Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Utama

Mengabdi di Perbatasan, Kisah 4 Guru Lintas Agama di Wilayah 3T Kalimantan Utara

badge-check


					Mengabdi di Perbatasan, Kisah 4 Guru Lintas Agama di Wilayah 3T Kalimantan Utara Perbesar

Kaltara, infokatulistiwanews.com – Di balik peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026, tersimpan kisah-kisah sunyi dari wilayah perbatasan di Kalimantan Utara. Di tengah keterbatasan akses dan fasilitas, para guru agama tetap setia menyalakan cahaya bagi generasi muda di perbatasan negeri.

Di Krayan, Kabupaten Nunukan, Ronny telah menapaki jalan pengabdian selama 26 tahun sebagai guru agama Kristen. Medan yang sulit dan akses terbatas tak menghalanginya. Bagi Ronny, mengajar bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hidup. Ia hadir untuk menanamkan nilai-nilai yang ia yakini akan membimbing anak-anak melampaui batas geografis mereka.

“Di Hari Pendidikan Nasional ini, saya berharap anak-anak di perbatasan semakin mendapat perhatian yang sama. Mereka punya mimpi besar, hanya perlu didukung agar bisa berkembang,” ujar Ronny, Sabtu (2/5/2026).

Kisah serupa mengalir dari Sembakung. Selama 21 tahun, Halifah menjalani perannya sebagai guru Pendidikan Agama Islam dengan keteguhan yang nyaris tak terlihat, namun terasa dampaknya. Perjalanan menyusuri sungai, menghadapi banjir, hingga minimnya sarana menjadi bagian dari keseharian. Namun, semangatnya tetap utuh.

“Melihat anak-anak mulai mempraktikkan ibadah dengan benar dan menunjukkan akhlak yang baik adalah kebahagiaan yang tidak bisa dinilai dengan apa pun,” tutur Halifah.

Di Tanjung Selor, Puji Astuti telah lebih dari dua dekade mengabdi sebagai guru agama Buddha di SDN 001. Di tengah fasilitas yang lebih memadai, ia menyaksikan harmoni lintas agama tumbuh alami di lingkungan sekolah. Namun, tantangan tetap ada, terutama ketika siswa beragama Buddha tersebar akibat sistem zonasi.

“Semoga ke depan pendidikan semakin inklusif dan semua peserta didik mendapatkan layanan yang adil, tanpa terkecuali,” harap Puji.

Sementara itu, dari Desa Sesua, Malinau Barat, Anselmus Helaq menunjukkan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berinovasi. Selama 21 tahun sebagai guru agama Katolik, ia terus mencari cara agar nilai-nilai iman dapat dipahami dan dihayati oleh siswa-siswinya.

“Saya berharap pendidikan kita terus maju dengan tetap menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kedalaman spiritual,” ungkap Anselmus.

Kisah-kisah ini memperlihatkan wajah lain pendidikan di perbatasan. Di sana, mengajar bukan hanya tentang mentransfer ilmu, tetapi membentuk manusia seutuhnya: berkarakter, beriman, dan berdaya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara, Muh. Saleh, menegaskan bahwa para guru agama di wilayah perbatasan memegang peran strategis dalam menjaga nilai dan harmoni bangsa.

“Di Hari Pendidikan Nasional ini, kita diingatkan bahwa pendidikan bukan hanya soal ilmu, tetapi juga tentang karakter dan spiritualitas. Para guru di perbatasan telah menunjukkan dedikasi luar biasa. Mereka adalah penjaga nilai dan harapan bangsa,” ujar Saleh.

Ia juga menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus memberikan perhatian dan dukungan bagi para guru, khususnya di wilayah 3T, agar pendidikan semakin merata dan berkualitas.

Dari perbatasan Kalimantan Utara, para guru itu mengajarkan satu hal sederhana namun mendalam: bahwa pendidikan yang lahir dari ketulusan akan selalu menemukan jalannya, menembus batas, dan menerangi masa depan Indonesia.

Red~ IKN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan

19 Oktober 2026 - 02:57 WITA

Muhammad Saidil, Bocah 9 Tahun Kayuh Sepeda 12 Km Demi Bawa Ayah Berobat ke RSUD Sigli

16 Oktober 2026 - 02:50 WITA

Cerita ABK KM Maulana Dianiaya, Dipukul hingga Disiram Air Panas

11 Oktober 2026 - 04:57 WITA

Presiden Prabowo: Pemerintah Tidak Menyerah dalam Membela Kebenaran, Keadilan dan Kepentingan Rakyat

7 Oktober 2026 - 03:23 WITA

SD Negeri Purwosari Sleman Sulap 600 Galon Bekas Jadi Kebun Sayur

2 Oktober 2026 - 07:16 WITA

Trending di Warta Utama