Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Internasional

2 Jet Tempur Tabrakan di Udara Gegara Pilot Selfie, AU Minta Maaf

badge-check


					2 Jet Tempur Tabrakan di Udara Gegara Pilot Selfie, AU Minta Maaf Perbesar

Insiden tabrakan dua jet tempur di udara diduga dipicu aksi swafoto pilot. Ini menjadi salah satu kecelakaan militer yang menjadi sorotan publik.

Angkatan Udara Korea Selatan (Korsel) akhirnya buka suara terkait insiden tabrakan dua jet tempur pada 2021. Insiden tersebut kini terungkap dipicu aksi tidak disiplin pilot yang mengambil foto selfie dan merekam video saat penerbangan.

Dalam pernyataan resminya, juru bicara angkatan udara menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas insiden tersebut.

“Kami dengan tulus meminta maaf kepada publik atas kekhawatiran yang disebabkan oleh kecelakaan yang terjadi pada tahun 2021,” ujarnya dalam konferensi pers, seperti dikutip dari The Guardian, Minggu (5/7/2026).

Permintaan maaf ini muncul setelah Dewan Audit dan Inspeksi Korea Selatan merilis hasil investigasi terbaru. Laporan itu menyebut, manuver tak terencana demi pengambilan gambar pribadi menjadi penyebab utama tabrakan dua jet tempur F-15K saat latihan formasi di dekat Daegu pada Desember 2021.

Dalam kronologinya, salah satu pilot pendamping mencoba mengabadikan momen penerbangan terakhirnya bersama unit dengan merekam gambar. Ia melakukan manuver tajam, yakni menanjak dan memiringkan pesawat tanpa izin, untuk mendapatkan sudut kamera yang lebih baik. Sementara itu, pilot lain turut merekam video dari pesawat utama.

Saat jarak kedua jet makin dekat, kedua awak sempat mencoba menghindar. Namun, bagian ekor pesawat pendamping tetap menghantam sayap jet utama hingga menyebabkan kerusakan signifikan.

Total kerugian akibat insiden ini mencapai sekitar US$600.000 atau setara Rp10,78 miliar (Rp17.994/US$). Beruntung, tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut.

Dewan audit menyimpulkan pilot pendamping sebagai pihak yang paling bertanggung jawab. Meski begitu, otoritas juga menyoroti lemahnya pengawasan angkatan udara terhadap aktivitas pengambilan gambar selama penerbangan pada saat itu.

Sebagai konsekuensi, pilot tersebut telah dijatuhi sanksi berat, termasuk diskors dari tugas penerbangan dan diwajibkan mengganti sekitar sepersepuluh dari total biaya kerusakan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Singapura Layangkan Peringatan ke 7 Perusahaan Indonesia Terkait Kabut Asap

17 Oktober 2026 - 03:38 WITA

RI Dorong ACAFTA Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM

15 Oktober 2026 - 06:45 WITA

PBB Desak Investigasi Serangan Terhadap Bandara Internasional Riyadh

13 Oktober 2026 - 04:33 WITA

Indonesia Juara Umum Kompetisi Olahraga-Budaya ISCG 2026 di Pakistan

10 Oktober 2026 - 05:03 WITA

Bos IMF Ngomel ke Negara-Negara Maju, Utang Dunia Bakal 100% PDB

8 Oktober 2026 - 05:21 WITA

Trending di Warta Internasional