Menu

Mode Gelap
4 Bandara Ditutup Sementara Akibat Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Korupsi KPR Fiktif Rp237 Miliar, Kejari Karawang Tetapkan 4 Tersangka Terindikasi Kangkangi Aturan, APH Didesak Cabut Izin Usaha Perkebunan PT Ketapang Subur Lestari di Barito Timur PN Manado Sosialisasikan SEMA 2, 3 dan 4 Tahun 2026 ke APH, Soroti Kepastian Hukum Ketua DPD Puji Diplomasi Prabowo di Rusia: FTA Dongkrak Ekonomi Daerah Selamatkan Masa Depan Anak, Densus 88 Bangun Mekanisme Pemulihan dan Pendampingan Terpadu di Sumsel

Warta Daerah

Jalan Rusak Parah, Warga Renah Pemetik Jalan Kaki Tandu Jenazah Hampir 10 Kilometer

badge-check


					Jalan Rusak Parah, Warga Renah Pemetik Jalan Kaki Tandu Jenazah Hampir 10 Kilometer Perbesar

Sebuah rekaman yang beredar di media sosial kembali menyoroti persoalan akses dasar di wilayah Renah Pemetik, Kabupaten Kerinci. Dalam video itu, warga tampak menandu jenazah sejauh hampir 10 kilometer karena jalan utama menuju desa mereka tidak dapat dilalui kendaraan.

Peristiwa tersebut terjadi ketika keluarga dan warga Sungai Tabun hendak membawa jenazah ke kampung asal almarhum di Semurup, Kecamatan Air Hangat. Jalan yang menjadi satu-satunya akses telah lama rusak dan berlumpur, diperparah hujan yang turun beberapa hari terakhir. Kondisi itu membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tak mampu melewati jalur tersebut.

Dalam rekaman, terlihat warga bergantian memikul tandu darurat melewati jalur licin dan kubangan lumpur. Suara keluhan kelelahan sesekali terdengar, namun laju mereka tetap dijaga agar jenazah dapat dibawa ke titik terdekat yang masih bisa dijangkau ambulans.

Chairul, warga setempat, membenarkan bahwa evakuasi dilakukan sepenuhnya dengan berjalan kaki. “Almarhum meninggal tadi malam. Mobil sama sekali tidak bisa masuk karena jalan rusak parah,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).

Menurut dia, warga harus menempuh perjalanan sekitar 10 kilometer hingga mencapai kawasan Sungai Tembang, tempat ambulans menunggu. Sepanjang perjalanan, medan licin dan berlumpur membuat para penandu beberapa kali terpeleset.

Chairul mengatakan bahwa situasi seperti ini bukan kejadian baru bagi warga Renah Pemetik dan wilayah perladangan sekitarnya. Akses jalan yang buruk sudah berlangsung selama puluhan tahun, membuat proses membawa warga sakit atau meninggal kerap dilakukan dengan cara ditandu.

Ia berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian lebih serius. “Kami ingin pemerintah datang melihat langsung kondisi di sini. Jalan yang layak akan sangat membantu kehidupan kami,” katanya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

4 Bandara Ditutup Sementara Akibat Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau

6 September 2026 - 07:53 WITA

Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu

3 September 2026 - 05:21 WITA

Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya

31 Agustus 2026 - 09:09 WITA

El Nino Picu Migrasi Ikan, Nelayan Kecil Hadapi Beban Ongkos Melaut

29 Agustus 2026 - 05:42 WITA

Jalan ke Kawasan Baduy Lebak Rusak, Tokoh Adat Harap Segera Diperbaiki

28 Agustus 2026 - 04:53 WITA

Trending di Warta Daerah