Menu

Mode Gelap
4 Bandara Ditutup Sementara Akibat Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Korupsi KPR Fiktif Rp237 Miliar, Kejari Karawang Tetapkan 4 Tersangka Terindikasi Kangkangi Aturan, APH Didesak Cabut Izin Usaha Perkebunan PT Ketapang Subur Lestari di Barito Timur PN Manado Sosialisasikan SEMA 2, 3 dan 4 Tahun 2026 ke APH, Soroti Kepastian Hukum Ketua DPD Puji Diplomasi Prabowo di Rusia: FTA Dongkrak Ekonomi Daerah Selamatkan Masa Depan Anak, Densus 88 Bangun Mekanisme Pemulihan dan Pendampingan Terpadu di Sumsel

Warta Internasional

Alasan Sebenarnya Pesawat Dilarang Melintas di Atas Ka’bah

badge-check


					Alasan Sebenarnya Pesawat Dilarang Melintas di Atas Ka’bah Perbesar

Wilayah udara di atas Makkah termasuk salah satu zona dengan aturan penerbangan ketat di dunia. Tidak seperti kawasan lain yang dibatasi karena alasan militer atau keselamatan teknis, pembatasan di atas Ka’bah justru berangkat dari pertimbangan nonteknis.

Selama bertahun-tahun, beredar narasi pesawat tak bisa melintas di atas Ka’bah karena adanya medan magnet kuat. Penjelasan tersebut tidak didukung kajian ilmiah. Para ahli geofisika menegaskan tidak ada anomali magnetik di Makkah yang dapat mengganggu sistem navigasi atau keselamatan penerbangan.

Otoritas Arab Saudi memberlakukan larangan terbang di wilayah tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap kesucian Masjidil Haram serta untuk menjaga ketenangan ibadah. Faktor kebisingan dan pengamanan jamaah menjadi pertimbangan utama dalam penetapan zona udara terbatas itu.

Situs web Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) juga menegaskan hal tersebut.

“Tidak ada orang yang boleh mengoperasikan pesawat terbang di atas atau di sekitar area mana pun yang akan dikunjungi atau dilalui oleh penjaga dua masjid suci, atau tokoh masyarakat lainnya yang bertentangan dengan pembatasan yang ditetapkan oleh presiden dan diterbitkan dalam Pemberitahuan untuk Penerbang (NOTAM),” tulis GACA.

Namun, terdapat beberapa pengecualian larangan terbang di atas Mekkah dengan alasan tertentu. Terkadang, helikopter diizinkan melewati kota tersebut untuk memonitor keamanan para jamaah yang melaksanakan ibadah haji.

Tidak Ada Anomali Magnetik di Makkah

Peneliti senior dinamika fluida geologis di Institute of Physics of the Globe of Paris (IPGP), Julien Aubert mengatakan, Bumi memiliki medan magnet yang berasal dari inti fluida di pusatnya, tapi lokasinya bukan di Mekkah. Menurut peneliti geomagnetisme di IPGP, Vincent Lesur, magnet adalah medan gaya yang berlaku untuk objek magnet apapun.

Ia menjelaskan, anomali magnetik memang ada di Bumi, tetapi jika ada anomali magnet, bukan berarti pesawat tak bisa terbang di atasnya.

“Anomali magnet tidak mencegah pesawat untuk terbang di atasnya. Anomali itu paling banyak sering berdampak pada cara kerja kompas, tetapi pesawat jelas menggunakan sistem geolokasi yang lebih modern,” kata Aubert.

Red~ IKN

Source: CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik

4 September 2026 - 05:13 WITA

Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok

3 September 2026 - 06:35 WITA

Jepang Kirim Helikopter Bantu Atasi Karhutla RI

30 Agustus 2026 - 06:33 WITA

Peringati 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Festival Indonesia Digelar di Swiss

27 Agustus 2026 - 03:34 WITA

Kisah PMI Bangun Kedai Kuliner Indonesia di Jantung Kota Taipei

24 Agustus 2026 - 05:45 WITA

Trending di Warta Internasional