Menu ✖

Mode Gelap
Sekjen PBB Soroti Konflik hingga Krisis Iklim, Minta Negara Perkuat Kerja Sama AI Tidak Bisa Menggantikan Independensi dan Nurani Presiden Prabowo Instruksikan BRIN Percepat Riset Vaksin Malaria RI KSAL Pimpin Sumpah Pemuda di KRI Sriwijaya-100, Empat Satuan TNI AL Raih Samkaryanugraha Kualitas Udara di Penajam dan Sepaku, Wilayah IKN, Masuk Kategori Berbahaya Presiden Prabowo Tekankan Perlindungan Kekayaan Negara dalam Penyempurnaan Aturan Korupsi

Serba Serbi

Fatkhul Ilma, Pemuda Bojonegoro Sosok Penggerak Inovasi Dunia Pertanian

badge-check


					Fatkhul Ilma, Pemuda Bojonegoro Sosok Penggerak Inovasi Dunia Pertanian Perbesar

Jatim, infokatulistiwanews.com –  Pemuda Desa Bendo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Fatkhul Ilma hadir sebagai sosok penggerak inovasi, melalui Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Djoyo Tani yang ia dirikan  membawa warna baru dalam dunia pertanian Bojonegoro.

Di usianya yang kini 28 tahun, ia bertekad menjadikan pertanian sebagai profesi keren dan menjanjikan, khususnya bagi anak muda, dengan sentuhan teknologi modern.

Perjalanan Fatkhul Ilma di pertanian modern dimulai ketika ia berusia 23 tahun dan dari sebuah greenhouse berukuran 4×6 meter. Dari sebidang tanah sederhana inilah ia melakukan riset untuk menemukan tanaman yang paling menjanjikan di pasar dimana Cabai dan melon menjadi pilihan utamanya. Keberhasilannya membuktikan bahwa pertanian berbasis teknologi memiliki prospek yang lebih baik dibandingkan metode konvensional.

Berkat penerapan sistem modern, Fatkhul mampu memanen melon 5–6 kali dalam setahun dari greenhouse miliknya. Tidak hanya produktivitas yang meningkat, serangan hama pun jauh lebih minim. Untuk pemasaran, ia tak lagi khawatir karena sudah ada tengkulak yang siap membeli hasil panen secara rutin.

Kini, Ilma telah memiliki delapan greenhouse, yakni empat untuk produksi skala industri dan empat lainnya untuk riset serta penelitian. Dalam satu kali panen, satu greenhouse mampu menghasilkan omzet hingga Rp30 juta dengan keuntungan bersih sekitar Rp10–15 juta.

Ilma, bukan hanya seorang praktisi, ia juga seorang pembelajar. Ia pernah mengikuti program smart farming yang digelar pemerintah Korea yang bekerjasama dengan pemerintah Indonesia. Bahkan pada 2022, ia berhasil meraih Juara 2 Pemuda Pelopor Nasional, sebuah prestasi yang mengukuhkan dedikasinya.

“Pertanian itu penting, bahkan strategis. Kalau kita mau maju, harus mulai sekarang dengan cara yang tepat,” ujarnya seperti dalamsiaran terulisnya Pemkab Bojonegoro, Kamis (18/9/2025).

Dengan dedikasi dan inovasinya, Fatkhul Ilma membuktikan bahwa pertanian bukan lagi sekadar tradisi, tetapi masa depan yang menjanjikan, modern, produktif, dan menguntungkan.

Red~ IKN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Instruksikan BRIN Percepat Riset Vaksin Malaria RI

28 Oktober 2026 - 04:07 WITA

Dari Minahasa hingga Papua, Budaya Daerah Tampil di Festival Indonesia 2026

26 Oktober 2026 - 10:25 WITA

Lebihi Target di Asian Para Games 2026, Kontingen Indonesia Siap Tatap ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028

24 Oktober 2026 - 09:56 WITA

BMKG: Keindahan Hunter’s Moon pada 26 Oktober 2026

23 Oktober 2026 - 04:17 WITA

Lestarikan Budaya, PORTINA Sulut Latih Pelatih Olahraga Tradisional

21 Oktober 2026 - 02:27 WITA

Trending di Serba Serbi