Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro di Pemalang, Jawa Tengah. Sejumlah orang yang diamankan KPK dalam OTT tersebut dibawa ke Polres Pemalang untuk menjalani pemeriksaan.
“Iya benar. Tadi malam rekan-rekan dari KPK ada kegiatan di Pemalang. Sampai sekarang masih proses pemeriksaan. (Sebanyak) dua ruangan di Polres yang dipakai,” kata Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana, Rabu (29/7/2026).

Namun terkait jumlah pasti pihak yang dibawa ke Polres Pemalang dan siapa saja yang diamankan, ia tidak menjelaskanya.
“Jumlah pastinya yang diperiksa, siapa saja yang diperiksa, materi pemeriksaan menunggu dari KPK saja ya,” ujar Rendy.
KPK menyegel kantor Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemalang. Selain itu, dua rumah di Perumahan Mutiara Residence disegel.
Rabu (29/7/2026) pagi, pintu kantor Kepala DPUPR Pemalang tampak ditempeli stiker segel KPK. Sedangkan di kantor Bupati Pemalang, wartawan belum diberi akses untuk melihat langsung ada tidaknya penyegelan dari KPK.
KPK juga melakukan penyegelan dua rumah yang berada di Perumahan Mutiara Residence, Pemalang, Selasa (28/7/2026) malam. Rumah yang disegel KPK tersebut berada di Blok B dan Blok C.
Rumah yang disegel di Blok B diketahui merupakan kediaman pria berinisial O yang disebut-sebut merupakan kontraktor dan kerabat Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan operasi senyap di wilayah Kabupaten Pemalang tersebut.
“Benar,” kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto kepada para jurnalis di Jakarta, Rabu.
Namun, Fitroh belum dapat mengungkap kasus yang menjerat sang bupati hingga akhirnya ditangkap dalam OTT tersebut. Ia juga belum bisa merinci jumlah orang yang ditangkap selain Bupati Pemalang.
****









