Menu ✖

Mode Gelap
Polisi Tahan Eks Kadis dan Eks Kabid Kominfo Sulut Terkait Dugaan Korupsi Kerja Sama Media Rp7,5 Miliar Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna: Dua Tahun Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri Tanamkan Cinta Bahari Sejak Dini, KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 Sambut Kunjungan Pelajar di Nunukan Di Universitas Indonesia, Kabaharkam Tegaskan Kepercayaan Publik Jadi Ukuran Keberhasilan Polri China Minta Politikus Filipina Tak Bikin Panas Hubungan Antar Negara Kejati Sultra Tetapkan Karo Ekonomi Tersangka Korupsi Jamuan Rp4,2 Miliar

Warta Polri

Antisipasi Potensi Kecelakaan Laut, Polri Siagakan 5 Kapal di Jalur Strategis Nasional

badge-check


					Antisipasi Potensi Kecelakaan Laut, Polri Siagakan 5 Kapal di Jalur Strategis Nasional Perbesar

Polri memperkuat pengamanan jalur mudik laut dengan menyiagakan kapal patroli dan ratusan personel gabungan guna mengantisipasi potensi kecelakaan di perairan selama periode Lebaran 2026.

Komjen Pol. Dedi Prasetyo Wakapolri menegaskan kesiapsiagaan tersebut merupakan langkah antisipatif untuk menghadapi situasi darurat di jalur penyeberangan nasional.

“Ya, kita tidak menghendaki, tapi situasi kontingensi kedaruratan ketika terjadi laka (kecelakaan) air, nah sudah dipersiapkan. Ya, ada 16 kapal dipersiapkan, 320 personel gabungan dari TNI, Basarnas, dari Polair, dan dari Polri juga dipersiapkan untuk mengantisipasi situasi kontingensi,” kata Dedi saat meninjau Pos Pengamanan Pelabuhan Bakauheni, Selasa (17/3/2026).

Sebagai penguatan di jalur mudik laut nasional, Polri mengerahkan lima kapal utama yang disiagakan di titik-titik strategis berikut:

• KP BIMA – 7014 (Klas A3) – Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur
• KP KASTURI – 6002 (Klas B1/B2) – Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat
• KP MANYAR – 5003 (Klas B2) – Pelabuhan Gilimanuk, Bali
• KP GELATIK – 5016 (Klas B2) – Pelabuhan Merak, Banten
• KP GAGAK – 3011 (Klas C1) – Pelabuhan Bakauheni, Lampung

Kapal-kapal ini memiliki kemampuan operasional tinggi, mulai dari kecepatan hingga 30 knots, daya jelajah hingga sepuluh hari, serta dilengkapi peralatan keselamatan untuk mendukung patroli, pertolongan pertama (SAR awal), dan respons cepat dalam penanganan kejadian darurat di laut.

Sebagai contoh implementasi kesiapsiagaan, di jalur penyeberangan Merak–Bakauheni, telah disiagakan 16 kapal gabungan dan 320 personel dari unsur TNI, Basarnas, Polair, Polri, serta stakeholder pelayaran lainnya.

Seluruh kekuatan ditempatkan di titik strategis yang mudah dijangkau guna memastikan penanganan cepat dalam kondisi darurat.

Kemudian koordinasi dilakukan dengan ASDP dan operator kapal, sehingga setiap potensi kecelakaan laut dapat ditangani secara cepat, terpadu, dan efektif.

Selain itu, Polri mengedepankan pendekatan berbasis data real-time dalam mitigasi risiko. Perhitungan kebutuhan alat keselamatan seperti life jacket, kesiapan armada, hingga skenario evakuasi dilakukan untuk meminimalkan potensi fatalitas.

Polri memprediksi peningkatan arus mudik di sejumlah pelabuhan strategis, termasuk Bakauheni, mulai pertengahan Maret 2026, dengan puncak arus mudik pada 18–19 Maret 2026. Sementara arus balik diperkirakan terjadi pada 24–25 Maret 2026 dan 28–29 Maret 2026.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Di Universitas Indonesia, Kabaharkam Tegaskan Kepercayaan Publik Jadi Ukuran Keberhasilan Polri

22 Oktober 2026 - 02:58 WITA

Satu Tahun di Afrika Tengah, 140 Personel FPU 7 Raih Penghargaan atas Misi Perdamaian

20 Oktober 2026 - 03:30 WITA

Polri Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesadaran Digital untuk Hindari Penipuan Online

17 Oktober 2026 - 03:43 WITA

Polri Tetapkan 223 Orang dan 9 Perusahaan Sawit Tersangka Karhutla

15 Oktober 2026 - 07:18 WITA

Bareskrim Polri Buru Bandar Besar Narkoba ke Kampung Ambon dan Boncos

13 Oktober 2026 - 04:29 WITA

Trending di Warta Polri