Menu ✖

Mode Gelap
Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Investasi Rp3.923,2 Triliun Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja Juan Azmi Bawa Film Laga Indonesia Menembus Panggung Dunia Panen Raya UNESA 2026: 60 Ribu Ekor Ayam Dibagikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Rasakan Manfaatnya Satu Tahun di Afrika Tengah, 140 Personel FPU 7 Raih Penghargaan atas Misi Perdamaian Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru

Warta Daerah

Panen Raya UNESA 2026: 60 Ribu Ekor Ayam Dibagikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Rasakan Manfaatnya

badge-check


					Panen Raya UNESA 2026: 60 Ribu Ekor Ayam Dibagikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Rasakan Manfaatnya Perbesar

Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menorehkan sejarah baru di sektor ketahanan pangan. Melalui Badan Pengelola Usaha (BPU) UNESA, kampus yang dikenal sebagai rumah para juara ini sukses menggelar Panen Raya UNESA 2026 dengan membagikan sebanyak 60 ribu ekor ayam hasil ternak perdana. Sebagian besar hasil panen tersebut dibagikan dalam bentuk ayam beku kepada para dosen dan tenaga kependidikan (tendik) di seluruh fakultas di lingkungan UNESA.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan sektor baru di lingkungan kampus, yaitu peternakan UNESA. Fasilitas peternakan kampus ini dirancang sebagai laboratorium hidup (living laboratory) bagi mahasiswa, sekaligus unit usaha yang dikelola secara profesional oleh BPU UNESA. Ke depan, UNESA berencana memperluas fasilitas dan memasok pasar eksternal, tidak hanya terbatas pada kebutuhan internal kampus.

Wakil Rektor Bidang 2 UNESA, Prof. Bachtiar, mengungkapkan bahwa dari total hasil panen, sekitar 2.700 ekor ayam dibagikan kepada dosen dan tenaga kependidikan. Selain itu, sebanyak 500 ekor ayam juga disumbangkan kepada anak yatim di sekitar kampus sebagai bentuk kepedulian sosial.

“Ini adalah hasil perdana dari sektor peternakan UNESA. Kami membagikan ayam beku ini kepada dosen dan tendik sebagai wujud apresiasi dan manfaat langsung dari unit usaha kampus. Selain itu, kami juga berbagi dengan anak yatim di sekitar kampus,” ujar Prof. Bachtiar.

Ia menambahkan bahwa hasil ternak tersebut telah mencapai masa siap didistribusikan dalam kurun waktu 30 hingga 35 hari. Proses pemeliharaan yang singkat ini menunjukkan efisiensi dan profesionalisme pengelolaan peternakan UNESA.

Pembagian ayam beku ini disambut baik oleh para dosen dan tenaga kependidikan. Salah satunya adalah Amalia Ruhana, SP., MPH., dosen Program Studi S1 Gizi UNESA. Menurutnya, hasil ternak dari fasilitas peternakan kampus ini menjadi langkah awal yang perlu dilanjutkan.

“Saya sangat mengapresiasi inisiatif ini. Ini adalah langkah awal yang baik untuk ketahanan pangan di lingkungan kampus. Harapannya ke depan, bahan pangan yang dikembangkan UNESA tidak hanya berhenti pada ayam, tetapi juga komoditas lain seperti sayuran, buah-buahan, atau bahkan ikan,” ujar Amalia.

Ia juga berharap program ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi seluruh sivitas akademika. “Dengan begitu, ketahanan pangan di lingkungan dosen dan tendik bisa terwujud secara lebih luas lagi,” tambahnya.

Tidak hanya dosen, tenaga kependidikan di Kampus Ketintang juga merasakan manfaatnya. Lippy, salah satu tendik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UNESA, mengaku senang menerima ayam beku tersebut. “Alhamdulillah, ini sangat membantu. Saya sudah memikirkan mau diolah jadi apa di rumah. Terima kasih UNESA,” ujarnya sambil tersenyum.

Fasilitas peternakan UNESA tidak hanya menjadi tempat produksi ayam, tetapi juga dirancang sebagai laboratorium hidup bagi mahasiswa. Di sini, mahasiswa dari berbagai program studi, khususnya yang relevan dengan peternakan, gizi, dan agribisnis, dapat belajar langsung tentang proses budidaya, manajemen peternakan, hingga distribusi hasil panen.

Selain itu, fasilitas ini juga dikelola sebagai unit usaha kampus oleh BPU UNESA. Pengelolaan dilakukan dengan sistem yang berkelanjutan, efisien, dan profesional guna mendukung kemandirian usaha kampus. Keuntungan dari unit usaha ini diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pendapatan UNESA yang signifikan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa UNESA tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu mengelola sumber daya yang dimiliki untuk memberikan nilai tambah dan manfaat bagi masyarakat. Peternakan ini adalah salah satu wujudnya,” tegas Prof. Bachtiar.

Panen Raya UNESA 2026 menjadi bukti nyata komitmen UNESA terhadap ketahanan pangan nasional. Di tengah tantangan global seperti perubahan iklim dan krisis pangan, perguruan tinggi dituntut untuk hadir memberikan solusi. Melalui pengembangan sektor peternakan, UNESA berupaya mengurangi ketergantungan pada impor dan meningkatkan produksi dalam negeri.

Ke depan, UNESA berencana untuk terus mengembangkan fasilitas peternakan, menambah komoditas, serta menggandeng mitra strategis untuk memperkuat ekosistem agribisnis. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, UNESA optimis dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan negeri.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jalan Rusak Parah, Warga Desa Wolokelo Swadaya Gotong Royong Lakukan Perbaikan

17 Oktober 2026 - 03:45 WITA

APH Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Setda Barito Timur

15 Oktober 2026 - 07:15 WITA

Kebakaran Cagar Alam Gunung Lokon Tomohon Hanguskan 100 Hektare Lahan

14 Oktober 2026 - 10:25 WITA

Protes Tambang Galian C, Warga Puncu Kediri Keluhkan Jalan Rusak dan Sulit Air

13 Oktober 2026 - 04:27 WITA

GAMKI Mengabdi 2026 Layani 120 Lansia di Itawaka, Dorong Deteksi Dini Penyakit

11 Oktober 2026 - 04:56 WITA

Trending di Warta Daerah