Menu ✖

Mode Gelap
KPK Kembali Panggil Satu Tersangka Korupsi Proyek Jalan BBPJN Sumut Menteri PPPA: Setiap Anak Berhak Dapat Pengasuhan yang Aman Dari Minahasa hingga Papua, Budaya Daerah Tampil di Festival Indonesia 2026 Ingin Masuk Malaysia Secara Ilegal Melalui Batam, Belasan WN Vietnam Diamankan TNI AL Paus Leo serukan perdamaian di Yaman, doakan korban serangan Yordania Mimika Kirim 4 Atlet Junior ke Kejurnas Catur di Banten

Serba Serbi

Kisah Inspiratif Siswa SLB Pesisir Selatan Berprestasi

badge-check


					Kisah Inspiratif Siswa SLB Pesisir Selatan Berprestasi Perbesar

Keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi. Pesan itu mengemuka dalam siaran program “Gaung Pasisie” di LPPL Langkisau FM, Rabu (22/10/2025), yang menghadirkan para guru dan siswa SLB Negeri 01 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan.

Dalam siaran tersebut, dua guru pendidik khusus, Heri Afriani  dan Elsa Rahmadiah bersama dua siswanya, Ghania Yumna Arifah dan Nola Anggraini, berbagi kisah perjuangan serta prestasi anak-anak berkebutuhan khusus yang membanggakan.

Kepala SLB Negeri 01 Painan menjelaskan bahwa sekolah tersebut memiliki 75 siswa dengan berbagai jenis kebutuhan khusus, mulai dari tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, hingga autisme.

“Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa anak-anak dengan kebutuhan khusus juga berhak mendapat pendidikan yang layak dan bisa berprestasi seperti anak lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, masih banyak masyarakat yang menyembunyikan anak berkebutuhan khusus karena merasa malu. Padahal setiap anak memiliki potensi besar yang dapat berkembang bila diberi kesempatan dan dukungan yang tepat.

Salah satu teladan inspiratif datang dari Elsa Rahmadiah, guru SLB yang juga penyandang tunanetra sejak lahir. Meski memiliki keterbatasan, Elsa mampu menjadi pengajar inspiratif sekaligus qari’ah berprestasi yang akan mewakili Kabupaten Pesisir Selatan dalam MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat.

“Saya ingin menunjukkan bahwa disabilitas bukan hambatan untuk berkarya. Justru dari keterbatasan itu lahir kekuatan,” ungkap Elsa .

Elsa juga menceritakan kisah dua siswanya, Ghania dan Nola, yang berhasil menorehkan prestasi di bidang seni dan tilawah. Ghania, siswi tunanetra kelas VII, meraih juara I lomba tarik suara tingkat kecamatan, sementara Nola, siswi kelas IX, menjuarai MTQ tingkat Kabupaten dan meraih peringkat III di tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Kedua siswi itu bahkan menampilkan kemampuan mereka secara langsung di studio Langkisau FM. Ghania membawakan lagu daerah dengan suara merdu, sementara Nola memperdengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menyejukkan hati.

Menurut Heri Afriani, keberhasilan siswa SLB tidak lepas dari dukungan guru, keluarga, serta lingkungan yang terus memotivasi mereka untuk berkembang. “Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu menyekolahkan anak-anak berkebutuhan khusus ke SLB terdekat,” tutupnya

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Minahasa hingga Papua, Budaya Daerah Tampil di Festival Indonesia 2026

26 Oktober 2026 - 10:25 WITA

Lebihi Target di Asian Para Games 2026, Kontingen Indonesia Siap Tatap ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028

24 Oktober 2026 - 09:56 WITA

BMKG: Keindahan Hunter’s Moon pada 26 Oktober 2026

23 Oktober 2026 - 04:17 WITA

Lestarikan Budaya, PORTINA Sulut Latih Pelatih Olahraga Tradisional

21 Oktober 2026 - 02:27 WITA

Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

18 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Trending di Serba Serbi