Menu

Mode Gelap
Hashim: Indonesia Dapat 150 Juta Barel Minyak APH Diminta Segera Mengusut Tuntas Terkait Dugaan Penerbitan Memo Siluman untuk Kontrak Kuota Angkutan Batubara Paus Leo XIV Kunjungi Guinea Khatulistiwa, Serukan Perdamaian Dunia Delapan ASN Kemenaker terbukti peras 20 perusahaan izin TKA Rp130 M MPR: Komitmen bersama dibutuhkan demi wujudkan semangat Kartini Residivis Bandar Narkoba di Pangkalpinang Ditangkap, Polisi Sita 2 Kg Sabu

Serba Serbi

Kreatifitas UMKM, Ubah Labu Kuning Jadi Makanan Vegan

badge-check


					Kreatifitas UMKM, Ubah Labu Kuning Jadi Makanan Vegan Perbesar

Saat ini di tengah gempuran produk impor, sebuah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal di Sangatta, Mikajo Bakery, sukses membuktikan inovasi berbasis bahan lokal mampu meraih untung layaknya ‘mas’. Berkat ketekunan dan pendampingan, Mikajo berhasil mentransformasi labu kuning lokal yang melimpah menjadi produk premium yakni roti vegan dan gluten-free dengan harga jual mencapai Rp35 ribu.

Mikajo Bakery didirikan oleh Grace Yuanita (38) yang lahir di Surabaya pada tahun 1986. Grace, yang didukung suaminya, Yudha, memulai usahanya dari motivasi sederhana yakni dari anaknya yang suka labu.

“Awalnya hanya karena anak suka labu, selain untuk kolak, saya coba jadikan roti,” ungkap Grace yang ditemui di toko roti miliknya di Ruko Bintang, Munthe, Sabtu (4/10/2025).

Setelah melewati banyak trial error, ia menemukan formula roti labu yang kaya serat dan beta-karoten.

Langkah itu diperkuat oleh riset pasar yang cerdas. Data menunjukkan 76,9 persen responden di atas 20 tahun mencari roti vegan dan bersedia membayar mahal untuk kualitas. Berbekal data tersebut, Grace memosisikan roti labu buatannya sebagai produk premium dengan rentang harga yang terentang dari Rp5ribu hingga Rp35 ribu, mengubah labu biasa menjadi komoditas bernilai tinggi.

Keberhasilan Mikajo bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari strategi dan manajemen yang terstruktur yang didapat melalui pembinaan dari Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dan LPB PAMA Banua Etam PT sejak tahun 2018.

Pendampingan YDBA memberikan kail ilmu manajemen, bukan sekadar ‘ikan’ modal. Fokus utama pembinaan meliputi;

Standar Kualitas: Penerapan standar industri 5R (ringkas, rapi, resik, rawat, rajin) secara ketat, memastikan dapur higienis yang krusial untuk produksi makanan sehat.

Keberlanjutan (SDGs): Penerapan prinsip zero waste dan minim sampah dalam proses produksi.
Literasi Pemasaran: Bantuan dalam branding dan strategi edukasi, mengubah kemasan agar terlihat premium, dan mengedukasi masyarakat tentang manfaat kesehatan roti vegan.

Grace menekankan pentingnya filosofi bisnis yang ia pegang yakni fokus dan konsisten dalam keadaan apa pun, baik saat penjualan sepi atau ramai serta terus melakukan inovasi.

Kini, Mikajo Bakery berdiri sebagai pelopor toko roti di Sangatta, Kutim yang berani berspesialisasi dalam inovasi berbasis labu kuning.

“Saya sangat berterima kasih kepada LPB PAMA dalam hal ini YDBA Astra yang telah memberikan pendampingan secara konsisten. Mereka tidak hanya melihat kami sebagai UMKM biasa, tetapi membekali kami dengan ilmu riset dan manajemen yang membuat kami mampu ‘naik kelas’ dan bersaing di pasar premium,” ujar Grace penuh rasa syukur.

Kesuksesan Mikajo membawa dampak positif berkelanjutan. Selain meningkatkan omzet, Mikajo aktif menjalin kolaborasi dengan petani lokal untuk pasokan labu yang secara langsung meningkatkan nilai jual komoditas mereka.

Kisah revolusi roti Sangatta itu menegaskan UMKM yang mengadopsi pola pikir inovatif, agile, dan mengedepankan aspek kesehatan serta keberlanjutan, siap ‘naik kelas’ dan menjadi kekuatan ekonomi baru di Indonesia.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dianggap Hama di RI, Ikan Sapu-sapu Justru Kuliner Favorit Amazon

23 April 2026 - 03:29 WITA

AFC Women’s Football Day 2026 di Nusantara, Tumbuhkan Semangat Sepak Bola Putri Sejak Dini

22 April 2026 - 07:37 WITA

Modal Rp100 Ribu, 10 Ibu Rumah Tangga Ini Sekarang Produksi 600 Botol Sehari

21 April 2026 - 05:54 WITA

Panjat tebing jadikan Asian Beach Games pemanasan ke Asian Games 2026

21 April 2026 - 05:47 WITA

Pecahkan Rekor MURI, TMII Tampilkan 1.000 Penari dari 34 Provinsi

20 April 2026 - 10:18 WITA

Trending di Serba Serbi