Menu

Mode Gelap
Hashim: Indonesia Dapat 150 Juta Barel Minyak APH Diminta Segera Mengusut Tuntas Terkait Dugaan Penerbitan Memo Siluman untuk Kontrak Kuota Angkutan Batubara Paus Leo XIV Kunjungi Guinea Khatulistiwa, Serukan Perdamaian Dunia Delapan ASN Kemenaker terbukti peras 20 perusahaan izin TKA Rp130 M MPR: Komitmen bersama dibutuhkan demi wujudkan semangat Kartini Residivis Bandar Narkoba di Pangkalpinang Ditangkap, Polisi Sita 2 Kg Sabu

Serba Serbi

Kisah Inspiratif Siswa Sekolah Rakyat, Ahmad Faris: Saya Mau Sekolah Lagi, Bikin Ibu Bangga

badge-check


					Kisah Inspiratif Siswa Sekolah Rakyat, Ahmad Faris: Saya Mau Sekolah Lagi, Bikin Ibu Bangga Perbesar

Ahmad Faris (15), siswa kelas VII Sekolah Rakyat Samarinda, tak pernah membayangkan dirinya bisa kembali duduk di bangku sekolah. Ia sempat putus sekolah akibat perundungan dan kondisi ekonomi keluarga yang sangat terbatas.

Kini, Faris kembali mengejar mimpinya bersekolah di Sekolah Rakyat yang berada di gedung Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Timur, Jalan Cipto Mangunkusumo, Samarinda Seberang.

“Saya mau sekolah lagi supaya bisa membanggakan orang tua,” ujar Faris saat ditemui di sekolah itu, Selasa (7/10/2025).

Putus Sekolah karena Bullying dan Kemiskinan

Faris menceritakan masa sulitnya saat harus meninggalkan sekolah karena keterbatasan biaya dan menjadi korban bullying. “Dulu saya dibully, bahkan sampai dipukul,” kisahnya.

Ibunya kini menjadi satu-satunya tumpuan hidup, bekerja sebagai tukang urut. Sementara sang ayah sudah lama tak diketahui keberadaannya.

“Bapak saya sudah tidak tahu ke mana. Sekarang saya sama ibu. Ibu kerja tukang urut,” ucapnya pelan.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sekolah Rakyat Jadi Rumah Kedua Di Sekolah Rakyat, Faris kini tinggal di asrama bersama siswa lain. Ia merasa lebih dihargai dan nyaman dalam lingkungan yang mendukung.

“Teman-teman di sini sopan, baik semua. Kalau di sini lebih diarahkan ke hal baik, disuruh bangun pagi, sholat, belajar,” katanya.

Selain suasana yang menyenangkan, Faris juga mendapatkan fasilitas pendidikan dan kebutuhan harian secara gratis.

“Ada kipas, selimut, sabun, cuci baju, semuanya disediakan. Makan juga enak-enak,” ujarnya sambil tersenyum.

Sekolah ini juga menerapkan sistem orang tua asuh, di mana satu pendamping membina sekitar sepuluh siswa untuk memantau perkembangan dan kesejahteraan mereka.

“Ada orang tua asuh, satu pegang sekitar sepuluh anak,” ungkap Faris. Cita-cita Menjadi Pilot Kini, Faris kembali memiliki mimpi. Ia berharap bisa melanjutkan pendidikan hingga SMA dan meraih cita-citanya.

“Cita-cita saya jadi pilot. Setelah SMP nanti mau lanjut SMA di sini juga,” ucapnya penuh semangat.

Dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat Samarinda, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menitipkan pesan penting kepada para siswa agar menjauhi perilaku perundungan dan saling menghormati.

“Pak Menteri bilang jangan ada bully-bully, harus sopan santun,” kata Faris menirukan. Program Sekolah Rakyat merupakan kolaborasi antara Kemensos dan pemerintah daerah yang bertujuan memberi akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu atau yang pernah putus sekolah.

Dengan sistem berbasis asrama dan pembinaan karakter, program ini menghadirkan harapan baru bagi banyak anak seperti Faris.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dianggap Hama di RI, Ikan Sapu-sapu Justru Kuliner Favorit Amazon

23 April 2026 - 03:29 WITA

AFC Women’s Football Day 2026 di Nusantara, Tumbuhkan Semangat Sepak Bola Putri Sejak Dini

22 April 2026 - 07:37 WITA

Modal Rp100 Ribu, 10 Ibu Rumah Tangga Ini Sekarang Produksi 600 Botol Sehari

21 April 2026 - 05:54 WITA

Panjat tebing jadikan Asian Beach Games pemanasan ke Asian Games 2026

21 April 2026 - 05:47 WITA

Pecahkan Rekor MURI, TMII Tampilkan 1.000 Penari dari 34 Provinsi

20 April 2026 - 10:18 WITA

Trending di Serba Serbi