Menu

Mode Gelap
Hashim: Indonesia Dapat 150 Juta Barel Minyak APH Diminta Segera Mengusut Tuntas Terkait Dugaan Penerbitan Memo Siluman untuk Kontrak Kuota Angkutan Batubara Paus Leo XIV Kunjungi Guinea Khatulistiwa, Serukan Perdamaian Dunia Delapan ASN Kemenaker terbukti peras 20 perusahaan izin TKA Rp130 M MPR: Komitmen bersama dibutuhkan demi wujudkan semangat Kartini Residivis Bandar Narkoba di Pangkalpinang Ditangkap, Polisi Sita 2 Kg Sabu

Serba Serbi

Orangutan Mungky dan Dodo Kembali ke Borneo, Sambut Hidup Baru di IKN

badge-check


					Orangutan Mungky dan Dodo Kembali ke Borneo, Sambut Hidup Baru di IKN Perbesar

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Kaltim dan Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD) berkolaborasi menyejahterakan orangutan di pulau suaka, yakni Pulau Kelawasan Sepaku, di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Sebagai bagian dari visi mewujudkan lingkungan hidup dan budaya Nusantara yang lestari, YAD bekerja sama dengan pemerintah, mendirikan sebuah Pusat Suaka Orangutan (PSO) Arsari,” kata Wakil Ketua YAD, S Indrawati Djojohadikusumo di Sepaku, Sabtu, (12/9/2025).

Salah satu tujuan dari PSO Arsari adalah untuk melestarikan orangutan yang merupakan salah satu spesies kunci dengan satwa berstatus terancam punah (critically endangered).

Indrawati melanjutkan, PSO Arsari yang didirikan pada 2019 ini untuk mendukung konservasi orangutan dan satwa liar lainnya beserta habitatnya di wilayah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan kawasan IKN.

“Melalui kerja sama tripartit antara Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dan YAD, PSO Arsari memiliki keinginan untuk memberikan kesejahteraan bagi orangutan jantan dewasa, khususnya yang tidak lagi dapat dilepasliarkan ke alam bebas,” ujarnya.

Ia bercerita, saat ini ada dua individu orangutan (pongo pygmaeus) yaitu Mungky dan Dodo, sudah selangkah lebih dekat untuk kembali hidup di habitat mereka, setelah lebih dari satu dekade hidup sebagai hewan peliharaan ilegal.

Dalam beberapa bulan terakhir Mungky dan Dodo berhasil ditranslokasi ke PSO Arsari yang terletak di area HGB PT ITCI Kartika Utama, Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), kawasan IKN.

Mungky dan Dodo sebelumnya dipelihara secara ilegal, kemudian diselamatkan dan ditampung di Sintang Orangutan Center (SOC) di Kalimantan Barat dan di Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPS Cikananga) di Jawa Barat.

Mereka diharapkan dapat tinggal di Pulau Kelawasan, sebuah pulau yang sedang dikembangkan menjadi pulau suaka orangutan. Pulau ini merupakan kawasan konservasi untuk menjadi habitat bagi orangutan yang tidak memungkinkan dilepasliarkan secara penuh ke alam liar.

Translokasi ini juga menjadi simbol dari kerja sama multi pihak mulai dari pemerintah melalui BKSDA Kaltim dan BKSDA Kalbar, termasuk Balai Besar KSDA Jawa Barat, OIKN, lembaga mitra seperti SOC dan PPS Cikananga, hingga badan usaha seperti KirimAja yang mendukung dari sisi jasa ekspedisi.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah menunjukkan kepedulian dan kontribusi dalam translokasi orangutan Mungky dan Dodo,” ujar Indrawati.

Red~ IKN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dianggap Hama di RI, Ikan Sapu-sapu Justru Kuliner Favorit Amazon

23 April 2026 - 03:29 WITA

AFC Women’s Football Day 2026 di Nusantara, Tumbuhkan Semangat Sepak Bola Putri Sejak Dini

22 April 2026 - 07:37 WITA

Modal Rp100 Ribu, 10 Ibu Rumah Tangga Ini Sekarang Produksi 600 Botol Sehari

21 April 2026 - 05:54 WITA

Panjat tebing jadikan Asian Beach Games pemanasan ke Asian Games 2026

21 April 2026 - 05:47 WITA

Pecahkan Rekor MURI, TMII Tampilkan 1.000 Penari dari 34 Provinsi

20 April 2026 - 10:18 WITA

Trending di Serba Serbi