ini menjadi salah satu kecelakaan militer yang menjadi sorotan publik.

Angkatan Udara Korea Selatan (Korsel) akhirnya buka suara terkait insiden tabrakan dua jet tempur pada 2021. Insiden tersebut kini terungkap dipicu aksi tidak disiplin pilot yang mengambil foto selfie dan merekam video saat penerbangan.

Dalam pernyataan resminya, juru bicara angkatan udara menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas insiden tersebut.

“Kami dengan tulus meminta maaf kepada publik atas kekhawatiran yang disebabkan oleh kecelakaan yang terjadi pada tahun 2021,” ujarnya dalam konferensi pers, seperti dikutip dari The Guardian, Minggu (5/7/2026).

Permintaan maaf ini muncul setelah Dewan Audit dan Inspeksi Korea Selatan merilis hasil investigasi terbaru. Laporan itu menyebut, manuver tak terencana demi pengambilan gambar pribadi menjadi penyebab utama tabrakan dua jet tempur F-15K saat latihan formasi di dekat Daegu pada Desember 2021.

Dalam kronologinya, salah satu pilot pendamping mencoba mengabadikan momen penerbangan terakhirnya bersama unit dengan merekam gambar. Ia melakukan manuver tajam, yakni menanjak dan memiringkan pesawat tanpa izin, untuk mendapatkan sudut kamera yang lebih baik. Sementara itu, pilot lain turut merekam video dari pesawat utama.

Saat jarak kedua jet makin dekat, kedua awak sempat mencoba menghindar. Namun, bagian ekor pesawat pendamping tetap menghantam sayap jet utama hingga menyebabkan kerusakan signifikan.

Total kerugian akibat insiden ini mencapai sekitar US$600.000 atau setara Rp10,78 miliar (Rp17.994/US$). Beruntung, tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut.

Dewan audit menyimpulkan pilot pendamping sebagai pihak yang paling bertanggung jawab. Meski begitu, otoritas juga menyoroti lemahnya pengawasan angkatan udara terhadap aktivitas pengambilan gambar selama penerbangan pada saat itu.

Sebagai konsekuensi, pilot tersebut telah dijatuhi sanksi berat, termasuk diskors dari tugas penerbangan dan diwajibkan mengganti sekitar sepersepuluh dari total biaya kerusakan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kelab Malam di Thailand Terbakar Habis, 27 Orang Tewas-22 Kritis

13 Juli 2026 - 06:49 WITA

Korea Selatan Gratiskan Biaya Visa Buat Turis

2 Juli 2026 - 06:28 WITA

Malaysia Turunkan Harga BBM per 1 Juli

28 Juni 2026 - 10:26 WITA

Korban Tewas Gempa Kembar Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang

27 Juni 2026 - 01:46 WITA

PM Inggris Resmi Mengundurkan Diri

22 Juni 2026 - 11:03 WITA

Trending di Warta Internasional