Menu

Mode Gelap
Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI

Warta Entertainment

Pelangi di Mars’ Resmi Tayang, Film Sci-Fi Keluarga yang Angkat Mimpi Anak Indonesia ke Level Dunia

badge-check


					Pelangi di Mars’ Resmi Tayang, Film Sci-Fi Keluarga yang Angkat Mimpi Anak Indonesia ke Level Dunia Perbesar

Meluncurnya film sci-fi keluarga Pelangi di Mars di seluruh bioskop Indonesia Mahakarya Pictures dan sutradara Upie Guava ini, hadir sebagai karya seni yang membawakan pengaruh besar untuk perkembangan imajinasi anak-anak.

Film Pelangi di Mars bukanlah hanya sekedar tontonan libur Lebaran, namun merupakan bukti nyata bahwa imajinasi dan teknologi anak bangsa mampu menembus batas galaksi.

Pelangi di Mars membawa penonton dalam petualangan visual yang seru, edukatif, dan penuh imajinasi, mengajak anak-anak Indonesia menjelajahi Planet Merah dengan standar kualitas yang belum pernah ada sebelumnya di perfilman Indonesia.

Perjalanan panjang selama lebih dari lima tahun ini melibatkan ratusan talenta terbaik dari seluruh penjuru Indonesia. Mereka bersatu dengan satu misi: mendorong maju perfilman Indonesia ke level dunia.

Pelangi di Mars mencatatkan diri sebagai film Indonesia pertama yang menggunakan teknologi Extended Reality (XR) secara masif, sebuah inovasi mutakhir yang bahkan masih tergolong baru di industri perfilman global.

Bukan Sekadar Film, Namun Dedikasi Ratusan Kreator
Di balik kemegahan visualnya, film ini menyimpan cerita tentang dedikasi dan mimpi kolektif. Produser Dendi Reynando mengenang sebuah momen mengharukan saat acara JAFF Market, di mana ia bertemu dengan salah satu 3D animator dari vendor yang terlibat dalam proyek ini.

“Dia datang jauh-jauh hanya untuk berterima kasih karena desainnya bisa menjadi bagian dari film ini. Dari situ saya menyadari bahwa Pelangi di Mars jauh lebih besar dari sekadar saya dan Upie; film ini adalah milik kita semua, milik ratusan orang yang telah menaruh hatinya di sini,” ungkap Dendi.

Senada dengan Dendi, sutradara Upie Guava menegaskan bahwa film ini adalah sebuah gerakan kolektif para seniman visual Indonesia.

“Film ini adalah bentuk usaha maksimal dari dedikasi para editor, animator, VFX artists, dan ratusan orang lain yang menyumbangkan bakatnya. Ini bukan sekadar proyek, namun sebuah gerakan. Kami persembahkan film ini untuk anak-anak Indonesia dan kalian semua yang percaya akan kekuatan dari sebuah mimpi,” tutur Upie.

Dibintangi oleh Messi Gusti, Lutesha, Myesha Lin, Rio Dewanto, dan Livy Renata, serta didukung suara ikonik dari Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Bimo Kusumo, Vanya Rivani, hingga Dimitri Arditya, film ini siap menjadi pengalaman menonton yang tak terlupakan.

Film ini bercerita tentang Agus, seorang anak dari keluarga sederhana yang memiliki semangat besar untuk sekolah meski hidup dalam keterbatasan. Bersama teman-temannya, ia menjalani hari-hari penuh perjuangan demi mendapatkan pendidikan yang layak.

Awalnya, Agus digambarkan sebagai anak yang ceria dan penuh harapan. Ia berangkat sekolah dengan segala keterbatasan, mulai dari fasilitas hingga kondisi ekonomi keluarga. Dalam perjalanannya, Agus dan teman-temannya menghadapi berbagai rintangan, seperti jarak sekolah yang jauh, keterbatasan biaya, hingga tekanan keluarga.

Seiring waktu, konflik memuncak ketika kondisi ekonomi memaksa Agus dihadapkan pada pilihan sulit: tetap sekolah atau membantu orang tua mencari nafkah. Di titik ini, semangat Agus mulai goyah, namun dukungan dari teman dan lingkungan membuatnya kembali bangkit.

Pada akhirnya, Agus memilih untuk tetap memperjuangkan pendidikannya. Meski tidak semua masalah terselesaikan secara sempurna, ia berhasil membuktikan bahwa tekad dan kerja keras mampu membawanya melangkah lebih jauh. Harapan tentang masa depan tetap menyala, menjadi “pelangi” di tengah kehidupan yang keras.

Film ini menekankan bahwa pendidikan adalah kunci untuk mengubah nasib, dan mimpi tidak ditentukan oleh latar belakang ekonomi. Selain itu, film ini juga mengajarkan pentingnya ketekunan, persahabatan, dan semangat pantang menyerah dalam menghadapi berbagai keterbatasan hidup.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Film “Lobang Buaya” dijadwalkan ditayangkan di bioskop mulai 1 Oktober 2026

29 Agustus 2026 - 11:12 WITA

Jadi Tersangka Kasus Narkoba, Artis Revaldo Dijerat Pasal Berlapis

26 Agustus 2026 - 05:58 WITA

Pameran Asrul Sani Telusuri Perjalanan Kreatif Maestro Film Indonesia

22 Agustus 2026 - 05:42 WITA

Ratna Sari Dewi Soekarno Hadiri HUT RI ke 81 di Istana Negara

20 Agustus 2026 - 05:12 WITA

Sejumlah Artis yang Hadir di Upacara Peringatan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan HUT RI Ke-81

17 Agustus 2026 - 07:17 WITA

Trending di Warta Entertainment