Menu

Mode Gelap
Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya Jepang Kirim Helikopter Bantu Atasi Karhutla RI

Warta Utama

BRIN Sebut Es Abadi di Puncak Jaya Tak Mungkin Lagi Kembali

badge-check


					BRIN Sebut Es Abadi di Puncak Jaya Tak Mungkin Lagi Kembali Perbesar

BMKG menyebut es abadi di Puncak Jaya, Papua, terus meleleh dari tahun ke tahun dan akan habis pada akhir 2026 atau awal 2027. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Republik Indonesia memastikan es yang sudah mencair itu tidak akan pernah kembali lagi.

“Kalau es menghilang di Puncak Jaya tidak mungkin lagi kembali karena temperatur global terus meningkat, jadi makin panas,” kata peneliti astronomi BRIN, Profesor Thomas Djamaluddin, saat dihubungi, Sabtu (4/7/2026).

Thomas mengatakan mencairnya gunung es saat ini terjadi di mana-mana. Penyebabnya adalah pemanasan global.

“Es abadi di Puncak Jaya, Papua, juga terdampak pemanasan global sehingga lapisan es terus mencair dan makin berkurang luas dan ketebalannya,” imbuhnya.

Seperti diketahui, BMKG menyebut es abadi di Puncak Jaya, Papua, terus meleleh dari tahun ke tahun. BMKG memperkirakan es abadi tersebut akan habis pada akhir 2026 atau awal 2027.

“Tidak lama lagi, Indonesia mungkin akan kehilangan es abadinya untuk selamanya. Es di Puncak Jaya, Papua terus menyusut dari tahun ke tahun. Menurut pakar klimatologi BMKG, es abadi yang telah bertahan ribuan tahun ini diperkirakan bisa hilang sepenuhnya pada akhir 2026 atau awal 2027,” tulis BMKG dalam akun Instagram resminya, Jumat (3/7).

Pada 1988, kata BMKG, gletser tropis di Jayawijaya membentang 4,3 kilometer persegi. Pada September 2025, luasnya tinggal 0,09 kilometer persegi.

BMKG menyebut ketebalan es juga terus menyusut. Pada 2010, ketebalan es mencapai 32 meter. Pada 2016, laju penipisan es mencapai 2,5 meter per tahun.

“Pada tahun 2023, tiang pancang menunjukkan ketebalan es tersisa 4 meter saja,” demikian keterangan BMKG.

Pemantauan terbaru disebut menunjukkan es telah mencair sepenuhnya. BMKG menyebut menghilangnya es abadi di Puncak Jaya dipicu kombinasi perubahan iklim global dan El Nino yang membuat suhu semakin panas dan cuaca lebih kering di Indonesia.

“Banyak peneliti memperkirakan es abadi di Papua hanya tinggal hitungan bulan sebelum benar-benar hilang,” tulis BMKG.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Desil dan Dilema Bantuan Sosial: Ketika Data Tak Sesuai Kondisi Warga

26 Agustus 2026 - 05:54 WITA

Presiden Prabowo: Tingkatkan Layanan Dasar bagi Rakyat dari Puskesmas hingga Sekolah, Tak Boleh Ada Anak Belajar dalam Keadaan Lapar

14 Agustus 2026 - 11:13 WITA

Kisah Munawi di Lereng Bromo, Merangkak di Tebing dan Mengejar Api hingga Larut Malam

8 Agustus 2026 - 12:10 WITA

Dari Mimpi Gaji Puluhan Juta ke Neraka Scam, Kisah Pekerja Migran di Sumut Jadi Korban TPPO

5 Agustus 2026 - 04:18 WITA

Akad Massal 62.000 KPR, Presiden Prabowo Pastikan Pemerintah Terus Hadirkan Hasil Nyata bagi Rakyat

31 Juli 2026 - 05:21 WITA

Trending di Warta Utama