Menu

Mode Gelap
Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI

Warta Daerah

372 Burung Gagal Diselundupkan, Karantina Babel Lepasliarkan ke Habitat Aslinya

badge-check


					372 Burung Gagal Diselundupkan, Karantina Babel Lepasliarkan ke Habitat Aslinya Perbesar

Belitung, infokatulistiwanews.com – Upaya penyelundupan ratusan burung dari Pulau Belitung berhasil digagalkan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Bangka Belitung (Karantina Babel) bersama Satuan Pelayanan Bandara H.A.S. Hanandjoeddin, Satuan Lapangan Tricantika Sektor Belitung, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Sebanyak 372 ekor burung yang diamankan langsung dikembalikan ke habitat alaminya sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.

Pengungkapan dilakukan dalam operasi gabungan di Pelabuhan Tanjung Pandan, Minggu (26/7). Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan 372 ekor burung yang diduga akan diselundupkan keluar Pulau Belitung. Burung-burung tersebut terdiri atas berbagai jenis, antara lain kolibri sepah raja, konin metalik, king konin, sogon, konin wulung, pentis, dan konin hijau.

Seluruhnya kemudian dilepasliarkan pada Senin (27/7) di Kawasan Hutan Lindung Gunung Tajam, Lembaga Pengelola Hutan Desa Batu Mentas, Belitung. Pelepasliaran dilakukan untuk mengembalikan satwa ke habitat alaminya sehingga tetap dapat menjalankan fungsi ekologisnya di alam.

Kepala Karantina Babel, Herwintarti mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi berbagai instansi dalam memperkuat pengawasan lalu lintas satwa liar sekaligus mencegah perdagangan ilegal yang mengancam kelestarian ekosistem.

“Kami akan terus memperkuat pengawasan terhadap lalu lintas satwa serta meningkatkan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Kami juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan perdagangan maupun penyelundupan satwa liar. Upaya pelestarian keanekaragaman hayati merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Herwintarti di Belitung, Selasa, (28/7).

Menurutnya, kolaborasi antarinstansi menjadi kunci dalam mempersempit ruang gerak pelaku penyelundupan satwa liar. Selain melakukan pengawasan di pintu-pintu keluar wilayah, Karantina Babel juga terus memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi konservasi untuk memastikan setiap lalu lintas satwa berlangsung sesuai ketentuan.

Keberhasilan pengungkapan tersebut menjadi bagian dari komitmen Badan Karantina Indonesia dalam melindungi sumber daya alam hayati Indonesia. Melalui pengawasan yang konsisten dan sinergi lintas sektor, Barantin berharap praktik perdagangan dan penyelundupan satwa liar dapat ditekan, sehingga kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia tetap terjaga untuk generasi mendatang.

Red~ IKN

Biro Hukum dan Humas, Sekretariat Badan Karantina Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya

31 Agustus 2026 - 09:09 WITA

El Nino Picu Migrasi Ikan, Nelayan Kecil Hadapi Beban Ongkos Melaut

29 Agustus 2026 - 05:42 WITA

Jalan ke Kawasan Baduy Lebak Rusak, Tokoh Adat Harap Segera Diperbaiki

28 Agustus 2026 - 04:53 WITA

Update Gempa NTT: 91 Orang Meninggal, 1.286 Luka dan 161.084 Mengungsi

24 Agustus 2026 - 05:48 WITA

Rumah Prototipe BRIN di Manggarai Barat Kokoh Hadapi Gempa M 7,7

21 Agustus 2026 - 05:39 WITA

Trending di Warta Daerah