Menu

Mode Gelap
Ketua DPD Puji Diplomasi Prabowo di Rusia: FTA Dongkrak Ekonomi Daerah Selamatkan Masa Depan Anak, Densus 88 Bangun Mekanisme Pemulihan dan Pendampingan Terpadu di Sumsel IdeaFest 2026 Usung Tema Rehumanize di Era AI, Ajak Manusia Lebih Bijak Gunakan Teknologi Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik 12 Pasang Atlet TNI AU Siap Berjuang, Kobarkan Semangat Prestasi di Piala Panglima TNI 2026 Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu

Warta Daerah

Lebaran di Gedung Pakuan, Rombongan Hasna Hasni Dapat Kejutan dari KDM

badge-check


					Lebaran di Gedung Pakuan, Rombongan Hasna Hasni Dapat Kejutan dari KDM Perbesar

Bandung, infokatulistiwanews.com – Dedi Mulyadi kembali mencuri perhatian publik usai menerima kunjungan Hasna dan Hasni bersama rombongan di Gedung Pakuan saat momen Lebaran.

Tak hanya disambut hangat, rombongan tersebut justru mendapat kejutan tak terduga dari Dedi Mulyadi, yakni bonus piknik lengkap dengan biaya transportasi.

Hasna, Hasni, Adel, dan Siska sendiri dikenal sebagai pekerja di Matahari Department Store yang sempat viral di media sosial.

Mereka merupakan karyawati penyandang disabilitas (tunarungu) yang menginspirasi banyak orang karena semangat kerja dan kemandirian mereka. Siska di antaranya adalah seorang ibu tunggal yang berjuang menghidupi anak dan keluarganya.

Dalam pertemuan tersebut, suasana berlangsung santai namun penuh makna. Dedi Mulyadi terlihat memberikan berbagai nasihat kehidupan kepada Hasna, Hasni, Adel, dan Siska, terutama terkait masa depan dan pernikahan.

Dedi Mulyadi menyinggung soal realita kehidupan setelah menikah yang kerap tidak mudah.

“Nih Adel juga sama. Kalau kira-kira nanti nikahnya berat, enggak usah nikah dulu. Nikah itu kadang-kadang bahagianya sehari. Besoknya harus bayar utang ke Bank Emok bekas nikah,” ujar Dedi Mulyadi dalam YouTube pribadinya.

Ia juga memberikan pesan tegas kepada Hasna dan Hasni agar lebih fokus pada karier terlebih dahulu.

“Ini juga jangan dulu nikah dulu. Semangat dulu, kerja dulu. Saatnya perempuan terdepan, berkarier. Jadi leader, jadi manajer, jadi dirut, jadi CEO. Sehingga ketika ditinggalin laki-laki, dia tersenyum karena uangnya sudah cukup, pekerjaan punya. Jangan sampai ketika ditinggalin laki-laki, dia menangis, enggak punya uang, enggak punya pekerjaan, enggak punya penghasilan, menderita. Hidup diciptakan bukan untuk menderita, tapi untuk bahagia,” jelas KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi.

Dengan gaya khasnya yang santai, KDM juga sempat melontarkan candaan yang mengundang tawa, “Lebih baik jadi perawan tua daripada jadi janda muda. Itu prinsip ya kan? Coba pakai bahasa isyarat. Lebih baik jadi perawan tua daripada jadi janda muda.”

Hasna, Hasni, dan Adel pun dengan semangat mempraktikkan kalimat tersebut menggunakan bahasa isyarat. Mereka menyampaikan makna bahwa lebih baik mandiri daripada menikah namun berakhir dengan perpisahan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu

3 September 2026 - 05:21 WITA

Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya

31 Agustus 2026 - 09:09 WITA

El Nino Picu Migrasi Ikan, Nelayan Kecil Hadapi Beban Ongkos Melaut

29 Agustus 2026 - 05:42 WITA

Jalan ke Kawasan Baduy Lebak Rusak, Tokoh Adat Harap Segera Diperbaiki

28 Agustus 2026 - 04:53 WITA

Update Gempa NTT: 91 Orang Meninggal, 1.286 Luka dan 161.084 Mengungsi

24 Agustus 2026 - 05:48 WITA

Trending di Warta Daerah