Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Daerah

Rumah Prototipe BRIN di Manggarai Barat Kokoh Hadapi Gempa M 7,7

badge-check


					Rumah Prototipe BRIN di Manggarai Barat Kokoh Hadapi Gempa M 7,7 Perbesar

Tiga unit rumah prototipe tahan gempa buatan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur terbukti tetap kokoh saat gempa magnitudo 7,7 melanda kawasan tersebut pada 15 Agustus lalu.

Struktur bangunan yang berlokasi di perumahan SD Rangko tersebut tetap utuh tanpa kerusakan berarti. Mulai dari fondasi, kolom, hingga dinding rumah tidak menunjukkan adanya keretakan pascagempa.

Teknologi yang diterapkan pada bangunan ini adalah teknologi panel sandwich dan sistem modular. Inovasi ini dirancang khusus untuk meningkatkan ketahanan dan fleksibilitas bangunan terhadap guncangan hebat, sehingga meminimalisir risiko keruntuhan saat terjadi bencana tektonik. Pembangunannya sendiri telah dilakukan sejak tahun 2021 hingga 2022.

Perekaya Ahli Muda BRIN, Vian Marantha Haryanto menjelaskan seluruh rumah dirancang dengan teknologi konstruksi tahan gempa untuk diterapkan pada kawasan dengan risiko gempa tinggi NTT. Temuan itu menunjukkan bahwa desain dan metode yang diterapkan bisa melindungi bangunan serta penghuninya.

“Rumah-rumah ini dirancang khusus dengan teknologi konstruksi tahan gempa untuk wilayah rawan bencana seperti NTT. Hasil ini membuktikan bahwa desain dan metode konstruksi yang kami terapkan mampu melindungi struktur bangunan, dan yang terpenting, melindungi keselamatan penghuninya, bahkan saat diguncang gempa sebesar ini,” jelasnya dikutip dari laman resmi BRIN, Jumat (21/8/2026).

Berikutnya, BRIN akan melakukan pengujian untuk mendapatkan validasi teknis di laboratorium. Yakni menggunakan uji siklik sesuai SNI 3966:2012 di laboratorium Pusat Riset Kekuatan Struktur.

Sebagai informasi, pengembangan teknologi tahan gempa telah dilakukan sejak 2019. Pembangunan dua unit di Kabupaten Tangerang, prototipe rumah dua lantai di Kabupaten Lebak pada 2021, serta tiga unit rumah di NTT akhir 2021.

BRIN juga melakukan penyempurnaan pada teknologi kontruksi yang digunakan. Terdapat penambahan rubber bearing seismic pada rumah generasi keduanya, yang akan membantu meredam getaran karena gempa.

“Rubber bearing seismic bekerja dengan memisahkan struktur bagian bawah dan atas bangunan. Ketika terjadi gaya geser akibat gempa, komponen tersebut dirancang untuk membantu menahan gaya geser sehingga dampak guncangan yang diterima struktur bangunan dapat dikurangi,” jelasnya.

Fahrudin, salah satu warga yang menempati rumah bantuan BRIN tersebut sejak Maret 2023, menceritakan detik-detik mencekam saat gempa terjadi sekitar pukul 06.00 WITA. Ia mengaku meski rumah bergoyang hebat, ia merasa konstruksi bangunan memberikan rasa aman bagi keluarganya.

“Waktu sekitar pukul 06.00 WITA, tiba-tiba ada gempa skala 7,7 itu. Rumah memang goyang. Kami langsung lari keluar ke halaman rumah,” ujar Fahrudin, Kamis 20 Agustus 2026.

Setelah guncangan mereda, Fahrudin mendapati tempat tinggalnya tidak mengalami kerusakan sama sekali.

“Alhamdulillah sampai guncangan yang kedua (susulan), rumah aman. Tidak ada yang rusak sama sekali. Guncangan besar memang terasa, cuma keadaan rumah tetap aman,” tambahnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jalan Rusak Parah, Warga Desa Wolokelo Swadaya Gotong Royong Lakukan Perbaikan

17 Oktober 2026 - 03:45 WITA

APH Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Setda Barito Timur

15 Oktober 2026 - 07:15 WITA

Kebakaran Cagar Alam Gunung Lokon Tomohon Hanguskan 100 Hektare Lahan

14 Oktober 2026 - 10:25 WITA

Protes Tambang Galian C, Warga Puncu Kediri Keluhkan Jalan Rusak dan Sulit Air

13 Oktober 2026 - 04:27 WITA

GAMKI Mengabdi 2026 Layani 120 Lansia di Itawaka, Dorong Deteksi Dini Penyakit

11 Oktober 2026 - 04:56 WITA

Trending di Warta Daerah