Menu

Mode Gelap
Paus Leo XIV Kunjungi Guinea Khatulistiwa, Serukan Perdamaian Dunia Delapan ASN Kemenaker terbukti peras 20 perusahaan izin TKA Rp130 M MPR: Komitmen bersama dibutuhkan demi wujudkan semangat Kartini Residivis Bandar Narkoba di Pangkalpinang Ditangkap, Polisi Sita 2 Kg Sabu Dianggap Hama di RI, Ikan Sapu-sapu Justru Kuliner Favorit Amazon Hasil Pemeriksaan BPK 2025: Soroti Menko Pangan-Menteri Kesehatan

Serba Serbi

Kisah Inspiratif Siswa SLB Pesisir Selatan Berprestasi

badge-check


					Kisah Inspiratif Siswa SLB Pesisir Selatan Berprestasi Perbesar

Keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi. Pesan itu mengemuka dalam siaran program “Gaung Pasisie” di LPPL Langkisau FM, Rabu (22/10/2025), yang menghadirkan para guru dan siswa SLB Negeri 01 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan.

Dalam siaran tersebut, dua guru pendidik khusus, Heri Afriani  dan Elsa Rahmadiah bersama dua siswanya, Ghania Yumna Arifah dan Nola Anggraini, berbagi kisah perjuangan serta prestasi anak-anak berkebutuhan khusus yang membanggakan.

Kepala SLB Negeri 01 Painan menjelaskan bahwa sekolah tersebut memiliki 75 siswa dengan berbagai jenis kebutuhan khusus, mulai dari tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, hingga autisme.

“Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa anak-anak dengan kebutuhan khusus juga berhak mendapat pendidikan yang layak dan bisa berprestasi seperti anak lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, masih banyak masyarakat yang menyembunyikan anak berkebutuhan khusus karena merasa malu. Padahal setiap anak memiliki potensi besar yang dapat berkembang bila diberi kesempatan dan dukungan yang tepat.

Salah satu teladan inspiratif datang dari Elsa Rahmadiah, guru SLB yang juga penyandang tunanetra sejak lahir. Meski memiliki keterbatasan, Elsa mampu menjadi pengajar inspiratif sekaligus qari’ah berprestasi yang akan mewakili Kabupaten Pesisir Selatan dalam MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat.

“Saya ingin menunjukkan bahwa disabilitas bukan hambatan untuk berkarya. Justru dari keterbatasan itu lahir kekuatan,” ungkap Elsa .

Elsa juga menceritakan kisah dua siswanya, Ghania dan Nola, yang berhasil menorehkan prestasi di bidang seni dan tilawah. Ghania, siswi tunanetra kelas VII, meraih juara I lomba tarik suara tingkat kecamatan, sementara Nola, siswi kelas IX, menjuarai MTQ tingkat Kabupaten dan meraih peringkat III di tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Kedua siswi itu bahkan menampilkan kemampuan mereka secara langsung di studio Langkisau FM. Ghania membawakan lagu daerah dengan suara merdu, sementara Nola memperdengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menyejukkan hati.

Menurut Heri Afriani, keberhasilan siswa SLB tidak lepas dari dukungan guru, keluarga, serta lingkungan yang terus memotivasi mereka untuk berkembang. “Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu menyekolahkan anak-anak berkebutuhan khusus ke SLB terdekat,” tutupnya

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dianggap Hama di RI, Ikan Sapu-sapu Justru Kuliner Favorit Amazon

23 April 2026 - 03:29 WITA

AFC Women’s Football Day 2026 di Nusantara, Tumbuhkan Semangat Sepak Bola Putri Sejak Dini

22 April 2026 - 07:37 WITA

Modal Rp100 Ribu, 10 Ibu Rumah Tangga Ini Sekarang Produksi 600 Botol Sehari

21 April 2026 - 05:54 WITA

Panjat tebing jadikan Asian Beach Games pemanasan ke Asian Games 2026

21 April 2026 - 05:47 WITA

Pecahkan Rekor MURI, TMII Tampilkan 1.000 Penari dari 34 Provinsi

20 April 2026 - 10:18 WITA

Trending di Serba Serbi