Menu

Mode Gelap
Gema Takbir di Paris, Diaspora Indonesia Rasakan Kehangatan Iduladha Bersama Presiden Prabowo Berkah Iduladha, Rusdi Raup Rezeki Kertas Bekas Alas Salat Id KPK ungkap Harno Trimadi terima gratifikasi dari kepala Balai Kemenhub Wapres Gibran sapa masyarakat usai shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal Presiden Prabowo Sampaikan Taklimat kepada Seribu Perwira Siswa TNI dan Polri Mantan Bupati Taliabu Aliong Mus Jadi Tersangka Korupsi Pembangunan Rumah Dinas Senilai Rp17,5 M

Warta Parlemen

Anggota DPD Ungkap Bupati Pati Dapat “Teguran” Prabowo, Minta Kemendagri Cepat Turun Tangan

badge-check


					Anggota DPD Ungkap Bupati Pati Dapat “Teguran” Prabowo, Minta Kemendagri Cepat Turun Tangan Perbesar

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Jawa Tengah Abdul Kholik meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) turun tangan menangani masalah Bupati Pati, Sudewo, yang didemo masyarakat lantaran menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen.

Pasalnya, masalah ini sudah mendapatkan atensi dari Presiden Prabowo Subianto.

“Kita lebih menekankan kepada bertemunya antara aspirasi masyarakat dengan pemerintah daerah, terutama tentu pemerintah daerah Pati dengan dimonitor atau dipantau oleh Gubernur dan juga Kemendagri, karena kebetulan juga mendapat atensi dari Pak Presiden,” kata Abdul Kholik di Gedung Nusantara V, Kompleks DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (13/8/2025).

Ia meminta semua pihak yang terlibat untuk duduk bersama mencari titik temu dan jalan keluar. Aspirasi masyarakat, kata dia, harus disikapi dengan baik oleh kepala daerah, bupati, maupun gubernur. Di Balik Kenaikan PBB 250 Persen di Pati yang Picu Demonstrasi Besar-besaran.

Di sisi lain, pemerintah pusat dalam hal ini Kemendagri harus memonitor terus-menerus.

“Tentu semua ini juga dimonitor atau dipantau oleh pemerintah pusat termasuk Kemendagri dan juga Gubernur agar semua aspirasi masyarakat tadi bisa diwujudkan oleh pemerintah daerah,” ucap dia.

Menurutnya, masalah ini harus diselesaikan sesuai dengan mekanisme yang berjalan.

Di sisi lain ia mengingatkan, tantangan fiskal daerah yang berat seharusnya tidak menjadi alasan untuk menaikkan pajak bagi masyarakat.

Pengambilan sebuah keputusan pun harus dilakukan dengan berunding terlebih dahulu dengan warga setempat, yang akan terdampak atas keputusan yang ditetapkan.

“Memang ada tantangan fiskal yang sekarang cukup berat buat daerah tetapi kita berharap tidak kemudian menjadi alasan untuk menaikkan pajak yang kemudian memberatkan masyarakat,” tutur Abdul Kholik.

Kalaupun harus terjadi kenaikan, lanjutnya, porsi kenaikannya harus proporsional.

“Kenaikannya proporsional, bisa meningkatkan pendapatan daerah tapi tidak membebani masyarakat,” tandasnya.

Sebagai informasi, kisruh PBB di Pati, Jawa Tengah, bermula dari kebijakan Pemerintah Kabupaten menaikkan tarif PBB-P2 hingga 250 persen. Kebijakan itu memicu protes keras warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu.

Mereka menilai kenaikan tersebut memberatkan dan menggalang dukungan untuk menggelar demonstrasi besar pada 13 Agustus 2025, dengan klaim massa lebih dari 50.000 orang.

Aksi protes kian menguat meski Bupati Sudewo sempat meminta maaf dan berjanji mengkaji ulang kebijakan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Blackout Sumatra, Ketua DPD Dorong Cadangan Listrik UPS di Daerah

25 Mei 2026 - 06:30 WITA

Komisi III DPR-RI Soroti Kriminalisasi Pejuang Agraria

19 Mei 2026 - 02:19 WITA

Bangun Kesadaran Kolektif Antisipasi Meluasnya Potensi Ancaman Virus Hanta di Tanah Air

15 Mei 2026 - 08:19 WITA

Waka MPR: Persoalan Guru Jangan Dipahami Urusan Administratif Semata

12 Mei 2026 - 07:31 WITA

Tanamkan Nilai Kebangsaan Siswa, Sosialisasi 4 Pilar MPR RI Digelar di MAN 2 Mataram

7 Mei 2026 - 03:50 WITA

Trending di Warta Parlemen