Menu

Mode Gelap
Hashim: Indonesia Dapat 150 Juta Barel Minyak APH Diminta Segera Mengusut Tuntas Terkait Dugaan Penerbitan Memo Siluman untuk Kontrak Kuota Angkutan Batubara Paus Leo XIV Kunjungi Guinea Khatulistiwa, Serukan Perdamaian Dunia Delapan ASN Kemenaker terbukti peras 20 perusahaan izin TKA Rp130 M MPR: Komitmen bersama dibutuhkan demi wujudkan semangat Kartini Residivis Bandar Narkoba di Pangkalpinang Ditangkap, Polisi Sita 2 Kg Sabu

Serba Serbi

Sekda Barut Secara Resmi Membuka Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Kabupaten Barito Utara Tahun 2025

badge-check


					Sekda Barut Secara Resmi Membuka Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Kabupaten Barito Utara Tahun 2025 Perbesar

Barito Utara, Infokatulistiwanews.com – Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Kabupaten Barito Utara Tahun 2025 kembali digelar dengan semangat baru dalam pelestarian bahasa daerah. Tahun ini bahasa Teboyan secara resmi masuk ke dalam program revitalisasi bersama dua bahasa yang telah lebih dahulu direvitalisasi, yakni bahasa Bakumpai dan Manyan.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Barito Utara, Drs. Muhlis, mewakili Bupati Barut berlangsung di Cafe Kopi Itah, pada Sabtu (18/10/2025).
Festival ini diikuti oleh 206 siswa dari 47 sekolah tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Barito Utara.

Sebagai bentuk konkret pelestarian bahasa ibu, Pemerintah Kabupaten Barito Utara mengeluarkan kebijakan penting melalui Instruksi Bupati Barito Utara Nomor 400.3.5/897.a/DISDIK/X/2025 tertanggal 6 Oktober 2025.

Instruksi ini mewajibkan seluruh satuan pendidikan di wilayah Kabupaten Barito Utara untuk menggunakan bahasa daerah setiap hari Kamis pada minggu pertama setiap bulan dalam kegiatan pembelajaran maupun interaksi sekolah.

Instruksi tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara, dan akan segera disosialisasikan secara menyeluruh oleh Dinas Pendidikan.

“Tahun ini menjadi tonggak penting, karena kita menambah satu lagi bahasa daerah dalam program revitalisasi, yaitu bahasa Taboyan. Ini menunjukkan komitmen kuat Barito Utara untuk menjaga keberagaman bahasa sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara Syahmiluddin A Surapati.

“Kami juga menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh Bapak Bupati dan Wakil Bupati, hingga lahirnya Instruksi Bupati yang mewajibkan penggunaan bahasa daerah di sekolah. Ini bukan hanya simbolis, tapi langkah strategis membentuk kebiasaan dan sikap positif terhadap bahasa ibu sejak usia dini,” tambahnya.

Ke depan kata Syahmiluddin, pihaknya akan mengusulkan bahasa Dusun Malang dan bahasa-bahasa lokal lainnya untuk ikut dalam program revitalisasi. “Ini bukan hanya soal bahasa, tapi identitas dan warisan budaya yang harus terus hidup,” tegasnya.

Festival Tunas Bahasa Ibu 2025 ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam melestarikan bahasa daerah.

Momentum peluncuran kebijakan penggunaan bahasa daerah di sekolah menjadi bagian penting dalam menumbuhkan kembali kebanggaan terhadap bahasa ibu di kalangan generasi muda Barito Utara.

Hadir dalam peresmian pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu Tahun 2025, Sekretaris Daerah Barut, Drs. Muhlis, Unsur Forkopimda, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan tengah atau yang mewakili, Kepala Dinas Pendidikan Barut dan Jajaran, Ketua Tim Penggerak PKK, Maya Safitri Shalahuddin, Ketua GOW Barut, Mira Felix Tingan, Guru-guru dan Siswa peserta lomba, serta undangan lainnya.

Pewarta: Beni Sentosa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dianggap Hama di RI, Ikan Sapu-sapu Justru Kuliner Favorit Amazon

23 April 2026 - 03:29 WITA

AFC Women’s Football Day 2026 di Nusantara, Tumbuhkan Semangat Sepak Bola Putri Sejak Dini

22 April 2026 - 07:37 WITA

Modal Rp100 Ribu, 10 Ibu Rumah Tangga Ini Sekarang Produksi 600 Botol Sehari

21 April 2026 - 05:54 WITA

Panjat tebing jadikan Asian Beach Games pemanasan ke Asian Games 2026

21 April 2026 - 05:47 WITA

Pecahkan Rekor MURI, TMII Tampilkan 1.000 Penari dari 34 Provinsi

20 April 2026 - 10:18 WITA

Trending di Serba Serbi