Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok Sherina Munaf Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan

Warta Daerah

Harga Plastik Naik hingga 100 Persen, Pelaku UMKM Kelimpungan

badge-check


					Harga Plastik Naik hingga 100 Persen, Pelaku UMKM Kelimpungan Perbesar

Harga plastik di pasaran masih berada di level tinggi meski sempat sedikit menurun dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut turut dikeluhkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Berdasarkan pantauan di Pasar Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (23/5/2026), salah satu penjual plastik, Dahri mengatakan, kenaikan harga plastik mulai terjadi sejak pertengahan Ramadan lalu. Menurutnya, kenaikan harga bervariasi tergantung jenis bahan plastik yang dijual.

“Naik dari pertengahan puasa. Sekarang mulai turun dikit-dikit. Kenaikan 50-100 persen tergantung bahannya juga,” kata Dahri.

Dia mencontohkan harga plastik kiloan yang paling banyak dicari pelanggan mengalami kenaikan cukup tajam. Sebelumnya, harga plastik tersebut di kisaran Rp32.000 hingga Rp37.000 per kilogram (kg), namun kini mencapai Rp50.000.

“Plastik kiloan yang paling laris awalnya Rp32.000, Rp35.000, Rp37.000, sekarang jadi Rp50.000,” tuturnya.

Kenaikan harga plastik turut dirasakan pelaku UMKM yang menggunakan plastik sebagai kebutuhan utama usaha, salah satunya Bu As, penjual susu jahe. Dia mengaku harus mengurangi jumlah pembelian plastik karena harga yang semakin mahal.

“Kalau saya kan memang belanja plastik, itu plastik naik. Untuk jualan susu jahe. Dengan adanya kenaikan harga plastik berat juga ya, seharusnya biasa beli 1 pack, saya harus kurangi dari kenaikan itu,” ujarnya.

Menurutnya, plastik anti panas yang biasa dibeli seharga Rp30.000 per ikat kini melonjak hampir Rp50.000 per ikat.

“Biasanya saya beli satu ikat itu Rp30.000 yang anti panas, itu naik jadi hampir Rp50.000 satu ikat,” ucapnya.

Bu As berharap, harga plastik dapat kembali stabil agar tidak semakin membebani pelaku usaha kecil yang saat ini juga menghadapi berbagai kebutuhan lainnya.

“Pendapatan di dagangan begitulah, agak kurang. Ya kalau bisa jangan terlalu tinggi, naik juga sewajarnya, karena kita juga banyak kebutuhan lain ya, buat dagang, buat makan,” ujarnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu

3 September 2026 - 05:21 WITA

Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya

31 Agustus 2026 - 09:09 WITA

El Nino Picu Migrasi Ikan, Nelayan Kecil Hadapi Beban Ongkos Melaut

29 Agustus 2026 - 05:42 WITA

Jalan ke Kawasan Baduy Lebak Rusak, Tokoh Adat Harap Segera Diperbaiki

28 Agustus 2026 - 04:53 WITA

Update Gempa NTT: 91 Orang Meninggal, 1.286 Luka dan 161.084 Mengungsi

24 Agustus 2026 - 05:48 WITA

Trending di Warta Daerah