Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Teken Perpres Kesehatan, Atur Integrasi Layanan dari Pusat hingga Desa Rossa Sebut Nama Baiknya Dijadikan Ajang Cari Cuan Clickbait Lewat Link Afiliasi Kepergok ke Kedai Kopi, Napi Korupsi Dipindah ke Lapas Nusakambangan Harga BBM Pertamina Naik, Pertamax Turbo Melejit Jadi Rp19.400 Potret Gereja Pertama IKN, Ada Makna di Balik Desain Indahnya Komisi IX DPR RI Dorong Optimalisasi Program Magang untuk Kurangi Pengangguran Sarjana

Warta Daerah

KNPI Samarinda Soroti Nasib Pelayanan Kesehatan 49 Ribu Warga Miskin

badge-check


					KNPI Samarinda Soroti Nasib Pelayanan Kesehatan 49 Ribu Warga Miskin Perbesar

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Samarinda menggelar diskusi publik bertema “Nasib 49.000 Warga Miskin (JKN) Siapa Bertanggung Jawab? Antara Regulasi dan Kebijakan” di salah satu kafe di Samarinda, Selasa 14 April 2026. Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka untuk membedah persoalan jaminan kesehatan masyarakat miskin.

Ketua DPD KNPI Samarinda, Ronny Hidayatullah, mengatakan diskusi ini bertujuan menghadirkan analisis yang komprehensif terkait kebijakan daerah. Ia menilai persoalan JKN tidak bisa dilepaskan dari kondisi APBD dan arah kebijakan ekonomi daerah.

“Harapannya kali ini kita ingin melihat analisa-analisa terkait APBD, bahkan hari ini analisa ekonomi yang ada di pemerintahan daerah terkait 49.000 warga JKN,” ujar Ronny.

Menurut Ronny, kebijakan pemerintah harus berpihak kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan. Ia menegaskan ruang publik harus tetap terbuka untuk mengkritisi kebijakan yang dinilai tidak pro rakyat.

Ronny juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas organisasi kepemudaan dalam mengawal isu ini. Sejumlah organisasi seperti Cipayung Plus turut hadir dalam diskusi tersebut.

Ronny menambahkan, polemik yang berkembang saat ini tidak boleh berujung pada saling lempar tanggung jawab antar pemerintah. Menurutnya, masyarakat justru menjadi pihak yang paling dirugikan.

“Jangan sampai warga JKN 49.000 ini terabaikan oleh isu yang saling melempar tanggung jawab,” ucapnya.

Diskusi ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi konkret bagi pemerintah daerah. KNPI menilai forum semacam ini penting sebagai laboratorium gagasan untuk solusi kebijakan ke depan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kepergok ke Kedai Kopi, Napi Korupsi Dipindah ke Lapas Nusakambangan

18 April 2026 - 07:01 WITA

Dikonfirmasi Dugaan Proyek Tidak Sesuai Spek, Kadiskes Sukamara, Ari Junita Bungkam

17 April 2026 - 05:27 WITA

Hari Seni Sedunia 2026 Jadi Penguat Solidaritas dan Ekonomi Kreatif

17 April 2026 - 05:16 WITA

Disinyalir Terdapat Penyalahgunaan Anggaran TA 2023-2024 di PUPRPRKP Sukamara, APH Didesak Segera Usut Tuntas

16 April 2026 - 08:06 WITA

Satgas PKH Diminta Segera Tindak Tegas Terkait Operasional PT KBP di Barsel yang Diduga Ilegal

16 April 2026 - 05:54 WITA

Trending di Warta Daerah