Menu ✖

Mode Gelap
Korupsi Tunjangan Rp 18,79 M, Wabup Indramayu Syaefudin Ditahan Kejati Jabar Lebihi Target di Asian Para Games 2026, Kontingen Indonesia Siap Tatap ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028 Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Tegaskan Capaian Strategis: Kita Berada di Jalur yang Benar Pangdam XIII/Merdeka Tegaskan Kawal Program Nasional Budidaya Anggur Impor Buka Peluang Ekonomi Desa Pejarakan Kapolri Bongkar Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh, Terbesar di Indonesia

Warta Daerah

Jalanan Pecah-Rumah Rusak Dihantam Musibah Pergerakan Tanah

badge-check


					Jalanan Pecah-Rumah Rusak Dihantam Musibah Pergerakan Tanah Perbesar

Pergerakan tanah di Padasari, Tegal, terus berlangsung hingga 8 Februari. BNPB mencatat 2.453 warga mengungsi di 8 titik, bantuan logistik disalurkan.

Fenomena pergerakan tanah di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, masih terus terjadi hingga Minggu (8/2/2025). Kondisi tersebut menyebabkan jumlah warga yang mengungsi terus bertambah.

Berdasarkan data yang dirilis pada Senin (9/2/2026), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah pengungsi hingga Minggu mencapai 2.453 jiwa. Dari total tersebut, terdapat 945 laki-laki dan 982 perempuan, termasuk 220 lansia, tiga ibu hamil, tiga ibu menyusui, 179 anak-anak, 40 balita, 65 batita, 1.049 remaja, serta 894 orang dewasa.

Para pengungsi saat ini terpusat di delapan titik, yakni Majlis Az Zikir wa Rotibain, Majelis & Dukuh Pengasinan, SDN 2 Padasari, Dukuh Lebak RW 05, Gedung Serbaguna Desa Penujah, Pondok Pesantren Dawuhan Padasari, Dukuh Tengah Desa Tamansari, serta Desa Mokaha, Kecamatan Jatinegara.

BNPB telah bersiaga di lokasi terdampak untuk melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah setempat. Selain itu, BNPB juga menyalurkan dukungan bantuan logistik dan permakanan bagi para pengungsi. Tim kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah dan BPBD Kabupaten Tegal mencatat kerugian sementara material terdampak dari pergerakan tanah ini antara lain 464 rumah warga, 205 unit rumah rusak berat, tujuh unit fasilitas pendidikan, satu fasilitas ibadah, 1 fasilitas kesehatan, 1 bendung irigasi, 1 jembatan desa, 3 titik jalan desa dan kabupaten, serta kantor desa Padasari.

Saat ini, penanganan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, pendataan korban, serta pencarian lokasi untuk pembangunan hunian sementara (huntara). Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), serta Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Tegal melakukan verifikasi dan pemutakhiran data By Name By Address (BNBA) guna penerbitan Surat Keputusan kebutuhan huntara.

BNPB bersama pemerintah daerah dijadwalkan mendampingi ESDM Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada Senin (9/2) untuk melakukan asesmen kelayakan lahan huntara dan relokasi. BNPB juga mengimbau warga mengikuti arahan BPBD setempat guna mengantisipasi potensi ancaman yang dapat meluas di wilayah terdampak.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Budidaya Anggur Impor Buka Peluang Ekonomi Desa Pejarakan

24 Oktober 2026 - 04:30 WITA

Polisi Tahan Eks Kadis dan Eks Kabid Kominfo Sulut Terkait Dugaan Korupsi Kerja Sama Media Rp7,5 Miliar

22 Oktober 2026 - 13:07 WITA

Legislator Ferdinand Djeki Dumais Bantah Terlibat Penipuan, Ancam Tuntut Balik Penyebar Fitnah

22 Oktober 2026 - 02:04 WITA

Panen Raya UNESA 2026: 60 Ribu Ekor Ayam Dibagikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Rasakan Manfaatnya

20 Oktober 2026 - 03:32 WITA

Jalan Rusak Parah, Warga Desa Wolokelo Swadaya Gotong Royong Lakukan Perbaikan

17 Oktober 2026 - 03:45 WITA

Trending di Warta Daerah