Menu

Mode Gelap
Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI

Warta Daerah

Karhutla di Indonesia Timur Padam, BNPB Ingatkan Ancaman Kekeringan dan Angin Kencang

badge-check


					Oplus_0 Perbesar

Oplus_0

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan keberhasilan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di dua wilayah ujung utara dan timur Indonesia, yakni Sulawesi Utara dan Papua Barat Daya, dalam sepekan terakhir.

Meskipun api telah berhasil dipadamkan dan tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menjadi alarm keras mengingat musim kemarau yang tengah memuncak masih memicu kekeringan di berbagai daerah.

Di Sulawesi Utara, kobaran api yang melanda Kabupaten Bolaang Mongondow Utara berhasil dijinakkan setelah sebelumnya melahap lima hektare lahan kering.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa kebakaran terjadi pada Selasa (28/7) sekitar pukul 13.00 Wita di Desa Binuanga, Kecamatan Bolangitang Timur.

Tiupan angin kencang yang berhembus di tengah teriknya musim kemarau menyebabkan api dengan cepat menjalar di lahan yang dipenuhi dedaunan dan rumput kering.

Berkat kerja cepat tim gabungan dari BPBD setempat, Dinas Pemadam Kebakaran, serta partisipasi aktif pemerintah kecamatan, desa, dan masyarakat, proses pemadaman dan pendinginan berjalan maksimal dan titik api kini dinyatakan padam.

Sementara itu, di ujung timur Indonesia, penanganan karhutla di Kota Sorong, Papua Barat Daya, menyisakan cerita heroik dengan tantangan berat.

Kebakaran yang pertama kali terdeteksi pada Selasa (21/7) di wilayah Gunung Kali Ampat sempat membesar keesokan harinya akibat angin kencang di musim kemarau. Api kembali muncul pada Kamis (23/7) di kawasan hutan Gunung Woroth, Kelurahan Kakublik.

Dampaknya cukup masif, menghanguskan sekitar 24 hektare lahan dan merusak satu tiang listrik yang menyebabkan aliran listrik ke rumah warga di Kelurahan Matalamagi, Distrik Sorong Utara, sempat terputus. Secara administratif, bencana ini menyebar dan berdampak pada lima distrik serta delapan kelurahan di wilayah tersebut.

Meski akhirnya berhasil dikuasai, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Sorong, Damkar TNI AD, Polresta Sorong, dan pemerintah kelurahan dihadapkan pada medan yang sulit dijangkau serta keterbatasan peralatan pemadaman.

Kondisi ini sempat memperlambat proses pendinginan, namun saat ini seluruh titik api telah terkendali dan petugas masih bersiaga memantau potensi munculnya percikan baru.

Menyikapi kondisi ini, BNPB mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat. Terkait bahaya karhutla, masyarakat diingatkan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta menghindari segala aktivitas yang berpotensi memicu percikan api.

Jika menemukan titik api, warga diminta segera melaporkannya kepada aparat setempat agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Lebih jauh, Kepala Pusat Data BNPB juga menyoroti ancaman lain yang tak kalah genting, yaitu kekeringan. Seiring masih berlangsungnya musim kemarau, BNPB mengimbau seluruh masyarakat untuk menggunakan air secara bijak, menghemat konsumsi air bersih, serta senantiasa mengikuti arahan pemerintah daerah apabila terjadi gangguan ketersediaan air di lingkungan masing-masing.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya

31 Agustus 2026 - 09:09 WITA

El Nino Picu Migrasi Ikan, Nelayan Kecil Hadapi Beban Ongkos Melaut

29 Agustus 2026 - 05:42 WITA

Jalan ke Kawasan Baduy Lebak Rusak, Tokoh Adat Harap Segera Diperbaiki

28 Agustus 2026 - 04:53 WITA

Update Gempa NTT: 91 Orang Meninggal, 1.286 Luka dan 161.084 Mengungsi

24 Agustus 2026 - 05:48 WITA

Rumah Prototipe BRIN di Manggarai Barat Kokoh Hadapi Gempa M 7,7

21 Agustus 2026 - 05:39 WITA

Trending di Warta Daerah