Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Utama

BRIN Sebut Es Abadi di Puncak Jaya Tak Mungkin Lagi Kembali

badge-check


					BRIN Sebut Es Abadi di Puncak Jaya Tak Mungkin Lagi Kembali Perbesar

BMKG menyebut es abadi di Puncak Jaya, Papua, terus meleleh dari tahun ke tahun dan akan habis pada akhir 2026 atau awal 2027. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Republik Indonesia memastikan es yang sudah mencair itu tidak akan pernah kembali lagi.

“Kalau es menghilang di Puncak Jaya tidak mungkin lagi kembali karena temperatur global terus meningkat, jadi makin panas,” kata peneliti astronomi BRIN, Profesor Thomas Djamaluddin, saat dihubungi, Sabtu (4/7/2026).

Thomas mengatakan mencairnya gunung es saat ini terjadi di mana-mana. Penyebabnya adalah pemanasan global.

“Es abadi di Puncak Jaya, Papua, juga terdampak pemanasan global sehingga lapisan es terus mencair dan makin berkurang luas dan ketebalannya,” imbuhnya.

Seperti diketahui, BMKG menyebut es abadi di Puncak Jaya, Papua, terus meleleh dari tahun ke tahun. BMKG memperkirakan es abadi tersebut akan habis pada akhir 2026 atau awal 2027.

“Tidak lama lagi, Indonesia mungkin akan kehilangan es abadinya untuk selamanya. Es di Puncak Jaya, Papua terus menyusut dari tahun ke tahun. Menurut pakar klimatologi BMKG, es abadi yang telah bertahan ribuan tahun ini diperkirakan bisa hilang sepenuhnya pada akhir 2026 atau awal 2027,” tulis BMKG dalam akun Instagram resminya, Jumat (3/7).

Pada 1988, kata BMKG, gletser tropis di Jayawijaya membentang 4,3 kilometer persegi. Pada September 2025, luasnya tinggal 0,09 kilometer persegi.

BMKG menyebut ketebalan es juga terus menyusut. Pada 2010, ketebalan es mencapai 32 meter. Pada 2016, laju penipisan es mencapai 2,5 meter per tahun.

“Pada tahun 2023, tiang pancang menunjukkan ketebalan es tersisa 4 meter saja,” demikian keterangan BMKG.

Pemantauan terbaru disebut menunjukkan es telah mencair sepenuhnya. BMKG menyebut menghilangnya es abadi di Puncak Jaya dipicu kombinasi perubahan iklim global dan El Nino yang membuat suhu semakin panas dan cuaca lebih kering di Indonesia.

“Banyak peneliti memperkirakan es abadi di Papua hanya tinggal hitungan bulan sebelum benar-benar hilang,” tulis BMKG.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan

19 Oktober 2026 - 02:57 WITA

Muhammad Saidil, Bocah 9 Tahun Kayuh Sepeda 12 Km Demi Bawa Ayah Berobat ke RSUD Sigli

16 Oktober 2026 - 02:50 WITA

Cerita ABK KM Maulana Dianiaya, Dipukul hingga Disiram Air Panas

11 Oktober 2026 - 04:57 WITA

Presiden Prabowo: Pemerintah Tidak Menyerah dalam Membela Kebenaran, Keadilan dan Kepentingan Rakyat

7 Oktober 2026 - 03:23 WITA

SD Negeri Purwosari Sleman Sulap 600 Galon Bekas Jadi Kebun Sayur

2 Oktober 2026 - 07:16 WITA

Trending di Warta Utama