Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Teken Perpres Kesehatan, Atur Integrasi Layanan dari Pusat hingga Desa Rossa Sebut Nama Baiknya Dijadikan Ajang Cari Cuan Clickbait Lewat Link Afiliasi Kepergok ke Kedai Kopi, Napi Korupsi Dipindah ke Lapas Nusakambangan Harga BBM Pertamina Naik, Pertamax Turbo Melejit Jadi Rp19.400 Potret Gereja Pertama IKN, Ada Makna di Balik Desain Indahnya Komisi IX DPR RI Dorong Optimalisasi Program Magang untuk Kurangi Pengangguran Sarjana

Warta Internasional

Alasan Sebenarnya Pesawat Dilarang Melintas di Atas Ka’bah

badge-check


					Alasan Sebenarnya Pesawat Dilarang Melintas di Atas Ka’bah Perbesar

Wilayah udara di atas Makkah termasuk salah satu zona dengan aturan penerbangan ketat di dunia. Tidak seperti kawasan lain yang dibatasi karena alasan militer atau keselamatan teknis, pembatasan di atas Ka’bah justru berangkat dari pertimbangan nonteknis.

Selama bertahun-tahun, beredar narasi pesawat tak bisa melintas di atas Ka’bah karena adanya medan magnet kuat. Penjelasan tersebut tidak didukung kajian ilmiah. Para ahli geofisika menegaskan tidak ada anomali magnetik di Makkah yang dapat mengganggu sistem navigasi atau keselamatan penerbangan.

Otoritas Arab Saudi memberlakukan larangan terbang di wilayah tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap kesucian Masjidil Haram serta untuk menjaga ketenangan ibadah. Faktor kebisingan dan pengamanan jamaah menjadi pertimbangan utama dalam penetapan zona udara terbatas itu.

Situs web Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) juga menegaskan hal tersebut.

“Tidak ada orang yang boleh mengoperasikan pesawat terbang di atas atau di sekitar area mana pun yang akan dikunjungi atau dilalui oleh penjaga dua masjid suci, atau tokoh masyarakat lainnya yang bertentangan dengan pembatasan yang ditetapkan oleh presiden dan diterbitkan dalam Pemberitahuan untuk Penerbang (NOTAM),” tulis GACA.

Namun, terdapat beberapa pengecualian larangan terbang di atas Mekkah dengan alasan tertentu. Terkadang, helikopter diizinkan melewati kota tersebut untuk memonitor keamanan para jamaah yang melaksanakan ibadah haji.

Tidak Ada Anomali Magnetik di Makkah

Peneliti senior dinamika fluida geologis di Institute of Physics of the Globe of Paris (IPGP), Julien Aubert mengatakan, Bumi memiliki medan magnet yang berasal dari inti fluida di pusatnya, tapi lokasinya bukan di Mekkah. Menurut peneliti geomagnetisme di IPGP, Vincent Lesur, magnet adalah medan gaya yang berlaku untuk objek magnet apapun.

Ia menjelaskan, anomali magnetik memang ada di Bumi, tetapi jika ada anomali magnet, bukan berarti pesawat tak bisa terbang di atasnya.

“Anomali magnet tidak mencegah pesawat untuk terbang di atasnya. Anomali itu paling banyak sering berdampak pada cara kerja kompas, tetapi pesawat jelas menggunakan sistem geolokasi yang lebih modern,” kata Aubert.

Red~ IKN

Source: CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sekjen PBB Sambut Baik Gencatan Senjata Lebanon-Israel, Dukung Upaya Damai

17 April 2026 - 05:29 WITA

Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan

14 April 2026 - 07:26 WITA

Astronot Artemis II Kembali ke Bumi Usai Misi Bersejarah Mengelilingi Bulan

13 April 2026 - 02:32 WITA

Perhimpunan Mahasiswa Gelar Bursa Kerja di Beijing, Gaet 1.300 Peminat

12 April 2026 - 03:37 WITA

PBB Ungkap Temuan Awal Insiden Tiga TNI di UNIFIL

8 April 2026 - 10:44 WITA

Trending di Warta Internasional