Kunjungi Hunian Relokasi Senen, Presiden Prabowo Disambut Doa dan Rasa Syukur Warga
Jakarta, infokatulistiwanews.com – Malam di kawasan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, pada Jumat, 28 Agustus 2026, mendadak terasa berbeda bagi warga yang kini menempati hunian relokasi. Tanpa pemberitahuan, Presiden Prabowo Subianto tiba-tiba datang untuk melihat langsung tempat tinggal yang dihuni warga eks bantaran rel kereta api.

Kunjungan tersebut dilakukan Presiden Prabowo setelah menyelesaikan sejumlah agenda kenegaraan di Istana Merdeka. Di luar agenda yang telah dijadwalkan, Kepala Negara memilih menyempatkan diri meninjau hunian relokasi warga.
Kedatangan Presiden Prabowo pun langsung disambut antusias. Sejumlah warga tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas hunian yang kini mereka tempati.
“Bapak, terima kasih banyak, Pak. Bapak, saya bisa tinggal di sini, Pak,” ucap salah satu warga kepada Presiden.
Bukan sekadar melihat dari luar, Presiden Prabowo juga mengecek langsung sejumlah fasilitas yang tersedia di hunian tersebut. Presiden memastikan fasilitas dasar, termasuk ketersediaan air, dapat digunakan dengan baik oleh warga.
“Lancar airnya, ya?” tanya Presiden.
“Lancar, normal, Pak, alhamdulillah,” jawab salah satu warga.
Bagi warga, perhatian tersebut memiliki arti tersendiri. Hunian baru bukan hanya soal berpindah tempat tinggal, tetapi juga tentang mendapatkan rasa aman dan nyaman setelah sebelumnya menjalani kehidupan di kawasan bantaran rel.
Salah satunya Nuriah yang mengaku masih sulit percaya Presiden Prabowo datang langsung ke tempat tinggalnya. Nuriah yang sebelumnya tinggal di bantaran rel kereta api, kini merasakan perubahan besar dalam kehidupannya.
“Sebelumnya saya di bantaran rel kereta api Senen, setelah tinggal di sini Puji Tuhan aman, nyaman, pokoknya sangat terbantu banget,” ujarnya.
Perasaan serupa disampaikan Siti Nurhalimah yang mengenang bagaimana dirinya dahulu tinggal di kawasan rel kereta sebelum akhirnya mendapatkan hunian relokasi. “Saya tadinya tinggal di jalanan kereta, sekarang alhamdulillah tinggal di sini. Alhamdulillah Ya Allah, Bapak Presiden, PT KAI, banyak-banyak terima kasih karena saya enggak bisa bilang apa-apa lagi,” tutur Siti.
Malam itu, kunjungan Presiden Prabowo bukan hanya menjadi sebuah agenda peninjauan. Bagi warga, kehadiran Kepala Negara di tengah mereka menjadi momen yang tak mudah dilupakan. Di sela rasa haru dan kegembiraan, warga pun menyampaikan doa untuk Presiden Prabowo.
“Panjang umur, sehat selalu ya, selalu dilindungi Yang Maha Kuasa,” doa warga.
Presiden Prabowo: Indonesia Akan Bangkit, Tak Ada yang Bisa Membendung
Jombang, infokatulistiwanews.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimismenya bahwa Indonesia akan bangkit menjadi negara yang makin kuat dan mandiri. Dalam sambutannya pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Provinsi Jawa Timur, Kepala Negara menyampaikan berbagai capaian yang telah diraih melalui sejumlah program strategis.
“Kita sudah swasembada pangan, dan sebentar lagi kita akan swasembada energi. Insyaallah kita tidak, dalam waktu yang tidak lama, kita tidak perlu impor terlalu banyak BBM dari manapun. Kita telah membangun puluhan ribu dapur umum MBG. MBG sudah sekarang dinikmati lebih dari 62 juta penerima manfaat,” kata Presiden pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Meskipun masih ada tantangan dan kekurangan dalam pelaksanaannya, tetapi Presiden berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh persoalan agar manfaat program dapat dirasakan secara luas. “Yang penting adalah manfaat harus diterima oleh semua anak-anak kita, dan semua ibu-ibu hamil, dan semua orang tua lanjut usia,” lanjutnya.
Selain itu, Presiden juga menyampaikan optimisme terhadap penguatan ekonomi rakyat melalui pengoperasian puluhan ribu Koperasi Desa Merah Putih. Pemerintah, kata Presiden, akan memastikan berbagai barang yang mendapatkan subsidi dapat diterima masyarakat dengan harga sesuai kebijakan subsidi.
“Kita akan menjamin semua barang yang disubsidi rakyat akan sampai ke rakyat dengan harga serendah-rendahnya harga subsidi. Barang subsidi tidak boleh diperdagangkan, dan tidak akan diperdagangkan,” katanya.
Indonesia, menurut Presiden memiliki tantangan besar, termasuk dampak cuaca el nino serta kondisi geografis sebagai negara kepulauan. Namun demikian, Indonesia juga memiliki kekayaan sumber daya alam dan potensi energi yang menjadi modal kuat untuk kebangkitan bangsa.
“Percaya sama saya, beberapa tahun lagi Indonesia akan bangkit dengan luar biasa, dan tidak akan ada yang bisa bendung kita,” ujarnya.
Untuk memastikan kekayaan negara memberikan manfaat besar untuk rakyat, Presiden pun kembali menekankan pentingnya keberanian dalam memberantas korupsi dan melakukan penghematan anggaran. Kepala Negara menyebut langkah tersebut telah menghasilkan ratusan triliun rupiah yang dapat dialihkan untuk kesejahteraan rakyat.
“Dari penghematan-penghematan kita, sudah ratusan triliun yang bisa kita hemat, uang itulah yang kita gunakan untuk sebesar-besarnya membantu rakyat yang paling miskin, yang paling tidak berdaya,” tandasnya.
Senyum Anak-Anak Nagekeo di Tengah Tenda Pengungsian
NTT, infokatulistiwanews.com – Tenda pengungsian di Lapangan Berdikari, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendadak riuh pada Rabu, 26 Agustus 2026. Warga berdesakan mendekat, sebagian mengangkat telepon genggam untuk mengabadikan momen, sementara anak-anak menyelinap di antara kerumunan saat Presiden Prabowo Subianto masuk dan menyapa mereka satu per satu.
Tak ada jarak yang terasa. Sejumlah warga mendekat, menjabat tangan, bahkan memeluk Presiden. Di tengah kerumunan itu, seorang anak perempuan tampak tersenyum lebar sambil berdiri begitu dekat dengan Presiden. Anak-anak lainnya ikut mengerubungi Kepala Negara dengan wajah penuh rasa ingin tahu.
Hari itu, Presiden Prabowo datang ke Nagekeo untuk melihat langsung kondisi masyarakat setelah gempa. Namun ketika memasuki tenda pengungsian, kunjungan tersebut berubah menjadi perjumpaan yang lebih personal. Presiden berhenti untuk berbincang dengan warga, menyapa anak-anak, dan membagikan mainan kepada mereka.
Satu per satu tangan kecil terulur. Mainan yang dibawa Presiden kemudian berpindah ke tangan anak-anak. Senyum yang muncul di wajah mereka menghadirkan suasana berbeda di tengah tempat yang selama beberapa hari terakhir menjadi ruang berlindung sementara bagi warga terdampak.
Bagi anak-anak tersebut, kehidupan berubah dalam hitungan detik ketika gempa 7,7 magnitudo mengguncang pada 15 Agustus 2026 lalu. Rumah yang biasa menjadi tempat pulang harus ditinggalkan. Kegiatan belajar dan bermain ikut terganggu. Tenda pengungsian kemudian menjadi tempat mereka makan, beristirahat, bertemu teman, sekaligus menunggu keadaan kembali aman.
Karena itu, perhatian terhadap anak-anak menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Di lokasi pengungsian, berbagai kegiatan disiapkan agar mereka tetap memiliki ruang untuk bermain, menggambar, berinteraksi, serta sejenak melepaskan ketegangan setelah bencana.
“Sudah kita siapkan perbaikan-perbaikan, langkah-langkah sementara supaya sekolah bisa segera buka, segera kita jalankan mungkin untuk keamanan, sekolah-sekolah mungkin di tenda dulu,” ujar Presiden di hadapan para pengungsi.
Kehadiran Presiden di tengah mereka menambah keceriaan hari itu. Di antara orang dewasa yang menyampaikan berbagai kebutuhan dan harapan, anak-anak punya caranya sendiri menyambut Kepala Negara: mendekat, tersenyum, meminta mainan, dan menikmati beberapa saat yang membuat suasana pengungsian terasa lebih ringan.
“Percayalah, pemerintah tidak akan membiarkan saudara sendiri. Kita hadir dan kita akan terus membantu saudara-saudara,” lanjut Presiden.
Sebelum menemui warga, Presiden telah memimpin rapat untuk mendengarkan laporan perkembangan penanganan pascabencana. Kepala Negara menegaskan pentingnya memastikan seluruh proses berjalan cepat, mulai dari penanganan darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.
Bagi Presiden Prabowo, pemulihan tidak berhenti ketika bantuan telah tiba. Masyarakat harus dapat kembali hidup dengan aman, aktivitas ekonomi kembali berjalan, pelayanan kesehatan tetap tersedia, rumah-rumah dapat dibangun kembali, dan anak-anak pada akhirnya dapat kembali ke sekolah.
Di tengah duka dan ketidakpastian setelah gempa, tawa anak-anak mungkin tidak serta-merta menghapus apa yang telah mereka alami. Tetapi dari tenda pengungsian di Nagekeo, senyum-senyum kecil itu menjadi pengingat bahwa kehidupan perlahan bergerak kembali dan harapan untuk bangkit tetap ada.
Red~ IKN
(BPMI Setpres)









