Menu

Mode Gelap
Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya Jepang Kirim Helikopter Bantu Atasi Karhutla RI

Warta Daerah

Rumah Prototipe BRIN di Manggarai Barat Kokoh Hadapi Gempa M 7,7

badge-check


					Rumah Prototipe BRIN di Manggarai Barat Kokoh Hadapi Gempa M 7,7 Perbesar

Tiga unit rumah prototipe tahan gempa buatan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur terbukti tetap kokoh saat gempa magnitudo 7,7 melanda kawasan tersebut pada 15 Agustus lalu.

Struktur bangunan yang berlokasi di perumahan SD Rangko tersebut tetap utuh tanpa kerusakan berarti. Mulai dari fondasi, kolom, hingga dinding rumah tidak menunjukkan adanya keretakan pascagempa.

Teknologi yang diterapkan pada bangunan ini adalah teknologi panel sandwich dan sistem modular. Inovasi ini dirancang khusus untuk meningkatkan ketahanan dan fleksibilitas bangunan terhadap guncangan hebat, sehingga meminimalisir risiko keruntuhan saat terjadi bencana tektonik. Pembangunannya sendiri telah dilakukan sejak tahun 2021 hingga 2022.

Perekaya Ahli Muda BRIN, Vian Marantha Haryanto menjelaskan seluruh rumah dirancang dengan teknologi konstruksi tahan gempa untuk diterapkan pada kawasan dengan risiko gempa tinggi NTT. Temuan itu menunjukkan bahwa desain dan metode yang diterapkan bisa melindungi bangunan serta penghuninya.

“Rumah-rumah ini dirancang khusus dengan teknologi konstruksi tahan gempa untuk wilayah rawan bencana seperti NTT. Hasil ini membuktikan bahwa desain dan metode konstruksi yang kami terapkan mampu melindungi struktur bangunan, dan yang terpenting, melindungi keselamatan penghuninya, bahkan saat diguncang gempa sebesar ini,” jelasnya dikutip dari laman resmi BRIN, Jumat (21/8/2026).

Berikutnya, BRIN akan melakukan pengujian untuk mendapatkan validasi teknis di laboratorium. Yakni menggunakan uji siklik sesuai SNI 3966:2012 di laboratorium Pusat Riset Kekuatan Struktur.

Sebagai informasi, pengembangan teknologi tahan gempa telah dilakukan sejak 2019. Pembangunan dua unit di Kabupaten Tangerang, prototipe rumah dua lantai di Kabupaten Lebak pada 2021, serta tiga unit rumah di NTT akhir 2021.

BRIN juga melakukan penyempurnaan pada teknologi kontruksi yang digunakan. Terdapat penambahan rubber bearing seismic pada rumah generasi keduanya, yang akan membantu meredam getaran karena gempa.

“Rubber bearing seismic bekerja dengan memisahkan struktur bagian bawah dan atas bangunan. Ketika terjadi gaya geser akibat gempa, komponen tersebut dirancang untuk membantu menahan gaya geser sehingga dampak guncangan yang diterima struktur bangunan dapat dikurangi,” jelasnya.

Fahrudin, salah satu warga yang menempati rumah bantuan BRIN tersebut sejak Maret 2023, menceritakan detik-detik mencekam saat gempa terjadi sekitar pukul 06.00 WITA. Ia mengaku meski rumah bergoyang hebat, ia merasa konstruksi bangunan memberikan rasa aman bagi keluarganya.

“Waktu sekitar pukul 06.00 WITA, tiba-tiba ada gempa skala 7,7 itu. Rumah memang goyang. Kami langsung lari keluar ke halaman rumah,” ujar Fahrudin, Kamis 20 Agustus 2026.

Setelah guncangan mereda, Fahrudin mendapati tempat tinggalnya tidak mengalami kerusakan sama sekali.

“Alhamdulillah sampai guncangan yang kedua (susulan), rumah aman. Tidak ada yang rusak sama sekali. Guncangan besar memang terasa, cuma keadaan rumah tetap aman,” tambahnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya

31 Agustus 2026 - 09:09 WITA

El Nino Picu Migrasi Ikan, Nelayan Kecil Hadapi Beban Ongkos Melaut

29 Agustus 2026 - 05:42 WITA

Jalan ke Kawasan Baduy Lebak Rusak, Tokoh Adat Harap Segera Diperbaiki

28 Agustus 2026 - 04:53 WITA

Update Gempa NTT: 91 Orang Meninggal, 1.286 Luka dan 161.084 Mengungsi

24 Agustus 2026 - 05:48 WITA

Terindikasi Ada Penyalahgunaan ADD, Bupati dan Sekda Barsel Diam

18 Agustus 2026 - 05:57 WITA

Trending di Warta Daerah