Menu

Mode Gelap
Film Indonesia Makin Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri, 531 Karya Masuk FFI 2026 Presiden Prabowo Perintahkan Pengusutan Dugaan Kesengajaan Pembakaran Hutan dan Lahan Harga Pangan 7 September: Bawang Merah Turun, Cabai Kembali Naik Dari Laut Untuk Negeri: TNI AL dan Masyarakat Bersatu dalam Semangat, Aku Cinta Laut 4 Bandara Ditutup Sementara Akibat Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Korupsi KPR Fiktif Rp237 Miliar, Kejari Karawang Tetapkan 4 Tersangka

Serba Serbi

Fatkhul Ilma, Pemuda Bojonegoro Sosok Penggerak Inovasi Dunia Pertanian

badge-check


					Fatkhul Ilma, Pemuda Bojonegoro Sosok Penggerak Inovasi Dunia Pertanian Perbesar

Jatim, infokatulistiwanews.com –  Pemuda Desa Bendo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Fatkhul Ilma hadir sebagai sosok penggerak inovasi, melalui Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Djoyo Tani yang ia dirikan  membawa warna baru dalam dunia pertanian Bojonegoro.

Di usianya yang kini 28 tahun, ia bertekad menjadikan pertanian sebagai profesi keren dan menjanjikan, khususnya bagi anak muda, dengan sentuhan teknologi modern.

Perjalanan Fatkhul Ilma di pertanian modern dimulai ketika ia berusia 23 tahun dan dari sebuah greenhouse berukuran 4×6 meter. Dari sebidang tanah sederhana inilah ia melakukan riset untuk menemukan tanaman yang paling menjanjikan di pasar dimana Cabai dan melon menjadi pilihan utamanya. Keberhasilannya membuktikan bahwa pertanian berbasis teknologi memiliki prospek yang lebih baik dibandingkan metode konvensional.

Berkat penerapan sistem modern, Fatkhul mampu memanen melon 5–6 kali dalam setahun dari greenhouse miliknya. Tidak hanya produktivitas yang meningkat, serangan hama pun jauh lebih minim. Untuk pemasaran, ia tak lagi khawatir karena sudah ada tengkulak yang siap membeli hasil panen secara rutin.

Kini, Ilma telah memiliki delapan greenhouse, yakni empat untuk produksi skala industri dan empat lainnya untuk riset serta penelitian. Dalam satu kali panen, satu greenhouse mampu menghasilkan omzet hingga Rp30 juta dengan keuntungan bersih sekitar Rp10–15 juta.

Ilma, bukan hanya seorang praktisi, ia juga seorang pembelajar. Ia pernah mengikuti program smart farming yang digelar pemerintah Korea yang bekerjasama dengan pemerintah Indonesia. Bahkan pada 2022, ia berhasil meraih Juara 2 Pemuda Pelopor Nasional, sebuah prestasi yang mengukuhkan dedikasinya.

“Pertanian itu penting, bahkan strategis. Kalau kita mau maju, harus mulai sekarang dengan cara yang tepat,” ujarnya seperti dalamsiaran terulisnya Pemkab Bojonegoro, Kamis (18/9/2025).

Dengan dedikasi dan inovasinya, Fatkhul Ilma membuktikan bahwa pertanian bukan lagi sekadar tradisi, tetapi masa depan yang menjanjikan, modern, produktif, dan menguntungkan.

Red~ IKN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harga Pangan 7 September: Bawang Merah Turun, Cabai Kembali Naik

7 September 2026 - 04:29 WITA

Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu

4 September 2026 - 05:10 WITA

Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali

1 September 2026 - 05:19 WITA

SSB Kolonal Jadi Ruang 60 Anak Solok Selatan Kejar Mimpi Jadi Pesepakbola

28 Agustus 2026 - 04:51 WITA

Ribuan Penari Muda dalam Tari Kolosal

25 Agustus 2026 - 07:19 WITA

Trending di Serba Serbi