Menu ✖

Mode Gelap
Polisi Tahan Eks Kadis dan Eks Kabid Kominfo Sulut Terkait Dugaan Korupsi Kerja Sama Media Rp7,5 Miliar Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna: Dua Tahun Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri Tanamkan Cinta Bahari Sejak Dini, KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 Sambut Kunjungan Pelajar di Nunukan Di Universitas Indonesia, Kabaharkam Tegaskan Kepercayaan Publik Jadi Ukuran Keberhasilan Polri China Minta Politikus Filipina Tak Bikin Panas Hubungan Antar Negara Kejati Sultra Tetapkan Karo Ekonomi Tersangka Korupsi Jamuan Rp4,2 Miliar

Warta Internasional

Astronot Artemis II Kembali ke Bumi Usai Misi Bersejarah Mengelilingi Bulan

badge-check


					Astronot Artemis II Kembali ke Bumi Usai Misi Bersejarah Mengelilingi Bulan Perbesar

Misi luar angkasa Artemis II berhasil menorehkan sejarah baru setelah kapsul Orion yang membawa empat astronot kembali dengan selamat ke Bumi pada Jumat (10/4/2026), usai hampir 10 hari menjelajah luar angkasa. Ini menjadi penerbangan manusia pertama ke sekitar Bulan dalam lebih dari setengah abad.

Kapsul Orion milik NASA yang dijuluki Integrity mendarat di Samudra Pasifik, lepas pantai California Selatan, setelah melakukan perjalanan sejauh lebih dari 1,1 juta kilometer. Misi ini membawa para astronaut hingga jarak 252.756 mil dari Bumi—lebih jauh dibandingkan penerbangan manusia sebelumnya.

Pendaratan Presisi dan Uji Teknologi Kunci

Pendaratan (splashdown) berlangsung mulus dengan bantuan parasut di laut yang tenang. Komentator NASA menyebutnya sebagai “pendaratan tepat sasaran sempurna”.

Komandan misi Reid Wiseman memastikan seluruh awak dalam kondisi baik sesaat setelah kapsul menyentuh air. Tim penyelamat dari Angkatan Laut AS kemudian mengevakuasi keempat astronot dalam waktu kurang dari dua jam.

Selain Wiseman, awak misi terdiri dari Victor Glover, Christina Koch, serta astronaut Kanada Jeremy Hansen.

Tahap kembali ke Bumi menjadi bagian paling berisiko dalam misi ini. Kapsul Orion harus menahan panas ekstrem hingga sekitar 2.760 derajat Celsius saat memasuki atmosfer dengan kecepatan 32 kali kecepatan suara. Uji ini membuktikan ketahanan perisai panas (heat shield) dalam kondisi ekstrem.

Tonggak Baru Menuju Misi Bulan dan Mars

Peluncuran misi dilakukan dari Florida pada 1 April menggunakan roket Space Launch System. Para astronot mengelilingi Bumi dua kali sebelum melanjutkan perjalanan mengitari sisi jauh Bulan.

Misi ini menjadi penerbangan berawak pertama ke Bulan sejak era program Apollo pada 1960-an dan 1970-an. Selain itu, misi ini juga mencatat sejarah dengan keterlibatan astronot kulit hitam pertama, perempuan pertama, dan non-warga AS pertama dalam misi lunar.

Keberhasilan Artemis II menjadi langkah penting menuju target NASA untuk mendaratkan manusia kembali di Bulan pada akhir dekade ini, sekaligus membuka jalan bagi eksplorasi manusia ke Mars.

Persaingan Global dan Tantangan Anggaran

NASA menargetkan pendaratan manusia di Bulan sebelum China, yang juga berambisi mengirim astronot ke sana sekitar tahun 2030. Program Artemis sendiri melibatkan berbagai mitra internasional dan perusahaan swasta seperti SpaceX dan Blue Origin.

Namun, ambisi ini juga dihadapkan pada tantangan internal, termasuk pengurangan tenaga kerja dan rencana pemotongan anggaran lembaga tersebut.

Presiden AS Donald Trump turut mengapresiasi keberhasilan misi ini, menyebut perjalanan tersebut “spektakuler” dan pendaratannya “sempurna”.

Antusiasme Publik Global

Misi Artemis II menarik perhatian global, dengan lebih dari 3 juta penonton menyaksikan pendaratan secara langsung melalui siaran daring NASA. Keberhasilan ini kembali menegaskan peran penting sains dan teknologi di tengah dinamika global.

Dengan selesainya Artemis II, fokus NASA kini beralih ke misi berikutnya, termasuk Artemis III yang direncanakan sebagai tahap lanjutan menuju pendaratan manusia di permukaan Bulan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

China Minta Politikus Filipina Tak Bikin Panas Hubungan Antar Negara

21 Oktober 2026 - 02:33 WITA

Singapura Layangkan Peringatan ke 7 Perusahaan Indonesia Terkait Kabut Asap

17 Oktober 2026 - 03:38 WITA

RI Dorong ACAFTA Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM

15 Oktober 2026 - 06:45 WITA

PBB Desak Investigasi Serangan Terhadap Bandara Internasional Riyadh

13 Oktober 2026 - 04:33 WITA

Indonesia Juara Umum Kompetisi Olahraga-Budaya ISCG 2026 di Pakistan

10 Oktober 2026 - 05:03 WITA

Trending di Warta Internasional