Menu ✖

Mode Gelap
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Tegaskan Capaian Strategis: Kita Berada di Jalur yang Benar Pangdam XIII/Merdeka Tegaskan Kawal Program Nasional Budidaya Anggur Impor Buka Peluang Ekonomi Desa Pejarakan Kapolri Bongkar Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh, Terbesar di Indonesia Taiwan Lumpuh Diterjang Topan Champi, Ribuan Warga Dievakuasi Kejati Kalsel Tahan Kepala BKSDA Kalsel Korupsi Rp5,62 miliar

Warta Daerah

Budidaya Anggur Impor Buka Peluang Ekonomi Desa Pejarakan

badge-check


					Budidaya Anggur Impor Buka Peluang Ekonomi Desa Pejarakan Perbesar

Budidaya anggur impor mulai menunjukkan potensi sebagai sumber pendapatan sekaligus peluang pengembangan agrowisata di Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. Melalui kebun Krisna Grape, hasil pertanian tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas buah, tetapi juga dikembangkan menjadi pengalaman wisata yang dapat menarik kunjungan masyarakat.

Pengelola Krisna Grape, Made Sujana, Rabu, 21 Oktober 2026, mengungkapkan bahwa budidaya anggur impor yang dijalankannya memiliki siklus panen sekitar tiga bulan sekali. Dalam satu periode panen, omzet yang diperoleh mencapai lebih dari Rp18 juta.

Meski memiliki prospek ekonomi, Sujana mengakui budidaya anggur tidak terlepas dari berbagai tantangan, terutama kondisi cuaca yang memengaruhi kualitas dan produktivitas tanaman.

Saat musim hujan, proses pembuahan cenderung lebih sulit dan tingkat kemanisan buah dapat mengalami penurunan. Sebaliknya, musim panas menjadi kondisi yang lebih mendukung pertumbuhan buah dengan cita rasa manis yang lebih optimal.

Untuk memperluas peluang pemasaran, Sujana mengembangkan konsep wisata petik anggur yang memungkinkan konsumen datang langsung ke kebun. Selain dapat melihat tanaman, pengunjung juga diberikan kesempatan mencicipi berbagai varietas sebelum membeli buah dengan harga Rp80 ribu per kilogram.

“Kalau ada permintaan banyak melalui online, kami belum bisa melayani. Jadi saya berharap para pencinta anggur datang langsung ke sini, mencicipi dan merasakan sendiri buahnya,” ucap Sujana.

Sementara itu, Perbekel Desa Pejarakan, I Made Astawa, menilai pengembangan budidaya anggur sebagai agrowisata memiliki peluang untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Potensi tersebut tidak hanya berasal dari penjualan hasil panen, tetapi juga dari kunjungan wisatawan yang datang ke kawasan perdesaan.

Ia mengatakan, salah satu upaya yang didorong adalah pembentukan kelompok bagi petani anggur dan pelaku usaha. Melalui kelompok tersebut, pengelolaan usaha, pengembangan produksi, hingga pemasaran diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah dan menjangkau pasar yang lebih luas.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polisi Tahan Eks Kadis dan Eks Kabid Kominfo Sulut Terkait Dugaan Korupsi Kerja Sama Media Rp7,5 Miliar

22 Oktober 2026 - 13:07 WITA

Legislator Ferdinand Djeki Dumais Bantah Terlibat Penipuan, Ancam Tuntut Balik Penyebar Fitnah

22 Oktober 2026 - 02:04 WITA

Panen Raya UNESA 2026: 60 Ribu Ekor Ayam Dibagikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Rasakan Manfaatnya

20 Oktober 2026 - 03:32 WITA

Jalan Rusak Parah, Warga Desa Wolokelo Swadaya Gotong Royong Lakukan Perbaikan

17 Oktober 2026 - 03:45 WITA

APH Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Setda Barito Timur

15 Oktober 2026 - 07:15 WITA

Trending di Warta Daerah