Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, mengultimatum kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk menghentikan aksi kekerasan dan segera menyerahkan diri kepada aparat keamanan.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul penyerangan terhadap pekerja proyek pembangunan jalan di Distrik Wonimo, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, yang mengakibatkan empat pekerja meninggal dunia pada Minggu (2/8/2026) malam.

Lucky Avianto menegaskan kelompok bersenjata diminta menghentikan aksi teror yang menyasar warga sipil dan menyerahkan senjata kepada aparat.
“Segera menyerahkan diri dan senjata ke pos keamanan TNI terdekat, kembali ke pangkuan ibu pertiwi, sebelum TNI mengambil tindakan tegas,” kata Lucky dalam keterangan, Senin (3/8/2026).
Ultimatum tersebut disampaikan sebagai respons atas insiden penyerangan terhadap pekerja PT Sutan Harauli Jaya (SHJ) yang sedang mengerjakan proyek pembangunan jalan nasional.
Keempat korban meninggal dunia telah diidentifikasi, yakni Barengga, Alfons, Arman Sibarani, dan Erlin Aritonang.
Mereka merupakan pekerja proyek pembangunan jalan yang dikerjakan untuk Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wamena, unit pelaksana teknis di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga.
Menurut keterangan Kogabwilhan III, para pekerja sedang beristirahat di camp perusahaan setelah menyelesaikan aktivitas di lokasi proyek ketika serangan terjadi.
Berdasarkan informasi dari Kogabwilhan III, pelaku penyerangan diduga merupakan kelompok OPM yang dipimpin Serius Wanimbo alias Joni Wanimbo alias Botak Wanimbo bersama kelompok Teranus Enumbi.
Disebutkan, kelompok bersenjata datang secara tiba-tiba dan melepaskan tembakan ke arah camp pekerja. Akibat serangan tersebut, tiga pekerja meninggal di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya ditemukan tidak jauh dari camp dalam kondisi meninggal dunia.
TNI Evakuasi Korban dan Kejar Pelaku
Sebanyak 20 personel Satgas TNI dari Koops Habema diterjunkan untuk mengevakuasi para korban sekaligus melakukan pengejaran terhadap kelompok yang diduga terlibat dalam penyerangan.
Dalam operasi tersebut, aparat juga menemukan satu senapan serbu jenis SS1 yang ditinggalkan saat pelaku melarikan diri.
“Karena ketakutan dan buru-buru melarikan diri ke dalam rimba, salah seorang anggota OPM meninggalkan satu laras senapan serbu SS1 miliknya,” ujar Lucky.
Selain mengevakuasi korban meninggal, personel TNI juga berhasil menemukan tujuh pekerja lainnya dalam keadaan selamat. Seluruh korban telah dievakuasi ke RSUD Mulia, Kabupaten Puncak Jaya untuk penanganan lebih lanjut.
Kogabwilhan III menyebut proses pengejaran terhadap para pelaku masih terus dilakukan. Dalam operasi tersebut, aparat sempat mendengar sekitar enam kali letusan senjata api yang berasal dari kelompok bersenjata pada radius sekitar 1,5 kilometer dari lokasi kejadian.
Aparat keamanan terus memperkuat pengamanan di wilayah sekitar sembari melanjutkan pencarian terhadap pihak yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut.
****









