Menu

Mode Gelap
Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 Pejabat Imigrasi Ditahan KPK Kodaeral IX-Wanadri ekspedisi selam di Pulau Buru jaga ekosistem laut Titi DJ Buka Suara Usai Sebut Ada yang Lebih Bagus Nyanyikan ‘Sang Dewi’ dari Lyodra Puskesmas Tebing Tinggi Hadirkan Inovasi Cegah Penyakit Menular 3 Eks Pimpinan Lembaga BGN Ditetapkan Jadi Tersangka Terkait Perkara Penyimpangan Tata Kelola MBG Dari Ruang Kelas SMPN 111 Jakarta, Cita-Cita Besar Menggema di Hadapan Presiden Prabowo

Warta Internasional

China Jor-Joran Investasi Mobil Listri di Luar Negeri

badge-check


					China Jor-Joran Investasi Mobil Listri di Luar Negeri Perbesar

Perusahaan China di sektor kendaraan listrik untuk pertama kalinya mencatatkan investasi di luar negeri lebih besar daripada di dalam negeri sepanjang 2024. Aksi ini dilakukan meski proyek internasional menghadapi biaya lebih tinggi, penundaan, serta risiko politik dan regulasi.

Menurut laporan Bloomberg mengutip laporan lembaga riset Rhodium Group yang dirilis Senin (18/8/2025), total investasi perusahaan China untuk rantai pasokan kendaraan listrik mencapai sekitar US$16 miliar di luar negeri, lebih besar dibandingkan US$15 miliar di dalam negeri.

Selama bertahun-tahun sebelumnya, sekitar 80% investasi masih berpusat di pasar domestik.

“Fakta bahwa investasi luar negeri kini melampaui investasi dalam negeri mencerminkan pasar China yang jenuh dan daya tarik strategis untuk berekspansi ke luar negeri demi imbal hasil yang lebih tinggi,” ujar Armand Meyer, analis riset senior di Rhodium dan salah satu penulis laporan tersebut.

Sekitar tiga perempat dari total investasi ke luar negeri berasal dari produsen baterai, industri yang dikenal padat modal. Nama-nama besar seperti Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL), Envision Group, dan Gotion High-Tech Co. memperluas produksi ke luar negeri mengikuti jejak klien global seperti Tesla Inc. dan BMW AG.

Ekspansi ini didorong oleh tarif impor yang memberatkan di Eropa dan Amerika Serikat, tingginya biaya transportasi, serta tuntutan pelanggan asing akan pasokan lokal.

CATL, produsen baterai kendaraan listrik terbesar dunia, pada Juni lalu menyebut ekspansi global sebagai “prioritas utama” di tengah ketatnya persaingan di pasar otomotif domestik. BYD Co., produsen mobil terbesar di China, sudah memiliki pabrik di Brasil dan Thailand, serta merencanakan fasilitas baru di Turki dan Indonesia.

Chery Automobile Co. juga berkomitmen membangun pabrik kendaraan listrik senilai US$1 miliar di Turki.

Meski demikian, proyek di luar negeri berjalan lebih lambat dan berisiko tinggi. Hanya 25% proyek manufaktur kendaraan listrik di luar negeri yang rampung, jauh lebih rendah dari tingkat penyelesaian di dalam negeri yang mencapai 45%.

Proses pembangunan pabrik baterai di China umumnya memakan waktu 3–12 bulan, sementara di luar negeri bisa mencapai 10–24 bulan. Beberapa perusahaan bahkan menunda atau membatalkan ekspansi.

BYD bulan lalu menangguhkan rencana pembangunan pabrik besar di Meksiko tanpa batas waktu akibat ketidakpastian perdagangan di bawah kebijakan Presiden AS Donald Trump. Svolt Energy Technology Co., produsen baterai asal China utara, disebut membatalkan 99% investasi luar negeri yang sebelumnya diumumkan.

Rhodium menilai, ekspansi global perusahaan kendaraan listrik Tiongkok masih dibayangi tantangan, mulai dari permintaan global yang tidak merata, penolakan di pasar seperti Uni Eropa, hingga potensi kontrol ketat dari pemerintah Beijing yang khawatir atas transfer teknologi dan hilangnya lapangan kerja di dalam negeri

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

IOM serukan penguatan koordinasi lintas batas tekan wabah Ebola

3 Juni 2026 - 06:30 WITA

Gema Takbir di Paris, Diaspora Indonesia Rasakan Kehangatan Iduladha Bersama Presiden Prabowo

27 Mei 2026 - 13:37 WITA

Tambang Emas Longsor Kubur Penambang Hidup-Hidup, 28 Tewas

26 Mei 2026 - 03:12 WITA

9 WNI Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Turki Sebelum Pulang ke RI

23 Mei 2026 - 08:58 WITA

Kemlu Kecam Penculikan Relawan & Jurnalis Indonesia oleh Israel

19 Mei 2026 - 02:23 WITA

Trending di Warta Internasional