Menu

Mode Gelap
Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya Jepang Kirim Helikopter Bantu Atasi Karhutla RI

Warta Internasional

2 Jet Tempur Tabrakan di Udara Gegara Pilot Selfie, AU Minta Maaf

badge-check


					2 Jet Tempur Tabrakan di Udara Gegara Pilot Selfie, AU Minta Maaf Perbesar

Insiden tabrakan dua jet tempur di udara diduga dipicu aksi swafoto pilot. Ini menjadi salah satu kecelakaan militer yang menjadi sorotan publik.

Angkatan Udara Korea Selatan (Korsel) akhirnya buka suara terkait insiden tabrakan dua jet tempur pada 2021. Insiden tersebut kini terungkap dipicu aksi tidak disiplin pilot yang mengambil foto selfie dan merekam video saat penerbangan.

Dalam pernyataan resminya, juru bicara angkatan udara menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas insiden tersebut.

“Kami dengan tulus meminta maaf kepada publik atas kekhawatiran yang disebabkan oleh kecelakaan yang terjadi pada tahun 2021,” ujarnya dalam konferensi pers, seperti dikutip dari The Guardian, Minggu (5/7/2026).

Permintaan maaf ini muncul setelah Dewan Audit dan Inspeksi Korea Selatan merilis hasil investigasi terbaru. Laporan itu menyebut, manuver tak terencana demi pengambilan gambar pribadi menjadi penyebab utama tabrakan dua jet tempur F-15K saat latihan formasi di dekat Daegu pada Desember 2021.

Dalam kronologinya, salah satu pilot pendamping mencoba mengabadikan momen penerbangan terakhirnya bersama unit dengan merekam gambar. Ia melakukan manuver tajam, yakni menanjak dan memiringkan pesawat tanpa izin, untuk mendapatkan sudut kamera yang lebih baik. Sementara itu, pilot lain turut merekam video dari pesawat utama.

Saat jarak kedua jet makin dekat, kedua awak sempat mencoba menghindar. Namun, bagian ekor pesawat pendamping tetap menghantam sayap jet utama hingga menyebabkan kerusakan signifikan.

Total kerugian akibat insiden ini mencapai sekitar US$600.000 atau setara Rp10,78 miliar (Rp17.994/US$). Beruntung, tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut.

Dewan audit menyimpulkan pilot pendamping sebagai pihak yang paling bertanggung jawab. Meski begitu, otoritas juga menyoroti lemahnya pengawasan angkatan udara terhadap aktivitas pengambilan gambar selama penerbangan pada saat itu.

Sebagai konsekuensi, pilot tersebut telah dijatuhi sanksi berat, termasuk diskors dari tugas penerbangan dan diwajibkan mengganti sekitar sepersepuluh dari total biaya kerusakan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jepang Kirim Helikopter Bantu Atasi Karhutla RI

30 Agustus 2026 - 06:33 WITA

Peringati 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Festival Indonesia Digelar di Swiss

27 Agustus 2026 - 03:34 WITA

Kisah PMI Bangun Kedai Kuliner Indonesia di Jantung Kota Taipei

24 Agustus 2026 - 05:45 WITA

Sungai Tiber Mengering, Sisa Jembatan Romawi Kuno Terungkap ke Permukaan

20 Agustus 2026 - 05:15 WITA

Menlu AS Ucapkan Selamat HUT ke-81 RI dan Sampaikan Duka atas Gempa NTT

17 Agustus 2026 - 06:52 WITA

Trending di Warta Internasional