Menu

Mode Gelap
Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya Jepang Kirim Helikopter Bantu Atasi Karhutla RI

Warta Utama

Keracunan Pangan Bukan Main-Main, Tiap Tahun Kerugian Sampai Triliunan

badge-check


					Keracunan Pangan Bukan Main-Main, Tiap Tahun Kerugian Sampai Triliunan Perbesar

Kemenko bidang Pangan menyoroti Kejadian luar biasa (KLB) keracunan makanan. Disebutkan, pada periode Agustus-Oktober 2025 terjadi peningkatan KLB keracunan makanan pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Karena itu, Tim Koordinasi Nasional (TKN) yang diketuai Kemenko Pangan memprioritaskan penanganan mitigasi KLB keracunan makanan. Yaitu, dengan mewajibkan Sertifikasi Laik Higienis Sanitasi (SLHS).

Deputi bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko bidang Pangan, Nani Hendiarti menjelaskan, terbitkan Peraturan Presiden (Perpres) No 115 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG menekankan pentingnya jaminan keamanan pangan.

Hal itu disampaikannya dalam forum Food Summit 2026 CNBC Indonesia dengan tema “Indonesia Food Safety Urgency: Towards a New Policy Framework” di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Nani mengungkapkan, urgensi keamanan pangan dalam mendukung ekonomi berkelanjutan di Indonesia mencakup pencegahan bahan pangan yang tidak aman dikonsumsi masyarakat, epengawasan keamanan pangan nasional, serta maraknya kejadian keracunan pangan di Indonesia.

“Dampak keracunan pangan di Indonesia menimbulkan kerugian Rp2,4-3,1 triliun per tahun,” kata Nani.

Data tersebut hanya mencakup biaya biaya pengobatan KLB keracunan pangan. Data tersebut merupakan hasil Kajian Litbang Kemenkes tahun 2022.

Tak berhenti di situ, sambungnya, keracunan pangan juga memicu kerugian lanjutan lain.

Nani mengutip data WHO yang mencatat kerugian akibat pangan tidak aman.

“Dampaknya cukup besar. Rata-rata 1,6 juta orang sakit per tahun. Jadi, perlu diingatkan. Banyak jenis penyakit, anak di bawah 5 tahun terdampak, terkena penyakit akibat bawaan pangan,” ujar Nani.

Menurut WHO, sambungnya, dampak kesehatan akibat makanan tidak aman memicu munculnya 200 jenis penyakit, mulai dari diare sampai kanker.

Dan, memicu kematian bagi setidaknya 340 anak usia sampai 5 tahun akibat penyakit bawaan pangan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Desil dan Dilema Bantuan Sosial: Ketika Data Tak Sesuai Kondisi Warga

26 Agustus 2026 - 05:54 WITA

Presiden Prabowo: Tingkatkan Layanan Dasar bagi Rakyat dari Puskesmas hingga Sekolah, Tak Boleh Ada Anak Belajar dalam Keadaan Lapar

14 Agustus 2026 - 11:13 WITA

Kisah Munawi di Lereng Bromo, Merangkak di Tebing dan Mengejar Api hingga Larut Malam

8 Agustus 2026 - 12:10 WITA

Dari Mimpi Gaji Puluhan Juta ke Neraka Scam, Kisah Pekerja Migran di Sumut Jadi Korban TPPO

5 Agustus 2026 - 04:18 WITA

Akad Massal 62.000 KPR, Presiden Prabowo Pastikan Pemerintah Terus Hadirkan Hasil Nyata bagi Rakyat

31 Juli 2026 - 05:21 WITA

Trending di Warta Utama