Menu

Mode Gelap
Harga Pangan 7 September: Bawang Merah Turun, Cabai Kembali Naik Dari Laut Untuk Negeri: TNI AL dan Masyarakat Bersatu dalam Semangat, Aku Cinta Laut 4 Bandara Ditutup Sementara Akibat Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Korupsi KPR Fiktif Rp237 Miliar, Kejari Karawang Tetapkan 4 Tersangka Terindikasi Kangkangi Aturan, APH Didesak Cabut Izin Usaha Perkebunan PT Ketapang Subur Lestari di Barito Timur PN Manado Sosialisasikan SEMA 2, 3 dan 4 Tahun 2026 ke APH, Soroti Kepastian Hukum

Serba Serbi

Dari Gubug Petani ke Panggung Nasional: Kisah Inspiratif Alamsantri Ngraseh

badge-check


					Dari Gubug Petani ke Panggung Nasional: Kisah Inspiratif Alamsantri Ngraseh Perbesar

Tinggal di desa tidak membatasi kreativitas. Justru, dengan menggali potensi lokal, lahir gagasan yang membawa manfaat luas. Hal inilah yang dilakukan Tadzkhirotul A’la (28), pemuda Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, yang berhasil menginisiasi lahirnya komunitas Alamsantri.

Berkat inisiatif tersebut, ia meraih Juara 3 Pemuda Pelopor Desa Tingkat Nasional pada bidang sosial kemasyarakatan.

Menurut A’la, Alamsantri berawal dari sebuah gubug kecil di tengah hutan jati yang biasa menjadi tempat petani beristirahat setelah bekerja di sawah. Dari obrolan sederhana di gubug itulah muncul ide membangun ruang sosial yang memadukan kreativitas, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

“Alamsantri berdiri sejak 2022. Ia hadir sebagai ruang kolaborasi sosial masyarakat, dipelopori bersama warga sekitar dengan pendekatan jagongan dan warung kopi,” jelasnya, Kamis (11/9/2025).

Seiring perjalanan, Alamsantri berkembang menjadi pusat aktivitas warga. Berbagai eksperimen dilakukan, mulai dari pertanian dan peternakan, edukasi anak, hingga layanan outbound bertema kehidupan petani. Komunitas ini juga melahirkan produk UMKM, salah satunya teh peppermin dari lahan percobaan, serta mengembangkan budidaya tanaman buah dalam pot.

“Tujuan Alamsantri adalah sebagai wadah sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dampaknya terlihat dari bidang pertanian, peternakan, edukasi, sekaligus membuka peluang ekonomi,” tambahnya.

Selain itu, Alamsantri juga menghadirkan program literasi untuk anak-anak, mengajak mereka bermain di alam sekaligus mengurangi ketergantungan pada gawai.

“Anak-anak punya ruang bermain yang alami, sehingga tidak terlalu bergantung pada gadget,” kata A’la.

Kehadiran Alamsantri membawa dampak sosial yang signifikan. Budaya gotong royong kembali hidup, kolaborasi antargenerasi meningkat, dan semangat saling membantu tumbuh lebih kuat di Desa Ngraseh.

Alamsantri bukan sekadar komunitas, tetapi ruang kolaborasi yang menyatukan petani, pemuda, hingga ibu rumah tangga, menghadirkan manfaat nyata sekaligus menginspirasi desa lain untuk bergerak bersama membangun lingkungannya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harga Pangan 7 September: Bawang Merah Turun, Cabai Kembali Naik

7 September 2026 - 04:29 WITA

Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu

4 September 2026 - 05:10 WITA

Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali

1 September 2026 - 05:19 WITA

SSB Kolonal Jadi Ruang 60 Anak Solok Selatan Kejar Mimpi Jadi Pesepakbola

28 Agustus 2026 - 04:51 WITA

Ribuan Penari Muda dalam Tari Kolosal

25 Agustus 2026 - 07:19 WITA

Trending di Serba Serbi