Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Adhyaksa

Kejagung Geledah Kantor Ombudsman RI dan Rumah Komisioner

badge-check


					Kejagung Geledah Kantor Ombudsman RI dan Rumah Komisioner Perbesar

Tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penggeledahan di kantor Ombudsman Republik Indonesia serta kediaman salah satu komisionernya, Senin (9/3/2026).

Langkah korps adhyaksa ini berkaitan erat dengan pengembangan penyidikan dugaan perintangan proses hukum (obstruction of justice) dalam perkara korupsi ekspor minyak goreng.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, membenarkan adanya aktivitas penggeledahan tersebut saat dikonfirmasi oleh awak media.

“Benar ada penggeledahan di rumahnya sama di kantornya hari ini,” ungkap Anang kepada wartawan.

Bukan tanpa alasan, penggeledahan ini menyasar dugaan pelanggaran Pasal 21 terkait tindakan menghalang-halangi penyidikan dan penuntutan.

Pasalnya, kasus minyak goreng ini sebelumnya sempat diputus lepas atau onslag oleh majelis hakim di pengadilan.

“Dia kena Pasal 21, perintangan penyidikan dan penuntutan perkara minyak goreng yang dulu itu, yang onslag putusan,” tegas Anang.

Tak hanya itu, penyidik Kejagung kini tengah mendalami peran Ombudsman terkait munculnya rekomendasi lembaga tersebut.

Rekomendasi itu diduga kuat dijadikan alat atau dasar hukum untuk melayangkan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Saat ditanya mengenai keterkaitan rekomendasi Ombudsman dengan gugatan ke PTUN, Anang memberikan jawaban singkat.

“Betul, salah satunya,” kata dia.

Meski demikian, pihak Kejagung masih enggan membeberkan secara rinci mengenai identitas oknum komisioner Ombudsman yang rumahnya digeledah tersebut.

Anang hanya menegaskan bahwa lokasi yang didatangi adalah kediaman pribadi dari salah satu pimpinan lembaga pengawas pelayanan publik tersebut.

“Rumahnya dia lah, salah satu komisioner itu (Ombudsman),” jelasnya.

Salah satu aktor yang terseret adalah pengacara Marcella Santoso. Ia diduga bersama pihak lain menggelontorkan dana hingga 2,5 juta dollar AS atau setara Rp 40 miliar.

Uang puluhan miliar tersebut diduga mengalir kepada oknum di lingkungan pengadilan melalui perantara, dengan tujuan agar tiga korporasi besar tersebut bebas dari jerat hukum kasus ekspor CPO.

Selain nama Marcella Santoso, beberapa nama lain yang turut mencuat dalam pusaran kasus ini antara lain Advokat Junaedi Saibih, Pengacara Ariyanto Bakri, Muhammad Syafei (pihak perusahaan Wilmar).

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

19 Oktober 2026 - 02:55 WITA

KPK OTT Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Diduga Suap Pihak BPK Terkait Audit

16 Oktober 2026 - 02:21 WITA

KPK Tangkap 14 Orang di OTT BNPB Terkait Pengadaan Barang & Jasa

14 Oktober 2026 - 07:08 WITA

Eks Kadis PUPR Boven Digoel Jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi Jalan Rp10,64 Miliar

13 Oktober 2026 - 04:32 WITA

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Didakwa Terima Rp346 Miliar

9 Oktober 2026 - 05:55 WITA

Trending di Warta Adhyaksa